Bagaimana Bau Dinosaurus? Ilmuwan Ungkap seperti Ini Aromanya
Orang-orang mencari tahu bagaimana bau dinosaurus kala hidup.
Orang-orang mencari tahu bagaimana bau dinosaurus kala hidup.
Bagaimana Bau Dinosaurus? Ilmuwan Ungkap seperti Ini Aromanya
Dinosaurus pernah menjadi makhluk yang paling berkuasa di Bumi. Dengan banyaknya dinosaurus dari berbagai jenis, terdapat kemungkinan bahwa aroma dari dinosaurus akan tersebar ke sekeliling lingkungannya. Lantas, bagaimana bau dari dinosaurus?
Melansir Blog Scientific American, Majalah Smithsonian, Ranker.com, Majalah New Scientist, dan CBS, Minggu (16/6), hingga saat ini pengetahuan mengenai bau/aroma dari dinosaurus masih sedikit.
Riley Black, seorang ahli paleontologi, mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan kurangnya pengetahuan manusia akan hal ini.
Bau dinosaurus belum dapat diketahui karena kurangnya bukti langsung mengenai aroma tersebut.
Penemuan dari kelenjar aroma dinosaurus di zaman sekarang pun kecil kemungkinannya. Fosil dinosaurus yang ditemukan bisa berbau, tetapi itu juga bukan bau dari dinosaurus yang masih hidup.
Meski bau dari dinosaurus masih sulit untuk diketahui, Museum Sejarah Alam Field di Chicago, Amerika Serikat pernah menambahkan sebuah fitur pada sebuah pameran Tyrannosaurus rex di museumnya. Di sana, pengunjung dapat mencium bau napas dari T.rex.
“Seperti apa baunya? Jawabannya adalah: buruk.”
Whitfield tidak percaya bahwa fungsi metabolisme bakteri yang mengurai daging busuk telah berubah selama jutaan tahun.
Oleh karena itu, ia yakin bahwa bau daging busuk yang ada sekarang sama dengan bau daging busuk di masa lalu.
Di samping bau mulut, tim pengembang pameran juga mencoba menghadirkan aroma dari kotoran T.rex.
Meskipun akhirnya tidak jadi ditampilkan, Whitfield mengatakan bahwa bau kotoran tersebut mirip dengan bau kotoran hiena.
Meski begitu, Jack Horner, paleontologi dari Museum of the Rockies di Montana, Amerika Serikat, mengatakan bahwa T.rex merupakan makhluk hidup paling busuk yang pernah ada, jauh melebihi hiena.
“Semakin besar Anda, semakin bau Anda, semakin menjijikkan Anda, semakin sedikit hewan lain yang akan mengganggu Anda,” ungkap Horner.