Bisakah Hewan Memprediksi Terjadinya Gempa Bumi melalui Perilakunya?
Ada yang percaya bahwa binatang bisa jadi tanda adanya kejadian alam seperti gempa. Tetapi, perlu dilakukan kajian secara ilmiah.
Tidak sedikit orang yang mengaitkan kejadian atau fenomena alam dengan perilaku hewan saat peristiwa terjadi. Misalnya terjadinya gempa Bumi atau Megathrust. Sebagian orang yakin bahwa perilaku hewan dapat menjadi petunjuk terjadinya sesuatu yang bakal terjadi. Tapi apakah itu benar?
Sebelumnya, mengutip U.S Geological Survey (USGS), Jumat (16/8), referensi paling awal yang dimiliki mengenai perilaku hewan yang tidak biasa sebelum terjadinya gempa bumi besar berasal dari Yunani pada tahun 373 SM.
Saat itu diceritakan binatang seperti tikus, musang, ular, dan kelabang dilaporkan meninggalkan habitatnya dan mencari tempat yang aman. Mereka melakukan itu beberapa hari sebelum gempa bumi dahsyat terjadi.
Tak hanya binatang-binatang itu saja. Namun bukti lain juga berlimpah mengenai hewan, ikan, burung, reptil, dan serangga yang menunjukkan perilaku aneh mulai dari beberapa minggu hingga detik sebelum gempa bumi.
Tetapi berdasarkan USGS, perilaku seperti itu sebelum kejadian seismik, serta mekanisme yang menjelaskan cara kerjanya secara ilmu pengetahuan, masih belum bisa diketahui. Beberapa ilmuwan dari China dan Jepang mencoba mempelajari misteri itu.
Pernah suatu ketika pada dekade yang lalu, China melakukan prakiraan gempa bumi. Mereka menganalis berdasarkan gempa kecil dan aktivitas hewan yang tidak biasa. Banyak orang memilih untuk tidur di luar rumah sehingga terhindar ketika gempa bumi.
Hal itu benar-benar terjadi dan menyebabkan kerusakan yang luas. Namun, biasanya tidak ada gempa bumi besar yang terjadi setelah aktivitas seismik semacam ini.
Dan sayangnya, banyak gempa bumi yang tidak didahului oleh peristiwa awal apa pun. Kemudian, kejadian gempa besar di China berikutnya tidak diketahui tanda-tanda perilaku hewan. Akhirnya, membuat ribuan orang tewas.