Mengenal Tradisi Upah-Upah, Bentuk Ucapan Syukur Masyarakat Labuhan Batu
Tradisi upah-upah biasanya dilengkapi dengan jamuan kecil maupun besar serta doa dan selamat atas tercapainya suatu hal.
Tradisi upah-upah biasanya dilengkapi dengan jamuan kecil maupun besar serta doa dan selamat atas tercapainya suatu hal.
Mengenal Tradisi Upah-Upah, Bentuk Ucapan Syukur Masyarakat Labuhan Batu
Apa itu Tradisi Upah-upah?
Upah-upah merupakan tradisi yang berasal dari Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatra Utara.
Tradisi atau upacara upah-upah merupakan hasil dari akulturasi budaya masyarakat Tapanuli Selatan dan Riau. Tujuan utama dari diadakannya tradisi ini adalah untuk mengembalikan tondi ke individu atau kelompok yang diberikan upah-upah. (Foto : kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Tondi sendiri diartikan sebagai kekuatan, tenaga, dan semangat jiwa yang menjaga ketegaran rohani dan jasmani agar tetap seimbang, teguh, serta menjaga keselarasan dalam kehidupan.
Upah-upah Hajat Tercapai
Upah-upah ini diadakan sebagai bentuk atas rasa syukur karena impian, keinginan, harapan, atau pun permintaan sudah tercapai atau berhasil. Contohnya upah-upah bagi seseorang yang berhassil membangun usaha, berhasil masuk ke universitas impian, dan lain sebagainya.
Upah-upah Sembuh Sakit
Upah-upah ini dilakukan sebagai bentuk syukur karena keinginan untuk sembuh dari sakit sudah tercapai. Biasanya tradisi ini akan dilaksanakan oleh seseorang yang telah sembuh dari penyakit kronis tertentu.
@RahmayadiEdy)
Upah-upah Selamat
Upah-upah ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur karena selamat dari suatu bencana atau gangguan orang lain. Contohnya, upah-upah bagi yang selamat dari bencana alam longsor, selamat dari banjir bandang, dan sebagainya.
Upah-upah Khusus
Upah-upah ini diadakan ketika seseorang akan melalui fase kehidupan tertentu.