Kolesterol Tinggi? Ini 5 Faktor Utama yang Perlu Diketahui
Tingginya kadar kolesterol dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk usia dan pola makan yang tidak sehat.
Kadar kolesterol yang tinggi, atau yang dikenal sebagai hiperkolesterol, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang berperan adalah usia; pada rentang usia 40 hingga 50 tahun, baik pria maupun wanita cenderung mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam darah, terutama kolesterol LDL.
"Peningkatan ini kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan metabolisme yang semakin menurun. Faktor yang sulit dikendalikan adalah faktor genetik, dimana terjadi kelainan di dinding sel yang menyebabkan hati terlalu banyak memproduksi LDL sehingga banyaknya LDL yang beredar di dalam darah," ungkap Yesi Herawati, S.Gz, RD, dietisien dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Yesi juga menjelaskan bahwa individu dengan riwayat keluarga yang memiliki hiperkolesterol, meskipun memiliki berat badan yang ideal, tetap berisiko mengalami kondisi yang sama. Selain faktor genetik, konsumsi makanan yang kaya akan kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans juga dapat berkontribusi terhadap tingginya kadar kolesterol.
"Contohnya adalah gorengan, makanan bersantan, ayam dengan kulit, kuning telur, jeroan, daging berlemak, dan seafood," jelas Yesi.
Dia juga menambahkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kadar kolesterol. Dengan berolahraga, seseorang dapat meningkatkan kadar lemak baik (HDL) dan mengurangi dampak buruk LDL dengan memperbesar ukuran partikel LDL tersebut.
Obesitas juga berperan dalam peningkatan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta berkontribusi pada penurunan kadar HDL. Pola makan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik semakin memperparah masalah obesitas.
"Apa lagi saat ini orang sudah dimanjakan dengan banyak kemudahan terutama alat transportasi, sehingga orang lebih banyak naik kendaraan daripada jalan kaki, lebih banyak duduk santai daripada mengerjakan pekerjaan rumah," tutup Yesi.
Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan kolesterol mereka.
Tingginya kadar kolesterol
Tingginya kadar kolesterol dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyempitan arteri, yang disebabkan oleh penumpukan plak serta pengerasan pada dinding arteri, suatu kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada penyakit jantung koroner, terutama jika aterosklerosis terjadi di arteri jantung.
"Penyakit jantung koroner dapat ditandai dengan keluhan nyeri dada atau angina, dan berisiko menyebabkan serangan jantung," jelas Yesi.
Selain itu, kondisi serupa juga dapat terjadi pada pembuluh darah di otak yang dapat mengakibatkan stroke, serta pada pembuluh darah lainnya seperti di tungkai, lengan, dan perut yang dapat menyebabkan penyakit arteri perifer.
Di samping masalah yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya kristal empedu yang dapat mengeras menjadi batu empedu.
"Mengingat risiko dari kolesterol tinggi, maka perlu dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah secara berkala," kata Yesi.
Pemeriksaan ini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung dan pembuluh darah, serta bagi individu yang mengalami kelebihan berat badan, hipertensi, atau diabetes. Untuk mencegah hiperkolesterol, terdapat lima langkah yang bisa diambil.
1. Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang Batasi konsumsi makanan tinggi kalori, terutama yang mengandung lemak dan karbohidrat berlebih. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet rendah lemak dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 13 persen.
Selain itu, hindari alkohol dan perbanyak konsumsi sayuran serta buah-buahan. Gunakan lemak tak jenuh untuk menurunkan LDL, seperti minyak zaitun, ikan salmon, dan jenis ikan lain yang kaya omega 3 tanpa digoreng, serta alpukat dan kacang-kacangan.
Berusaha mengurangi berat badan yang berlebih
Menurunkan berat badan akan secara otomatis mengurangi kadar kolesterol total dalam tubuh.
3. Lakukan olahraga secara rutin Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol di dalam tubuh. Sebaiknya, lakukan olahraga selama 30 hingga 60 menit setiap hari, seperti jogging, berlari, berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.
Berhenti merokok adalah langkah yang penting
Merokok dapat mengurangi kadar HDL dalam tubuh, yang berakibat pada peningkatan kadar LDL. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat mempercepat pembentukan plak di dalam arteri.
5. Menghindari stres Ketika seseorang mengalami stres, kadar LDL dalam tubuh cenderung meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menghindari stres, memenuhi kebutuhan tidur yang cukup, dan menciptakan kehidupan yang menyenangkan.
Lima langkah yang telah disebutkan di atas dapat membantu Anda untuk tetap beraktivitas tanpa perlu khawatir mengalami hiperkolesterol. Dengan demikian, lebih baik melakukan pencegahan daripada harus mencari pengobatan di kemudian hari.