Konsumsi Tinggi Gula Bisa Sebabkan Kolesterol, Ketahui Cara Kendalikan Konsumsinyai
Konsumsi gula tambahan dalam makanan sehari-hari dapat berdampak pada kadar kolesterol seiring berjalannya waktu. Bagaimana bisa terjadi?
Peningkatan kolesterol tidak hanya disebabkan oleh konsumsi lemak jenuh yang tinggi, tetapi juga oleh asupan gula yang berlebihan. Menurut artikel yang ditinjau oleh dokter spesialis penyakit dalam, Jennifer Robinson, MD., di laman WebMD, "Dari kopi manis setiap pagi hingga sekaleng soda untuk menemani makan malam, gula tambahan dalam pola makan harian Anda dapat memengaruhi kolesterol Anda seiring berjalannya waktu," . Jennifer juga menyebutkan bahwa 22 sendok teh gula tambahan yang dikonsumsi dalam sehari bisa menambah sekitar 350 kalori ekstra.
Perlu dicatat bahwa gula tambahan berbeda dari gula alami yang terdapat dalam buah atau susu. Gula tambahan meliputi pemanis yang ditambahkan ke makanan, seperti:
- Gula putih;
- gula merah;
- madu;
- pemanis buatan yang terbuat dari sirup jagung fruktosa tinggi.
Meskipun gula tambahan mengandung kalori, ia tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kalori kosong ini tidak hanya dapat memengaruhi berat badan dan meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga berkontribusi terhadap kadar kolesterol yang tidak sehat.
Jennifer menjelaskan, "Dan makanan manis memengaruhi hati Anda, yang menghasilkan kolesterol." Penting untuk diingat bahwa tubuh memerlukan kolesterol untuk berfungsi dengan baik. Kolesterol adalah komponen utama yang diperlukan tubuh untuk membangun sel-sel baru. Namun, kita harus menyadari adanya dua jenis kolesterol, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).
Jenis Kolesterol
Kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), yang sering disebut sebagai kolesterol jahat, dapat menyebabkan penumpukan zat seperti lilin dan lemak di dinding arteri jika kadarnya terlalu tinggi. Penumpukan ini berpotensi menyumbat arteri, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung atau stroke. Di sisi lain, kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) dikenal sebagai kolesterol baik. HDL berfungsi untuk mengangkut kelebihan LDL dalam aliran darah dan mengembalikannya ke hati, di mana zat tersebut akan dibuang dari tubuh. Selain itu, HDL juga berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
"Bila Anda mengonsumsi terlalu banyak gula, hati memproduksi lebih banyak LDL sekaligus menurunkan jumlah HDL dalam tubuh," ujar Jennifer. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara konsumsi gula dan kolesterol dalam diet sehari-hari. Dengan mengontrol asupan gula, kita dapat membantu tubuh menjaga kadar kolesterol yang sehat, serta mengurangi risiko masalah kardiovaskular yang serius.
Dampak Konsumsi Makanan Manis
Asupan kalori tambahan dari makanan manis dapat meningkatkan kadar trigliserida, yaitu sejenis lemak dalam darah yang berpengaruh terhadap kesehatan kolesterol. Trigliserida terbentuk ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan tubuh untuk energi. L
emak ini disimpan dalam sel lemak dan dilepaskan saat tubuh memerlukan energi di antara waktu makan. Selain itu, gula juga menghambat enzim yang diperlukan untuk memecah trigliserida, sehingga menghambat proses pembuangannya. Jika kadar trigliserida tinggi, bersamaan dengan tingginya LDL dan rendahnya HDL, kombinasi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam arteri. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke.
Cara Kurangi Konsumsi Gula
Pola makan yang kaya akan gula dapat menyebabkan berbagai masalah, tidak hanya pada kadar kolesterol, tetapi juga pada kesehatan secara keseluruhan. Mengurangi asupan gula tambahan dapat membantu mengurangi kalori kosong dan berkontribusi pada pemeliharaan berat badan yang sehat, yang sangat baik untuk kesehatan jantung.
Meskipun tubuh tidak memerlukan gula untuk berfungsi dengan baik, mengonsumsi gula dalam jumlah yang terbatas tidak akan membahayakan kesehatan. Untuk wanita, disarankan untuk membatasi konsumsi gula hingga 6 sendok teh per hari, sementara pria sebaiknya tidak melebihi 9 sendok teh setiap harinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengurangi asupan gula tambahan antara lain:
- Kurangi konsumsi permen, kue, atau biskuit.
- Hindari minuman ringan dan soda manis.
- Jauhi karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta.
- Batasi konsumsi minuman beralkohol.
- Gantilah sereal sarapan manis dengan makanan utuh seperti buah, oatmeal, dan yogurt.
- Periksa label makanan untuk mengetahui jumlah total gula tambahan yang terkandung.
Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah yang dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Selain itu, melakukan olahraga secara teratur juga dapat membantu membakar kalori ekstra yang masuk melalui pola makan yang mengandung gula. "Jika Anda ingin mengurangi asupan gula dan tidak yakin bagaimana memulainya, mintalah bantuan dokter atau ahli gizi," pungkas Jennifer.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2878008/original/054745300_1565600209-Infografis_7_Jurus_Turunkan_Kolesterol-rev.jpg)