Ini Paket Pertama yang Dikirimkan Burung Merpati
Merpati pos telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengirim pesan jarak jauh dengan kecepatan luar biasa.
Jauh sebelum teknologi penerbangan modern, masyarakat memanfaatkan merpati pos sebagai kurir udara andal untuk mengirim pesan jarak jauh. Seekor merpati pos terlatih mampu menempuh perjalanan 100 mil hanya dalam dua jam, jauh lebih cepat dibandingkan pengiriman melalui kurir berkuda yang bisa memakan waktu seharian atau lebih.
Mengutip Forbes, Selasa (11/2), pesan yang dikirim melalui merpati biasanya ditulis di kertas kecil, seperti perkamen atau vellum, lalu ditempelkan di kakinya dalam wadah tahan air agar tetap aman. Namun, sejarah mencatat penggunaan unik burung ini di abad ke-10.
Ketika seorang khalifah dari Dinasti Fatimiyah di Afrika Utara menginginkan 600 buah ceri dari Lebanon. Karena merpati hanya mampu membawa beban ringan, sebanyak 600 ekor merpati diterbangkan serentak, masing-masing membawa satu buah ceri ke Kairo—menjadikannya contoh awal pengiriman udara yang luar biasa.
Pada awal abad ke-20, konsep ini kembali diadaptasi oleh apotek di Jerman untuk mengantarkan obat-obatan penting menggunakan merpati pos.
Kemampuan Navigasi Merpati Pos
Merpati pos (Columba livia domestica) merupakan subspesies merpati batu yang dikenal karena kemampuannya untuk kembali ke lokasi tertentu meski dari jarak yang sangat jauh.
Kemampuan ini telah dimanfaatkan oleh manusia selama ribuan tahun, terutama dalam komunikasi di daerah terpencil atau dalam kondisi perang.
Burung ini menggunakan beberapa mekanisme navigasi, antara lain:
✅ Medan magnet bumi – Merpati memiliki reseptor khusus di paruhnya yang membantu mendeteksi medan magnet.
✅ Posisi matahari dan tanda visual – Mereka mengandalkan gunung, sungai, atau bangunan besar untuk menentukan arah.
✅ Indera penciuman tajam – Mereka dapat mengenali bau lokasi tertentu, mempermudah perjalanan pulang.
Bagaimana Melatih Merpati Pos?
Merpati pos harus diimprint pada kandang tertentu sejak kecil. Setelah terlatih, mereka bisa dibawa ke lokasi jauh dan dilepaskan, lalu kembali ke kandangnya dengan insting alaminya. Pesan dikirim menggunakan kapsul kecil yang diikatkan di kaki burung. Kecepatan terbangnya mencapai 50–65 mil per jam, bahkan bisa menempuh 600 mil dalam sehari.
Peran Krusial Merpati Pos dalam Perang
Pada Perang Dunia I dan II, merpati pos menjadi alat komunikasi vital bagi militer. Banyak dari mereka dianugerahi medali penghargaan karena keberaniannya dalam mengantarkan pesan di medan perang yang berbahaya.
Selain di medan perang, merpati pos juga digunakan oleh peradaban kuno seperti Mesir dan India sebagai alat komunikasi resmi yang efisien.
Kemampuan merpati ini merupakan hasil dari insting alami dan seleksi genetik. Meskipun semua merpati memiliki naluri untuk pulang, merpati pos telah dikembangbiakkan khusus untuk meningkatkan keterampilan navigasinya, menjadikannya salah satu metode komunikasi tertua dan paling mengagumkan dalam sejarah.