9 Hewan Ini Perilakunya Mirip Manusia
Berikut 9 jenis hewan yang memperlihatkan perilaku mirip manusia.
Perilaku yang mirip dengan manusia pada hewan tidak menunjukkan bahwa mereka berpikir atau bertindak persis seperti manusia.
Namun, hal ini terlihat dari cara mereka membangun hubungan sosial, mengekspresikan emosi, memiliki kepribadian, serta merespons lingkungan dan interaksi dengan sesamanya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sejumlah hewan dapat merasakan stres, empati, serta kedekatan emosional, bahkan memilih hubungan sosial yang lebih bermakna seiring bertambahnya usia.
Menurut Live Science pada Selasa, 6 Januari 2026, terdapat sembilan hewan yang menunjukkan perilaku yang sering dianggap "manusiawi".
1. Simpanse (Pan troglodytes) merupakan kerabat terdekat manusia. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018, ditemukan bahwa simpanse memiliki lima ciri kepribadian utama yang serupa dengan manusia, yaitu keterbukaan, kehati-hatian, keramahan, ekstroversi, dan neurotisisme.
Simpanse jantan yang lebih ramah biasanya memiliki ikatan sosial yang lebih kuat dan cenderung hidup lebih lama, layaknya manusia yang menjaga hubungan sosialnya.
Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa simpanse yang menua lebih memilih untuk berinteraksi dengan kelompok sosial yang lebih kecil dan bermakna, mirip dengan perilaku manusia saat bertambah usia.
Selain itu, simpanse juga diketahui meniru perilaku manusia, seperti melambaikan tangan, bertepuk tangan, hingga berciuman, serta terlibat dalam konflik terorganisir untuk mempertahankan wilayah, mirip dengan peperangan antarkelompok yang terjadi pada manusia.
Gorila
Gorila menunjukkan beragam sifat yang juga ditemukan pada manusia, termasuk variasi kepribadian baik di alam liar maupun di penangkaran.
Mereka berkomunikasi menggunakan ekspresi wajah dan gerakan tubuh, mirip dengan cara manusia menyampaikan emosi, serta menunjukkan perasaan seperti empati, kegembiraan, dan kesedihan.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa karakteristik kepribadian dan budaya gorila bervariasi antar kelompok, mirip dengan perbedaan budaya manusia di berbagai daerah, yang tergantung pada habitat tempat mereka tinggal.
3. Lumba-lumba Hidung Botol
Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) dikenal sebagai makhluk yang cerdas dan sosial. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa mereka memiliki sifat keterbukaan, kemampuan bersosialisasi, dan ketidaksetujuan, yang mirip dengan kepribadian manusia serta primata lainnya.
Para peneliti juga menemukan sifat tambahan yang disebut directedness, yang menggabungkan ketelitian dan rendahnya kecemasan, dan dianggap sebagai sifat yang unik pada lumba-lumba, tetapi tetap mencerminkan pola kepribadian yang kompleks seperti pada manusia.
Gajah Asia
Gajah Asia (Elephas maximus) memiliki otak yang besar dan jaringan sosial yang kuat, serta menunjukkan banyak perilaku yang mirip dengan manusia.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006, ditemukan bahwa gajah dapat mengenali diri mereka sendiri di cermin, mirip dengan cara manusia menyadari identitas mereka.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa gajah memiliki ingatan jangka panjang yang sangat baik, yang memungkinkan mereka untuk mengingat pengalaman masa lalu, sama seperti manusia.
Selain itu, penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa gajah mengalami proses "domestikasi diri" secara evolusioner, yang meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka dan mengurangi agresivitas, mirip dengan perkembangan sosial yang terjadi pada manusia.
5. Orca
Orca (Orcinus orca) adalah hewan yang hidup dalam kelompok keluarga yang sangat erat dan memiliki budaya sosial yang kuat.
Mereka melakukan aktivitas berburu, berbagi makanan, dan berkomunikasi dalam kelompok, mirip dengan interaksi manusia dalam komunitas keluarga besar.
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap orca yang berada di penangkaran menunjukkan bahwa mereka memiliki sifat ekstroversi, yang mencerminkan karakter manusia yang aktif secara sosial.
Di sisi lain, studi lain mengindikasikan bahwa lingkungan di sekitar mereka dapat memengaruhi perilaku orca, menunjukkan betapa kompleksnya interaksi sosial yang mereka miliki.
Tikus
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa tikus dapat menunjukkan perilaku prososial, seperti membantu tikus lain yang terperangkap tanpa mengharapkan imbalan, yang mirip dengan perilaku tolong-menolong yang kita lihat pada manusia.
Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung pada tahun 1958, tikus bahkan menolak untuk mengambil makanan jika itu berarti harus menyakiti tikus lainnya, mencerminkan sikap manusia yang menolak untuk menyakiti sesama.
7. Anjing
Anjing (Canis lupus familiaris) dikenal memiliki kepekaan yang tinggi terhadap emosi manusia. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 mengungkapkan bahwa anjing berupaya menghibur manusia yang sedang menangis, mirip dengan cara manusia merespons kesedihan orang lain.
Anjing yang mampu mengelola stresnya sendiri cenderung lebih cepat mendekati pemiliknya, yang menunjukkan kesamaan dengan empati yang dimiliki manusia.
Kuda
Kuda (Equus caballus) memiliki kemampuan untuk mengenali ekspresi wajah serta emosi manusia.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018, ditemukan bahwa kuda dapat mengaitkan suara, ekspresi wajah, dan keadaan emosional manusia, mirip dengan cara manusia membaca emosi dari lawan bicara mereka.
Kemampuan ini berperan penting dalam memperkuat hubungan emosional antara kuda dan pengasuhnya.
9. Kucing Domestik
Kucing (Felis catus) juga dapat membangun ikatan emosional dengan manusia, yang sangat bergantung pada perilaku pemiliknya.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa kucing melepaskan hormon oksitosin saat mereka dielus, mirip dengan reaksi manusia ketika merasa nyaman dan terhubung secara emosional.
Namun, ada penelitian lain yang mengindikasikan bahwa kucing cenderung menunjukkan kecemburuan lebih sering daripada empati, yang mencerminkan beberapa sifat emosional manusia.