Ini Tabib Andalan Firaun, Spesialis Tangani Gigitan Ular Berbisa
Tim arkeolog Swiss-Perancis menemukan makam dokter kerajaan Mesir berusia 4.100 tahun di Saqqara. Dokter ini dikenal sebagai ahli penangkal racun.
Arkeolog Swiss-Perancis baru saja mengungkap makam kuno di Saqqara, Mesir, yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang dokter kerajaan. Dokter ini bukan sembarang tabib—ia adalah spesialis dalam menangani gigitan berbisa dan racun.
Mengutip NYPost, Selasa (11/2), menurut penelitian, makam ini milik Tetinebefou, seorang dokter yang bertugas melindungi keluarga kerajaan dari bahaya gigitan ular dan sengatan kalajengking. Ia memegang gelar "Penyihir Dewi Serqet," dewi pelindung dari racun berbisa.
Gelar ini menunjukkan bahwa Tetinebefou memiliki peran penting di istana Firaun. Bahkan, ia juga disebut sebagai "Direktur Tanaman Obat", sebuah jabatan langka dalam sejarah Mesir kuno.
Selain itu, ia menjabat sebagai dokter gigi kerajaan, menjadikannya salah satu tabib paling serba bisa pada masanya.
Penemuan Makam Bersejarah di Saqqara
Meskipun makam ini telah dijarah, arkeolog tetap menemukan lukisan dinding yang masih berwarna cerah, menggambarkan berbagai peralatan medis yang digunakan Tetinebefou. Ilustrasi ini memberikan wawasan berharga tentang praktik medis pada masa Kerajaan Lama Mesir.
Tetinebefou kemungkinan besar bekerja pada era Firaun Pepi II (2246–2152 SM) atau penerusnya. Penemuan ini memperkuat pentingnya Saqqara sebagai salah satu situs arkeologi paling berharga di Mesir.
Para peneliti masih melanjutkan eksplorasi makam ini, yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta mengenai kehidupan dan kebudayaan Mesir kuno.