Kecerdasan Merpati Pos Bisa Mengirim Pesan dan Tahu Alamat yang Dituju, Pernah Jadi “Teknologi” Andalan Perang Dunia II, Cara Kerjanya?

Dulu merpati pos jadi andalan manusia mengirim pesan. Sebelum merpati, kuda pernah. Namun tak efisien. Lalu, bagaimana cara merpati bisa sampai tujuan?

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Kecerdasan Merpati Pos Bisa Mengirim Pesan dan Tahu Alamat yang Dituju, Pernah Jadi “Teknologi” Andalan Perang Dunia II, Cara Kerjanya?
Kecerdasan Merpati Pos Bisa Mengirim Pesan dan Tahu Alamat yang Dituju, Pernah Jadi “Teknologi” Andalan Perang Dunia II (Ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)

Sebelum adanya teknologi komunikasi modern, manusia harus mengandalkan metode kuno yang lebih lambat untuk mengirim pesan. Salah satu metode yang menarik adalah penggunaan merpati pos. Orang-orang dulu melibatkan pelatihan merpati untuk terbang antara dua titik untuk mengirim pesan.  Lalu bagaimana burung merpati bisa mengirim pesan dan sampai sesuai alamat?

Mengutip ScienceABC, Kamis (25/7), pada dasarnya kemampuan ini sebagian besar disebabkan oleh dua faktor utama: magnetoresepsi dan penggunaan landmark visual. Magnetoreception, yaitu kemampuan mendeteksi medan magnet bumi. Sementara landmark seperti sungai, jalan, dan bangunan untuk membantu mereka menavigasi.

Ketika merpati dilatih, mereka secara bertahap dibawa menjauh dari sarang mereka dan dilepaskan untuk menemukan jalan pulang. Proses ini memungkinkan mereka mempelajari dan mengenali berbagai landmark di sepanjang rute mereka 

Kuda Pernah Dipakai

Lebih dari 3.000 tahun yang lalu, pesan dikirim menggunakan kuda atau dengan berjalan kaki. Namun, metode ini tidak dapat diandalkan karena berbagai faktor seperti ketidakjujuran kurir, kecelakaan, kehilangan pesan, keterlambatan tak terduga, dan kurangnya privasi yang terjamin. 

Merpati dipilih untuk domestikasi karena mudah ditangkap, berkembang biak dengan cepat, dan relatif tenang. Merpati batu (rock pigeon) dipilih dan dikawinkan silang untuk menghasilkan merpati pos yang dapat menemukan jalan pulang mereka.

Ketika pesan ditulis dan disimpan dalam tabung kecil dari kaca atau logam, merpati pos dilepaskan untuk terbang pulang, mengirimkan pesan tersebut dan menghindari hambatan seperti lalu lintas, bencana alam, ketidakjujuran, dan kesalahan manusia.

Charles Walcott, seorang ahli biologi dari Universitas Cornell, menjelaskan bahwa Merpati memiliki kemampuan untuk menggabungkan panduan kompas dan landmark dalam navigasi rute yang dikenal. 

"Ini membuat mereka sangat andal dalam mengirim pesan,” jelasnya. 

Dipakai Perang Dunia II

Dalam sejarah, merpati pos memainkan peran penting dalam politik, diplomasi, dan operasi militer. Mereka digunakan untuk mengirim pesan selama perang, karena mereka dapat melewati garis musuh jauh lebih cepat daripada seseorang yang menunggang kuda.

Inilah sebabnya mereka disebut sebagai "merpati perang" dan terus digunakan hingga Perang Dunia II. Misalnya, Genghis Khan menggunakan merpati pos untuk tetap berhubungan dengan bagian-bagian terpencil dari kerajaannya.

Di Yunani kuno, merpati pos digunakan untuk mengumumkan acara-acara penting seperti Olimpiade. Pada abad ke-12, jaringan merpati pos yang luas didirikan antara Suriah dan Baghdad untuk menghubungkan kedua wilayah tersebut.

India memiliki salah satu pos merpati aktif terakhir, yang secara resmi dihentikan pada tahun 2002. Meskipun metode pelatihan dan media komunikasi bervariasi di berbagai belahan dunia, pentingnya burung sebagai pengirim pesan tetap konstan.

Rekomendasi