Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting

Penemuan makam ini menjadi peristiwa sangat penting dalam dunia arkeologi. 

Hampir satu setengah abad silam, seorang penjelajah bernama Auguste Mariette menjelajahi Gurun Barat Mesir dan menemukan sebagian makam besar, atau mastaba, yang masih terkubur di bawah pasir gurun.

Pada saat itu, Mariette berhasil menggali pintu yang dihiasi dengan indah dan balok penyangga, tetapi proyeknya terhenti ketika mastaba itu sepenuhnya tertutup oleh pasir gurun.

Artefak yang berhasil dia ambil akhirnya disimpan di The British Museum, sementara makam yang ditemukannya diperkirakan milik Ptahshepses, seorang pejabat kuno yang diyakini menjadi orang non-kerajaan pertama dalam sejarah Mesir yang menikahi seorang bangsawan.

Namun, berita menggembirakan datang dari arkeolog Republik Ceko yang berhasil menemukan kembali makam Ptahshepses setelah bertahun-tahun pencarian.

Sumber: Miami Herald

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting

Berdasarkan unggahan Facebook dari Institut Mesirologi Ceko di Universitas Charles di Praha pada 25 September, penemuan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah ekspedisi mereka.

Miroslav Barta, kepala penelitian, menyatakan, "Makam seorang pria yang mengubah sejarah Mesir telah ditemukan kembali, mewakili salah satu penemuan terbesar dalam ekspedisi ini. Penelitian masih berlangsung, dan kami berharap akan ada penemuan lebih lanjut. 

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting
Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting

Makam ini diperkirakan berasal dari sekitar akhir abad ke-25 SM dan memiliki dimensi yang mengesankan: sekitar 42 meter panjang, 21 meter lebar, dan 4 meter tinggi. 

Di dalamnya, arkeolog menemukan kapel yang masih dalam kondisi sangat baik, dengan dekorasi cat yang memukau, dua ruangan yang berisi patung-patung, serta sebuah lorong panjang.

Selain itu, di dalam mastaba tersebut terdapat sebuah ruang pemakaman yang, sayangnya, telah dirampok pada masa kuno. Meskipun begitu, beberapa bagian dari pemakaman asli masih dapat ditemukan, termasuk tembikar, sisa-sisa persembahan, dan bahkan ikan yang telah diawetkan dalam mumi.

Namun, yang paling mencengangkan adalah penemuan sarkofagus Ptahshepses yang masih utuh dengan mumi lengkapnya yang terbaring di dalamnya. Analisis terhadap mumi tersebut mengungkapkan pejabat kuno ini mencapai usia 65 tahun, jauh lebih tua dari yang diperkirakan untuk periode waktu tersebut.

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting
Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Mesir, Berisi Mumi Orang Penting

Mastaba ini ditemukan di antara Abusir dan Saqqara, di wilayah piramida selatan Kairo, yang telah menjadi pusat penelitian arkeologi yang menarik bagi para ilmuwan dan sejarawan. 

Penemuan ini akan membantu mengungkap sejarah dan kehidupan Ptahshepses serta periode waktu di mana ia hidup dengan lebih mendalam lagi. Penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih baik tentang budaya dan masyarakat Mesir kuno serta peran yang dimainkan oleh individu seperti Ptahshepses dalam perkembangan sejarah mereka.

Sedang Menggali Daerah Rawa, Arkeolog Temukan Tujuh Pedang Berusia 3.000 Tahun
Sedang Menggali Daerah Rawa, Arkeolog Temukan Tujuh Pedang Berusia 3.000 Tahun

Sedang Menggali Daerah Rawa, Arkeolog Temukan Tujuh Pedang Berusia 3.000 Tahun

Baca Selengkapnya
Penemuan Makam Berusia 9.500 Tahun Ungkap Sejarah Munculnya Budidaya Tanaman Paling Awal
Penemuan Makam Berusia 9.500 Tahun Ungkap Sejarah Munculnya Budidaya Tanaman Paling Awal

Makam ini berasal dari Zaman Perunggu Awal, ditemukan di wilayah Turki.

Baca Selengkapnya
Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan, Isinya Bikin Arkeolog Terheran-heran
Makam Dukun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan, Isinya Bikin Arkeolog Terheran-heran

Tim arkeolog dari Peru dan Jepang menggali makam seorang dukun yang diyakini hidup sekitar 3.000 tahun lalu.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Arkeolog Temukan Gua yang Dipenuhi Lukisan Berusia 24.000 Tahun, Dibuat dengan Tanah Liat
Arkeolog Temukan Gua yang Dipenuhi Lukisan Berusia 24.000 Tahun, Dibuat dengan Tanah Liat

Ada 100 motif lukisan yang ditemukan, sebagian besar berupa gambar hewan.

Baca Selengkapnya
Lempengan Batu Berusia 3200 Tahun Ini Ungkap Alasan Unik Karyawan Zaman Mesir Kuno Bolos Kerja, Digigit Kalajengking Sampai Meracik Bir
Lempengan Batu Berusia 3200 Tahun Ini Ungkap Alasan Unik Karyawan Zaman Mesir Kuno Bolos Kerja, Digigit Kalajengking Sampai Meracik Bir

Alasan karyawan di zaman Mesir kuno bolos kerja unik-unik.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Ungkap Mumi Pria Berusia 1207 Tahun Ini Meninggal Karena Pembunuhan Sadis
Arkeolog Ungkap Mumi Pria Berusia 1207 Tahun Ini Meninggal Karena Pembunuhan Sadis

Arkeolog menjelaskan secara detail bagaimana pria ini dibunuh lebih dari 1200 tahun yang lalu.

Baca Selengkapnya
Batu Prasasti Berusia 3.000 Tahun Ditemukan, Ada Gambar Sosok Manusia dengan Dua Pedang
Batu Prasasti Berusia 3.000 Tahun Ditemukan, Ada Gambar Sosok Manusia dengan Dua Pedang

Arkeolog menemukan batu prasasti berbentuk manusia berusia 3.000 tahun di situs kuno pemakaman Las Capellanías di Cañaveral de León, Huelva, Spanyol.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Makam Pendeta Berusia 3.000 Tahun, Jasadnya Dikubur dengan Wajah Menghadap ke Bawah
Arkeolog Temukan Makam Pendeta Berusia 3.000 Tahun, Jasadnya Dikubur dengan Wajah Menghadap ke Bawah

Jasad pendeta yang ditemukan dalam makam kuno ini dikubur dengan posisi yang aneh.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Makam Keramat Berusia 1000 Tahun , Banyak Tulang Manusia dan Cangkang Kerang
Arkeolog Temukan Makam Keramat Berusia 1000 Tahun , Banyak Tulang Manusia dan Cangkang Kerang

Makam keramat ini ditemukan gabungan arkeolog Jepang dan Peru.

Baca Selengkapnya