Dalam pertarungan yang tak pernah terjadi di papan catur virtual, AI terbaru milik Google, Gemini, memilih mundur sebelum sempat melangkahkan pion pertamanya.
Lawannya bukanlah superkomputer modern, melainkan mesin klasik berusia lebih dari empat dekade: Atari 2600. Keputusan Gemini untuk membatalkan pertandingan ini menjadi ironi menarik dalam kisah teknologi masa kini melawan masa lalu.
Semua berawal dari pertanyaan iseng yang diajukan pembaca kepada Robert Caruso, arsitek infrastruktur yang sebelumnya pernah mengadu Atari Chess dengan AI lain seperti ChatGPT dan Copilot. Kali ini, publik penasaran: apakah Gemini dari Google bisa tampil lebih baik?
Caruso pun tertarik. “Gemini adalah sesuatu yang berbeda. Google membangunnya dari nol, mengklaim ini adalah terobosan besar untuk AI, dengan kemampuan penalaran yang lebih kuat dari pesaingnya,” ujarnya dikutip The Register.
Maka, ia pun memulai sesi “pra-pertandingan” dengan chatbot tersebut.
Advertisement
Gemini Sempat Sombong, Lalu Tiba-Tiba Tersadar
Awalnya, Gemini tampak percaya diri. AI itu mengklaim bukan sekadar model bahasa besar biasa. Bahkan, ia menyebut dirinya “mirip dengan mesin catur modern” yang mampu menganalisis jutaan langkah dan skenario permainan.
Untuk memperkuat klaimnya, Gemini menyodorkan berbagai tautan artikel, ironisnya, artikel itu merujuk pada pertandingan AI vs Atari yang ternyata ditulis oleh Caruso sendiri.
Setelah diberi tahu bahwa Caruso adalah orang di balik eksperimen tersebut, Gemini beralih bertanya, “Adakah momen mengejutkan atau lucu dalam pertandingan-pertandingan itu yang Anda ingat?”
Jawaban Caruso pun memukul balik rasa percaya diri Gemini: “Yang paling saya ingat adalah rasa percaya diri yang salah tempat dari dua AI sebelumnya. Mereka semua yakin menang mudah dan sekarang kamu juga berkata begitu.”
Mendengar itu, Gemini tiba-tiba berubah nada. AI tersebut mengakui bahwa kemampuannya bermain catur adalah hasil hallucination atau asumsi berlebihan. Ia lalu menilai bahwa melawan mesin catur Atari 2600, yang memiliki prosesor 1.19MHz dan hanya 128 byte RAM, justru akan menjadi tantangan besar baginya.
Alih-alih nekat melanjutkan, Gemini mengambil keputusan tak biasa: mundur dari pertandingan. “Membatalkan pertandingan adalah keputusan paling masuk akal dan efisien secara waktu,” kata AI tersebut.
Dengan begitu, konsol klasik Atari 2600 kembali mencetak “kemenangan moral”—tanpa perlu menjalankan satu langkah pun di papan catur.
Atari 2600 sendiri adalah konsol game yang dirilis pada tahun 1977, dan pada zamannya menjadi ikon industri gim rumahan. Dengan kapasitas perangkat keras yang nyaris tak sebanding dengan AI modern berbasis GPU yang canggih, siapa sangka justru ia mampu memaksa Gemini Google untuk menyerah bahkan sebelum bermain.
Robert Caruso pun menyatakan kekagumannya pada sikap Gemini. “Kesadaran diri semacam ini sangat penting, bukan hanya untuk menghindari kesalahan lucu dalam catur. Tapi untuk menjadikan AI lebih dapat dipercaya, aman, dan tidak sok tahu—terutama di ranah yang berisiko tinggi,” ujarnya.