Bukan Soal Banyaknya, Ini Waktu Emas Minum Susu agar Tinggi Badan Maksimal, Tak Perlu Sampai 2 Liter!
Minum susu punya banyak manfaat, lho! Selain baik untuk tulang, ternyata waktu minum susu juga penting agar manfaatnya maksimal.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, susu dianggap sebagai minuman wajib agar anak tumbuh tinggi. Tak jarang orang tua menjadikan susu sebagai “ramuan ajaib” yang bisa membuat anak menjulang seperti pemain basket. Tapi benarkah semakin banyak susu yang diminum, maka semakin tinggi pula badan anak?
Salah satu pernyataan viral datang dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menceritakan bagaimana dua anak laki-lakinya berhasil mencapai tinggi badan 181 cm dan 185 cm. “Kenapa? Karena minum susunya diwajibkan sama ibunya dari kecil sampai SMA kelas 2, wajib. Bahkan saat masa pertumbuhan anak saya kecil minum susunya 2 liter per hari, jadi tulangnya besar-besar,” katanya dalam acara yang disiarkan secara virtual pada 28 Mei 2025.
Pernyataan ini pun menuai banyak diskusi. Tapi apakah benar susu sebanyak itu memang diperlukan? Atau sebenarnya ada strategi waktu yang lebih efektif?
Kunci Tinggi Maksimal: Bukan Banyaknya, Tapi Waktunya
Sejumlah pakar dan hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu minum susu bisa berpengaruh besar terhadap hasil pertumbuhan, termasuk tinggi badan.
1. Pagi Hari: Saat Tubuh Siap Aktif
Minum susu di pagi hari memberikan asupan kalori dan kalsium yang dibutuhkan anak untuk memulai aktivitas fisik. Kalori dari susu membantu tubuh memiliki energi, dan aktivitas fisik seperti bermain, berolahraga, atau sekadar berjalan kaki ternyata sangat penting dalam merangsang pertumbuhan tulang.
Sebab ketika anak aktif, sel-sel tulangnya ikut “bekerja”. Inilah yang mendorong tulang memanjang dan membesar. Beberapa aktivitas yang bisa mendukung pertumbuhan antara lain:
- Berenang
- Main lompat tali
- Bersepeda
- Main bola
- Yoga anak
Dengan kata lain, minum susu pagi hari + aktivitas = kombinasi ideal untuk menambah tinggi badan.
2. Malam Hari: Saat Hormon Pertumbuhan Bekerja
Malam hari, terutama sebelum tidur, menjadi momen penting lainnya. Susu yang diminum di malam hari akan membantu anak tidur lebih nyenyak. Tidur yang berkualitas mendukung produksi hormon pertumbuhan (HGH) secara optimal.
Susu mengandung karbohidrat yang membantu tubuh rileks. Dengan takaran tepat — bukan berlebihan — susu dapat membuat tubuh siap untuk istirahat yang berkualitas. Dan pada saat tidur nyenyak inilah, hormon pertumbuhan bekerja maksimal. Kombinasi susu + tidur cukup = pemulihan dan pertumbuhan alami tubuh yang lebih optimal.
Jangan Asal Campur Nutrisi
Banyak orang tua ingin menambahkan asupan zinc atau magnesium dari suplemen atau makanan lain. Tapi perlu hati-hati, karena kalsium dalam susu bisa menghambat penyerapan nutrisi penting lainnya seperti zinc dan magnesium jika dikonsumsi bersamaan.
Saran dari Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa untuk menghindari “kompetisi” antar mineral, sebaiknya konsumsi susu tidak dilakukan bersamaan dengan suplemen zinc atau magnesium.
Solusinya? Gunakan produk susu yang sudah dirancang mengandung zinc, magnesium, dan kalsium sekaligus — dengan formula yang menjaga penyerapan tetap optimal.
Usia Masih Menentukan
Pada dasarnya pertumbuhan tinggi badan masih mungkin terjadi hingga usia 19–21 tahun. Meski tidak seoptimal saat masa anak-anak, remaja tetap bisa tumbuh lebih tinggi selama:
- Asupan gizi seimbang (termasuk susu, sayur, buah, protein)
- Rutin olahraga (minimal 30 menit per hari, 3–4 kali seminggu)
- Tidur cukup dan berkualitas
- Menjauhi rokok dan alkohol
Bagi remaja berusia belasan yang mengonsumsi susu peninggi badan, waktu terbaiknya adalah pagi dan malam — sesuai aktivitas dan rutinitas tidur.
Jadi, Apakah Perlu Sampai 2 Liter Sehari?
Jawabannya: Tidak.
Jumlah konsumsi susu tidak perlu sampai dua liter per hari untuk menambah tinggi badan. Yang jauh lebih penting adalah waktu konsumsi, jenis aktivitas yang dilakukan, kualitas tidur, dan keseimbangan gizi lainnya.
Minum susu dalam jumlah wajar (misalnya 2 kali sehari dengan porsi 200–250 ml) sudah cukup, selama:
- Disertai aktivitas fisik harian
- Pola makan dan tidur dijaga
- Tidak ada gangguan penyerapan nutrisi
Tinggi badan memang bisa dipengaruhi genetik, tapi bukan berarti anak tanpa “bakat tinggi” tak bisa tumbuh optimal. Dengan pendekatan yang tepat — termasuk waktu minum susu yang strategis — semua anak punya peluang untuk tumbuh sehat dan tinggi maksimal.
Susu tetap jadi teman penting dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan, tapi bukan dalam jumlah besar. Fokus pada waktu terbaik (pagi & malam), aktivitas fisik, dan pola hidup sehat, dan tinggi badan bukan lagi sekadar impian.