AI Temukan 303 Geoglif Baru Nazca, Hampir Gandakan Data Selama 100 Tahun
Tim Universitas Yamagata dan IBM Research menemukan 303 geoglif baru di Gurun Nazca menggunakan AI, mempercepat riset arkeologi yang mandek puluhan tahun.
Kemajuan kecerdasan buatan mendorong terobosan besar dalam studi Garis Nazca. Tim riset gabungan Universitas Yamagata dan IBM Research mengidentifikasi 303 geoglif baru di Gurun Nazca, Peru selatan, hampir menggandakan jumlah figur yang sebelumnya terdokumentasi.
Temuan tersebut dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dan dikutip dari IDR Jumar, Jumat (12/12). Penelitian ini menjadi percepatan dokumentasi terbesar sepanjang sejarah kajian Nazca.
Dalam waktu enam bulan, sistem AI berhasil mendeteksi ratusan figur yang sebelumnya luput dari survei manual selama hampir satu abad.
Teknologi ini menggabungkan citra drone dan foto udara beresolusi tinggi dengan model pembelajaran mendalam yang dilatih menggunakan data 406 geoglif tipe relief yang telah tercatat sebelumnya.
Karakter Geoglif dan Lokasi
Dari total temuan baru, sekitar 81,6 persen menggambarkan figur manusia, kepala terpenggal, dan hewan unta peliharaan. Berbeda dengan geoglif tipe garis berukuran besar yang berfungsi seremonial, geoglif tipe relief ini rata-rata berukuran sekitar sembilan meter.
Geoglif relief dibuat dengan mengikis batu permukaan untuk memperlihatkan tanah yang lebih terang. Banyak di antaranya ditemukan hanya beberapa puluh meter dari jalur pejalan kaki kuno, menunjukkan fungsi simbolik atau ritual yang dimaksudkan untuk dilihat dari jarak dekat, bukan dari udara.
Para peneliti mencatat perbedaan gaya dan lokasi tersebut mengindikasikan dua fungsi lanskap ritual: geoglif tipe garis untuk upacara komunitas, dan geoglif relief untuk pesan budaya berskala lebih kecil.
Proses Deteksi dan Verifikasi
Model AI memindai area seluas 629 kilometer persegi dalam potongan gambar kecil dan menghasilkan 47.410 titik potensial. Dari jumlah tersebut, tim lapangan melakukan verifikasi antara September 2022 hingga Februari 2023.
Hasilnya, keberadaan 303 figur baru dan 42 pola geometris tambahan berhasil dipastikan. Proses validasi ini memakan waktu sekitar 2.640 jam kerja lapangan.
Model AI juga efektif mendeteksi geoglif yang tersusun berkelompok, termasuk rangkaian naratif yang menggambarkan interaksi manusia dan hewan, serta adegan pemenggalan kepala yang merupakan ikonografi penting dalam budaya Nazca.
Dampak pada Pelestarian
Temuan ini berdampak langsung pada upaya konservasi Garis Nazca. Meski berada di wilayah gurun kering, situs tersebut menghadapi ancaman seperti banjir bandang, kendaraan ilegal, dan erosi.
Dengan bantuan AI, figur-figur rapuh dapat diidentifikasi dan didokumentasikan lebih cepat sebelum mengalami kerusakan. Selama hampir 100 tahun penelitian manual, sekitar 430 geoglif figuratif berhasil dicatat. Sementara itu, AI menambahkan 303 temuan baru hanya dalam setengah tahun.
Saat ini, masih terdapat sedikitnya 248 lokasi lain yang ditandai oleh sistem AI dan menunggu proses verifikasi lapangan.
Reporter Magang: Ahmad Subayu