Mata Sering Berkedip: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya, Tanda Masalah Kesehatan?
Mata berkedip adalah mekanisme alami, namun frekuensi berlebihan bisa jadi tanda masalah kesehatan. Kenali penyebab umum dan cara mengatasinya dalam artikel ini
Berkedip adalah respons alami tubuh untuk menjaga kelembapan dan kesehatan mata. Proses ini membantu membersihkan mata dari debu dan kotoran, serta melindunginya dari cahaya terang dan benda asing. Bayi dan anak-anak berkedip sekitar dua kali per menit, namun frekuensi ini meningkat menjadi 14 hingga 17 kali per menit saat mencapai usia remaja dan berlanjut hingga dewasa.
Namun, tahukah Anda bahwa berkedip yang berlebihan atau disertai gejala lain bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan mata? Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan neurologis yang lebih serius. Penting untuk memahami penyebab mata sering berkedip agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Lantas, apa saja penyebab mata sering berkedip dan bagaimana cara mengatasinya? Mari kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Penyebab Umum Mata Sering Berkedip
Menurut Healthline, berkedip berlebihan terjadi ketika refleks berkedip terlalu terstimulasi oleh sesuatu. Beberapa penyebab umum yang dapat memengaruhi orang dewasa dan anak-anak meliputi:
- Iritasi Mata: Paparan iritan seperti asap, polusi, serbuk sari, uap kimia, benda asing, atau debu di udara dapat menyebabkan mata berkedip lebih sering. Kondisi lain seperti mata kering, goresan pada permukaan mata (abrasi kornea), bulu mata yang tumbuh ke dalam (trikiasis), konjungtivitis (mata merah), peradangan pada iris (iritis), dan peradangan kelopak mata (blefaritis) juga dapat memicu respons serupa.
- Kelelahan Mata (Eye Strain): Mata lelah dapat terjadi setelah terlalu lama fokus pada satu hal. Beberapa penyebab umum meliputi berada di bawah cahaya yang sangat terang, membaca dalam waktu lama, atau menghabiskan waktu di depan komputer.
- Masalah Penglihatan: Gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), presbiopia (perubahan mata terkait usia yang memengaruhi penglihatan dekat), dan strabismus (mata tidak sejajar) dapat menyebabkan mata berkedip berlebihan sebagai upaya untuk memperbaiki fokus penglihatan.
Gangguan Gerakan dan Kondisi Kesehatan Mental
Selain penyebab yang berkaitan langsung dengan mata, gangguan gerakan dan kondisi kesehatan mental juga dapat memengaruhi frekuensi berkedip. Gangguan gerakan mata yang paling umum meliputi:
- Blefarospasme Esensial Jinak: Kejang pada otot mata menyebabkan mata berkedip cepat tanpa disengaja.
- Sindrom Meige: Blefarospasme yang terkait dengan kejang mulut dan rahang.
Kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, stres, dan kelelahan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya dan ketegangan mata, yang pada gilirannya dapat menyebabkan mata berkedip lebih sering. Dalam beberapa kasus, mata berkedip berlebihan dapat menjadi kebiasaan atau tic saraf.
Kondisi Serius yang Mendasari
Meskipun jarang terjadi, mata berkedip berlebihan dapat menjadi tanda dari kondisi neurologis yang lebih serius. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai meliputi:
- Penyakit Wilson: Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan tembaga dalam tubuh yang menumpuk di berbagai organ, termasuk otak. Selain mata berkedip berlebihan, gejala lain mungkin termasuk kecanggungan, meringis wajah, dan tremor.
- Sklerosis Ganda: Kondisi ini memengaruhi sistem saraf pusat. Gejala lain selain mata berkedip berlebihan termasuk masalah penglihatan, keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan mengendalikan otot.
- Sindrom Tourette: Kondisi ini menyebabkan gerakan tiba-tiba tanpa disengaja dan ledakan vokal. Ketika gerakan otot berada di sekitar mata, hal itu dapat menyebabkan mata berkedip berlebihan.
Menurut dr. Benjamin Bert, seorang dokter mata di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California, penyebab paling umum mata berkedip berlebihan adalah masalah pada permukaan mata. "Hal ini dapat berupa mata kering, alergi, atau infeksi," jelasnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun mata berkedip berlebihan seringkali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, ada beberapa gejala yang harus segera dievaluasi oleh dokter. Gejala-gejala tersebut meliputi:
- Cedera mata
- Abrasi kornea
- Konjungtivitis
- Iritis
- Blefaritis
- Miopia
- Strabismus
Jika mata berkedip berlebihan disertai dengan gejala neurologis lain, seperti kejang atau sentakan di sekitar wajah dan leher, segera cari pertolongan medis. Ini mungkin menjadi tanda kondisi neurologis yang mendasarinya.
Cara Mengatasi Mata Sering Berkedip
Perawatan untuk mata berkedip berlebihan tergantung pada penyebabnya. Dalam banyak kasus, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi frekuensi berkedip dan meredakan ketidaknyamanan:
- Istirahatkan Mata Secara Teratur: Batasi waktu menatap layar gawai dan komputer.
- Kompres Mata dengan Air Hangat: Ini dapat membantu meredakan iritasi dan peradangan.
- Gunakan Obat Tetes Mata Buatan: Obat tetes mata dapat membantu menjaga kelembapan mata dan mengurangi iritasi.
- Pastikan Tidur Cukup (7-8 Jam per Hari): Kurang tidur dapat memperburuk kondisi mata kering dan kelelahan mata.
- Hindari Pemicu Alergi: Jika alergi menjadi penyebabnya, hindari paparan alergen.
- Perbaiki Kebiasaan Buruk: Hindari bermain gawai sambil tiduran atau dalam ruangan gelap. Jaga jarak aman saat menggunakan gawai (sekitar 50-60 cm).
"Banyak waktu, berkedip berlebihan dapat dicegah jika Anda tahu apa penyebabnya," kata Healthline. Beberapa cara untuk mencegah mata berkedip berlebihan meliputi menghindari paparan iritan, menjaga mata tetap lembap dengan obat tetes mata, memeriksakan mata secara teratur, dan melakukan aktivitas relaksasi untuk mengurangi stres dan kelelahan.