Penyebab Seseorang Kehilangan Suara dan Cara Untuk Mengatasinya
Kehilangan suara bisa disebabkan oleh penggunaan berlebihan, asam lambung, dan sebaiknya segera diperiksakan jika berlangsung lebih dari dua minggu.
Suara adalah bagian penting dari komunikasi manusia. Namun, ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan suara atau mengalami perubahan pada suara mereka. Mulai dari gangguan anatomi hingga masalah neurologis, berbagai faktor bisa memengaruhi kesehatan pita suara. Mulai dari gangguan anatomi hingga masalah neurologis, berbagai faktor bisa memengaruhi kesehatan pita suara.
Seperti halnya yang dialami Nawal (21), seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi ternama, ia datang ke kelas dengan suara yang serak. Hal ini terjadi karena beberapa hari yang lalu ia menghadiri konser band rock. Jika mengalami perubahan suara yang berkepanjangan, sebaiknya segera mencari pertolongan medis untuk menghindari risiko lebih besar.
Penyebab Umum Kehilangan Suara
Perubahan suara dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari infeksi virus hingga gangguan neurologis. Dilansir dari WebMD, menurut Christina Kang Rosow, MM, MS, CCC-SLP, seorang ahli patologi wicara medis dan guru vokal di Florida. “Perubahan suara terjadi karena banyak alasan. Bisa karena faktor anatomi, neurologis, atau bahkan sekadar tertular virus yang menyerang bagian yang salah,” katanya.
Sebuah studi dari Harvard Medical School menemukan bahwa 12,2 persen orang Amerika mengalami masalah suara pada tahun 2022, meningkat dari 7,6 persen satu dekade sebelumnya. Masalah suara ini bisa bersifat sementara, seperti setelah flu atau terlalu banyak berteriak di konser. Namun, jika suara serak berlangsung lebih dari dua minggu tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter spesialis THT.
Menurut Dr. Clark Rosen, direktur Voice and Swallowing Center di University of California-San Francisco, suara serak yang berkepanjangan bisa menjadi satu-satunya tanda awal kanker laring. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan perubahan suara yang tidak kunjung membaik.
Penyebab Umum Kehilangan Suara dan Cara Mengatasinya
Phonotrauma
Saat berbicara, pita suara kita bertabrakan dan bergetar lebih dari 100 kali per detik untuk menghasilkan suara. Jika terlalu sering digunakan, misalnya dengan berteriak atau berbicara terus-menerus tanpa istirahat, pita suara bisa mengalami cedera.
Dr. Adam Lloyd, asisten profesor otolaringologi di University of Miami, menjelaskan bahwa tekanan berlebih pada pita suara dapat menyebabkan pembengkakan kecil atau luka, yang disebut phonotrauma. Hal ini sering terjadi pada orang-orang yang pekerjaannya sangat bergantung pada suara, seperti guru, penyanyil, atau pekerja customer service.
Cara mengatasi:
- Beristirahat dari berbicara secara berlebihan.
- Menggunakan pesan teks atau email jika memungkinkan.
- Latihan vokal untuk mengurangi tekanan pada pita suara.
- Mempraktikkan kebersihan vokal yang baik, seperti berbicara dengan nada lebih rendah dan tidak memaksakan suara.
- Minum air yang cukup untuk menjaga kelembapan pita suara.
Masalah Otot
Tidak semua masalah suara berasal dari pita suara. Kadang-kadang, masalah terjadi di otot di sekitar pita suara. “Sekitar 35% hingga 40% pasien yang kami lihat di klinik suara tidak memiliki kelainan anatomis pada pita suara mereka, tetapi itu tidak berarti mereka tidak memiliki masalah suara,” kata Lloyd. “Mereka mungkin memiliki masalah fungsi otot atau masalah sensoris.”
Hal ini sering dikaitkan dengan postur tubuh yang buruk, seperti saat terlalu lama menunduk di depan layar komputer selama pertemuan daring.
Cara mengatasi:
- Latihan relaksasi otot untuk mengurangi ketegangan di leher dan laring.
- Terapi manual laring untuk melemaskan otot di sekitar pita suara.
- Mempraktikkan mindfulness dan teknik relaksasi progresif.
- Mengatur postur tubuh yang lebih baik, terutama saat bekerja di depan komputer.
Asam Lambung Naik
Laryngopharyngeal reflux terjadi ketika asam lambung naik ke pita suara dan bagian belakang tenggorokan, menyebabkan iritasi. “Salah satu alasan mengapa ini sering salah didiagnosis adalah karena tidak semua pasien dengan Laryngopharyngeal reflux mengalami heartburn, yang merupakan ciri khas GERD,” kata Clark Rosen, MD, direktur Voice and Swallowing Center di University of California-San Francisco.
Cara mengatasi:
- Menghindari makanan yang memicu reflux, seperti alkohol, cokelat, makanan pedas, dan berbasis tomat.
- Tidak makan larut malam.
- Menggunakan suplemen alginat yang membantu membentuk penghalang di perut agar asam tidak naik ke tenggorokan.
Masalah Saraf
Gangguan neurologis seperti spasmodic dysphonia adalah salah satu gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbicara. Kondisi ini menyebabkan kejang pada otot laring sehingga suara terdengar tegang dan sulit keluar.
Penyakit neurologis lain, seperti tremor esensial dan Parkinson, juga dapat menyebabkan perubahan suara. Bahkan, dalam beberapa kasus, perubahan suara bisa menjadi tanda awal Parkinson.
Cara mengatasi:
- Suntikan botox untuk mengurangi kejang pada otot laring.
- Terapi bicara untuk meningkatkan kualitas suara.
- Pengobatan Parkinson bagi pasien yang mengalaminya.
Mengatasi Dampak Emosional dari Kehilangan Suara
Kehilangan suara tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga emosional. Dr. Lloyd menekankan bahwa gangguan suara dapat memperlambat kehidupan sehari-hari. “Ketika seseorang mengalami masalah dengan suaranya, segalanya menjadi lebih lambat. Komunikasi sederhana seperti memesan makanan atau melakukan transaksi bisnis menjadi jauh lebih sulit.”
Selain itu, seseorang dengan suara yang berbeda dari biasanya mungkin merasa dihakimi atau diperlakukan secara berbeda oleh orang lain.Hal ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan.
Kehilangan suara bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari penggunaan suara yang berlebihan hingga gangguan neurologis. Mengenali penyebabnya dan segera mencari penanganan yang tepat dapat mencegah kondisi semakin memburuk. Selain itu, menjaga kesehatan suara dengan kebiasaan yang baik, seperti minum cukup air, menghindari makanan yang memicu reflux, dan beristirahat saat sakit, dapat membantu menjaga kualitas suara dalam jangka panjang.
Jika mengalami perubahan suara yang berlangsung lebih dari dua minggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter THT agar penyebabnya dapat diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.