Mata Berair? Kenali 7 Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya: Tanda Masalah Kesehatan Apa?
Mata berair bisa jadi tanda masalah kesehatan tertentu. Ketahui 7 penyebab umum mata berair dan cara mengatasinya, mulai dari iritasi hingga infeksi.
Mata berair adalah kondisi umum yang dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika mata memproduksi air mata berlebihan. Apakah Anda sedang tidak menangis atau mengiris bawang, lalu mengapa mata Anda berair? Mata berair bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Penting untuk mengetahui penyebab mata berair agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Dilansir dari Live Strong, menurut Barrett Eubanks, MD, seorang dokter mata di Murrieta, California, mata berair bisa menjadi petunjuk adanya kondisi mata yang mendasarinya. Terutama jika kondisi tersebut tidak mereda atau terjadi bersamaan dengan gejala lain. Lantas, mata berair tanda masalah kesehatan apa? Berikut adalah tujuh penyebab umum mata berair dan cara mengatasinya:
Artikel ini akan membahas penyebab umum mata berair, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian dokter. Dengan memahami penyebabnya, Anda dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi mata berair dan menjaga kesehatan mata Anda.
Iritasi Mata
Iritasi adalah penyebab paling umum mata berair. Ketika mata teriritasi, kelenjar air mata akan memproduksi lebih banyak air mata untuk membersihkan zat penyebab iritasi. Iritasi mata dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:
- Debu
- Asap
- Angin
- Bahan kimia
- Benda asing di mata
Menurut Dr. Eubanks, setiap kali mata Anda teriritasi, kelenjar air mata mulai memproduksi lebih banyak air mata untuk mencoba membilas zat yang mengganggu. Iritan lingkungan seperti asap, kabut asap, klorin kolam renang, dan bahkan cuaca kering atau berangin adalah penyebab umum yang juga dapat membuat mata Anda terasa berpasir atau berpasir.
Cara Mengatasi: Bilas mata dengan air hangat atau larutan saline untuk membersihkan iritan. Hindari menggosok mata karena dapat memperparah iritasi. Jika pembilasan tidak membantu, segera cari bantuan medis.
Mata Kering
Mata kering terjadi ketika mata tidak memproduksi cukup air mata atau kualitas air mata tidak memadai untuk menjaga kelembapan mata. Kondisi ini dapat memicu produksi air mata berlebihan sebagai respons kompensasi.
"Ketika mata mengering, kelenjar air mata dirangsang untuk menghasilkan air mata dalam jumlah berlebihan," kata Dr. Eubanks. Anda mungkin juga melihat peningkatan sensitivitas atau mengalami kemerahan, perih, atau terbakar.
Cara Mengatasi: Gunakan obat tetes air mata buatan untuk memberikan kelembapan pada mata. Selain itu, lakukan penyesuaian gaya hidup seperti istirahat lebih sering saat menggunakan layar komputer dan gunakan humidifier untuk menambah kelembapan udara. Jika kondisi mata kering tidak membaik, konsultasikan dengan dokter mata.
Alergi
Alergi dapat menyebabkan mata berair, gatal, merah, dan berair. Gejala alergi mata seringkali disertai dengan gejala alergi lainnya, seperti hidung tersumbat, bersin, dan ruam kulit.
Menurut Johns Hopkins Medicine, mata berair (bersama dengan gatal, kemerahan, atau berkerak) yang tampaknya menyerang saat Anda bangun atau setelah menghabiskan waktu di luar ruangan dapat disebabkan oleh alergi terhadap iritan seperti serbuk sari, ragweed, atau jamur.
Cara Mengatasi: Kompres dingin dapat meredakan iritasi dan menghentikan produksi air mata berlebihan. Selain itu, identifikasi dan hindari alergen penyebab alergi. Dokter mungkin merekomendasikan obat alergi atau obat tetes mata anti-alergi.
Konjungtivitis (Pink Eye)
Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi. Gejala konjungtivitis meliputi mata berair, merah, gatal, dan mengeluarkan kotoran.
Konjungtivitis, atau yang oleh dokter disebut konjungtivitis, adalah jenis peradangan yang terkadang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang dapat membuat mata Anda berair serta nyeri, gatal, merah, sensitif, dan berisi lendir.
Cara Mengatasi: Konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Konjungtivitis virus biasanya sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu. Konjungtivitis bakteri memerlukan antibiotik. Kompres dingin dapat membantu meredakan gejala.
Penyumbatan Saluran Air Mata
Saluran air mata berfungsi mengalirkan air mata dari mata ke hidung. Ketika saluran air mata tersumbat, air mata tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga menyebabkan mata berair.
Saluran air mata yang tersumbat, yang biasanya hanya memengaruhi satu mata, mempersulit mata Anda untuk mengalirkan air mata secara normal. Akibatnya adalah air mata berlebihan disertai kemerahan, bengkak, dan berkerak, serta peluang infeksi yang lebih besar, menurut Mayo Clinic.
Cara Mengatasi: Operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki saluran air mata yang tersumbat. Konsultasikan dengan dokter untuk membahas pilihan pengobatan yang tepat. Kompres hangat dapat membantu mengurangi iritasi.
Bintitan (Stye)
Bintitan adalah benjolan kecil berwarna merah seperti jerawat yang terbentuk di kelopak mata akibat infeksi pada kelenjar minyak. Bintitan dapat menyebabkan mata berair, nyeri, sensitif terhadap cahaya, dan mengeluarkan kotoran.
Kondisi ini menyebabkan mata Anda menghasilkan lebih banyak air mata (serta lendir) untuk mencoba melawan infeksi. Anda mungkin juga mengalami nyeri, sensitivitas terhadap cahaya, dan pengerasan kulit, kata AAO.
Cara Mengatasi: Kompres hangat pada area yang terkena selama 10 hingga 15 menit, tiga hingga lima kali sehari. Jangan mencoba memencet atau memecahkan bintitan karena dapat menyebabkan infeksi menyebar. Jika bintitan tidak membaik dalam beberapa minggu, konsultasikan dengan dokter.
Abrasi Kornea
Abrasi kornea adalah goresan pada permukaan kornea, lapisan bening di bagian depan mata. Abrasi kornea dapat disebabkan oleh benda asing, lensa kontak, atau cedera mata. Gejala abrasi kornea meliputi mata berair, nyeri, merah, penglihatan kabur, dan sensitif terhadap cahaya.
Abrasi kornea terjadi ketika sebuah benda (seperti logam, puing, atau bahkan kuku jari Anda) menggores permukaan mata Anda. Mereka dapat menyebabkan rasa sakit dan iritasi, bersama dengan mata berair, kemerahan, penglihatan kabur, dan sensitivitas terhadap cahaya, menurut Cleveland Clinic.
Cara Mengatasi: Konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai adanya abrasi kornea. Dokter dapat memeriksa goresan, meresepkan obat tetes mata atau salep antibiotik untuk mencegah infeksi, dan memasang lensa kontak perban untuk membantu penyembuhan abrasi. Obat tetes mata mati rasa juga dapat diresepkan untuk membantu mengatasi rasa sakit.
Kapan Harus ke Dokter?
Mata berair sesekali mungkin bukan masalah besar. Namun, segera konsultasikan dengan dokter mata jika mata Anda terus-menerus berair atau teriritasi, karena hal itu bisa menjadi tanda masalah seperti mata kering, alergi yang tidak terkendali, infeksi mata, atau cedera mata, kata Dr. Eubanks.
Bersama-sama, Anda dan dokter Anda dapat menentukan masalah yang mendasarinya dan mengendalikan air mata.
Penting untuk diingat bahwa informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis profesional. Jika Anda mengalami mata berair yang terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.