Masalah Lutut Kaku saat Bangun Tidur Bisa Terjadi Akibat Pengapuran Sendi
Pengapuran sendi atau osteoarthritis bisa terjadi sejak usia 40an dan menunjukkan gejala awal berupa lutut kaku.
Pengapuran sendi atau osteoarthritis bisa terjadi sejak usia 40an dan menunjukkan gejala awal berupa lutut kaku.
Masalah Lutut Kaku saat Bangun Tidur Bisa Terjadi Akibat Pengapuran Sendi
Pengapuran sendi atau osteoarthritis merupakan kondisi yang sering dialami oleh kelompok usia 45-50 tahun ke atas. Gejala yang umum dirasakan adalah kekakuan pada lutut saat bangun tidur.
Dr. Kiki Novito, Sp.OT(K), dokter spesialis bedah ortopedi konsultan panggul dan lutut lulusan Universitas Padjajaran, menyarankan agar kondisi ini tidak diabaikan, karena bisa menjadi tanda adanya pengapuran sendi.
"Usia di atas 45-50 tahun kalau bangun tidur nggak bisa langsung berdiri, pas mau gerak lututnya kaku nggak bisa langsung ditekuk, dia butuh sekian menit pelan-pelan baru bisa jalan, jadi hati-hati," kata Dr. Kiki dilansir dari Antara.
Kekakuan ini terjadi karena peningkatan derajat pengapuran sendi yang dinilai dari angka 0 hingga 4. Pada derajat 0, lutut masih dalam keadaan sehat, sedangkan pada derajat 1-2, kekakuan saat bangun tidur mulai terlihat.
Pada derajat yang lebih tinggi, rasa sakit dan kaku pada lutut akan berangsur hilang, tetapi sendi akan terasa sakit jika digunakan untuk berjalan jauh. Derajat 4 adalah yang paling berat, di mana tulang paha dan tulang kering sudah bertemu tanpa adanya tulang rawan di antara keduanya.
Aktivitas Fisik dan Olahraga
Untuk mencegah peningkatan derajat pengapuran sendi, Dr. Kiki menyarankan agar banyak melakukan aktivitas fisik yang memperkuat otot sendi. Aktivitas seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, dan latihan angkat beban sangat dianjurkan.
"Caranya melakukan gerakan aktivitas yang memperkuat otot sendi, agar cairan sendi merata harus ada gerakan, olahraga 30 menit seminggu 3-4 kali," ujarnya.
Olahraga ini penting dilakukan sedari muda karena memasuki usia 35 tahun, massa otot mulai berkurang. Tanpa latihan fisik, pengapuran bisa semakin parah karena massa otot yang berkurang mengurangi kekuatan fisik secara keseluruhan. Aktivitas fisik juga penting untuk menjaga berat badan ideal, sehingga tidak membebani sendi yang mengalami pengapuran.
Dr. Kiki, yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesian Hip and Knee Society, menekankan pentingnya gaya hidup sehat. "Karena tidak semua orang gemuk bisa pengapuran dan tidak semua pengapuran adalah orang gemuk, pasien kurus banyak karena lebih ke genetik, kalau mager massa otot berkurang membuat kekuatan fisiknya berkurang," jelasnya. Ini berarti pengapuran sendi bisa terjadi pada siapa saja, tidak hanya pada individu yang memiliki berat badan berlebih.
Gaya hidup sehat tidak hanya melibatkan olahraga, tetapi juga pola makan yang baik dan cukup istirahat. Menghindari aktivitas yang menimbulkan rasa lelah berlebihan juga penting, terutama bagi mereka yang sudah mengalami pengapuran sendi.