Mengenal Tradisi Markusip, Cara PDKT Masyarakat Tapanuli Selatan
Tradisi Markusip, cara PDKT ala masyarakat Tapanuli Selatan yang dilakukan pada masa lampau.
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan jodoh, salah satunya Markusip dari Tapanuli Selatan.
Mengenal Tradisi Markusip, Cara PDKT Masyarakat Tapanuli Selatan
Tradisi Lama
Mengutip kebudayaan.kemdikbud.go.id, Markusip adalah aktivitas memadu kasih yang biasa dilakukan anak muda di Tapanuli Selatan pada masa lalu. Tradisi Markusip tersebar dan diwariskan secara turun-temurun secara lisan dalam bentuk yang relatif tetap.
Dilakukan Malam Hari
Ada hal unik di setiap pelaksanaan Markusip, yaitu hanya bisa dilakukan saat malam hari hingga larut secara diam-diam dan serahasia mungkin dan tidak dapat dilakukan pada siang hari. Tradisi semacam ini biasa ditemukan pada etnis Batak Mandailing dan Angkola saja.
Tetap pada Aturan Adat
Secara teknis, pelaksaan Markusip masih terikat langsung dengan aturan-aturan adat yang berlaku di masyarakat Mandailing dan Angkola. Tradisi ini berlangsung dari generasi ke generasi dengan proses belajar yang berlandaskan konsep, nilai, aturan serta norma yang berlaku di masyarakat.
Kehidupan orang Mandailing dan Angkola di masa lampau sangat taat pada aturan adat yang cukup ketat. Hampir seluruh aspek kehidupan sangat berkaitan dengan hukum dan aturan adat, salah satunya urusan pergaulan dalam muda-mudi.Pergaulan muda-mudi yang diatur dalam peraturan adat itu memicu dalam menjalin kasih atau soal percintaan harus dilakukan berlandaskan nilai-nilai budaya.
Dalam konteks tersebut, Tradisi Markusip tumbuh dan berkembang menjadi tradisi pergaulan muda-mudi Tapanuli Selatan.
Eksistensi Tradisi Markusip
Hingga saat ini, Tradisi Markusip sudah hilang dari masyarakat Tapanuli Selatan. Mungkin, cara melestarikannya hanya lewat karya tulisan atau bahkan secara lisan. Hal tersebut menjadi satu-satunya cara untuk melestarikan tradisi asli Tapanuli Selatan meski hanya lewat tulisan dan cerita saja.