Lutut Berbunyi saat Digerakkan, Apa Artinya? Ketahui Risiko Kesehatan yang Terjadi
Suara yang muncul saat menggerakkan lutut dapat disebabkan oleh osteoarthritis atau kondisi pengapuran pada sendi.
Banyak orang mengalami bunyi pada lutut saat menggerakkannya. Menurut Moch Nagieb, seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang berkonsentrasi pada panggul dan lutut di RS EMC Alam Sutera, fenomena ini tidak muncul tanpa sebab. "Lutut berbunyi disebabkan oleh pergesekan antara tulang femur (tulang paha) dan tulang tibia (tulang kering), atau antara tulang tempurung dengan tulang femur. Ada gesekan antara kedua tulang tersebut," ungkap Nagieb dalam acara Healthy Monday yang berjudul Inovasi Terkini Robotik: Semakin Akurat Mengatasi Masalah Lutut bersama Liputan6.com\.
Dia juga menjelaskan bahwa seharusnya tidak ada suara yang dihasilkan ketika tulang rawan bertemu dengan tulang rawan lainnya. Bunyi yang muncul bisa disebabkan oleh kondisi osteoarthritis atau pengapuran. Nagieb memberikan analogi bahwa tulang rawan yang mengalami pengapuran mirip dengan bagian dalam kelapa muda yang sudah diambil dagingnya. Ketika terkena benda lain, akan terjadi gesekan langsung yang menimbulkan suara. "Seringkali pasien tidak menyadari jika lututnya berbunyi, sehingga mereka menganggapnya sebagai hal yang normal. Namun, ketika nyeri mulai dirasakan, mereka akan segera mencari bantuan medis," tambahnya. Saat ini, ia mencatat bahwa kasus osteoarthritis sangat umum terjadi di poli ortopedi, dengan hampir 50 persen pasien mengeluhkan nyeri pada lutut.
Tak Semua Sakit Lutut Butuh Dioperasi
Namun, menurut Nagieb, tidak semua pasien yang mengeluhkan nyeri lutut memerlukan tindakan operasi. "Tidak (semua perlu operasi), jadi pada saat pasien datang ke poli ortopedi, maka yang pertama kali dilakukan oleh dokter adalah menganamnesa, bertukar pikiran dengan pasien." Dalam proses ini, beberapa pertanyaan penting perlu diajukan kepada pasien, seperti:
- Sejak kapan keluhan ini muncul?
- Dalam situasi apa nyeri tersebut muncul?
- Apa yang dapat mengurangi rasa nyeri, apakah cukup dengan istirahat, kompres, atau tindakan lain?
- Apakah nyeri ini mengganggu aktivitas sehari-hari?
"Itu semua dilakukan dalam wawancara, setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan klinis dengan memberikan tekanan baik aktif maupun pasif." Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah pasien mengalami rasa sakit atau pembatasan dalam pergerakan. "Untuk menentukan pasien osteoarthritis atau tidak maka dokter akan melakukan X-ray, dari X-ray dapat diketahui pengapuran pasien sudah grade berapa," jelas Nagieb.
Tingkat Keparahan Ostheoartitis
Nagieb menjelaskan bahwa osteoarthritis memiliki empat tingkat atau grade, yaitu grade satu, dua, tiga, dan empat. "Kalau stadium satu tidak perlu obat, tidak perlu dilakukan treatment apa-apa, hanya edukasi ke pasiennya. Yang penting do and don't-nya apa." Pada stadium dua, intervensi yang dilakukan meliputi pemberian painkiller (peredam nyeri), serta vitamin dan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan tulang rawan pasien. "Stadium tiga, dokter biasanya akan memberikan injeksi, suntikan vitamin atau suplemen cairan sendi yang dimasukkan ke dalam lutut." Ketika pasien mencapai stadium empat, tindakan operasi menjadi langkah yang diperlukan untuk mengatasi kondisi tersebut.
Oparasi Baru Dilakukan Jika Cedera Grade 4
Senada dengan pernyataan Nagieb, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi di RS EMC Alam Sutera, Albert Gandakusuma menjelaskan bahwa osteoarthritis pada grade 4 merupakan kondisi yang sangat serius pada lutut. "Grade (tingkat) empat itu artinya tulang rawannya sudah habis, sudah bone to bone, tulangnya sudah menempel sama sekali. Nah kalau begitu kita sudah tidak bisa memperbaiki. Seperti mobil, bannya sudah habis, kita enggak bisa apa-apakan lagi, kita bisa ganti dengan ban yang baru," ungkap Albert dalam keterangan yang sama.
Untuk mengatasi masalah pada lutut, bagian yang bermasalah dapat diganti dengan implan yang berfungsi sebagai sendi baru. "Jadi bukan tulangnya yang diganti, banyak orang berpikir itu lututnya diganti semuanya, bukan, bukan tulang, enggak semuanya diganti. Sudah tidak perlu mengganti tempurungnya, yang diganti adalah sendinya. Semakin sedikit sendi yang diganti, semakin nyaman lututnya seperti aslinya," jelas Albert lebih lanjut.
Prosedur penggantian sendi saat ini tidak hanya dilakukan dengan metode konvensional, tetapi juga dapat menggunakan bantuan teknologi robot, atau yang dikenal sebagai robotic surgical assistant. Dalam prosedur penggantian sendi lutut, robot berfungsi sebagai alat navigasi yang membantu dokter dalam melakukan tindakan dengan lebih efisien. Sebelum melakukan pemotongan tulang, robot dapat memberikan rekomendasi mengenai seberapa banyak pemotongan yang sebaiknya dilakukan, misalnya 9mm atau 10mm.
"Tapi semua itu kita (dokter) yang menentukan, di sini pengalaman penting, kalau tidak punya pengalaman, tidak punya basis yang baik tentu saja akan ikut terus apa yang dia (robot) bilang," tutup Albert.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/703825/original/Cedera-Tulang-Belakang-Neymar-1-140707.jpg)