Bukan Hanya Makanan, Ini Penyebab Lain Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Berikut penyebab kolesterol naik yang perlu diwaspadai.
Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh, terutama oleh organ hati. Meskipun sering dianggap berbahaya, sebenarnya kolesterol memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh.
Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab kolesterol naik serta cara mengatasinya.
Apa saja penyebab kolesterol naik yang perlu diwaspadai? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Gejala Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi sering disebut sebagai “pembunuh diam-diam” karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi dapat menyebabkan gejala yang jelas. Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:
- Nyeri dada (angina)
- Sakit kepala
- Kelelahan yang tidak biasa
- Mati rasa atau kesemutan di ekstremitas
- Xanthoma (penumpukan lemak di bawah kulit, terutama di sekitar mata)
Karena minimnya gejala, penting untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Penyebab Kolesterol Naik
Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kadar kolesterol dalam darah meningkat. Berikut adalah beberapa penyebab utama kolesterol naik:
1. Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama kolesterol naik. Beberapa jenis makanan yang perlu diwaspadai antara lain:
- Daging merah berlemak
- Jeroan
- Produk susu full cream
- Makanan olahan dan cepat saji
- Gorengan
- Makanan manis seperti kue dan cookies
2. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Aktivitas fisik yang cukup membantu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat).
3. Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama di area perut, dapat menyebabkan peningkatan produksi kolesterol LDL dan penurunan HDL.
4. Merokok
Kebiasaan merokok dapat menurunkan kadar HDL dan meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah.
5. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol total.
6. Faktor Genetik
Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik untuk memproduksi kolesterol lebih banyak atau memiliki kesulitan dalam membuang kelebihan kolesterol.
7. Usia dan Jenis Kelamin
Risiko kolesterol tinggi meningkat seiring bertambahnya usia. Wanita setelah menopause juga memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan hormon estrogen.
8. Penyakit Tertentu
Beberapa kondisi medis dapat mempengaruhi kadar kolesterol, seperti:
- Diabetes
- Hipotiroidisme
- Penyakit ginjal kronis
- Sindrom metabolik
9. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat dapat meningkatkan kadar kolesterol sebagai efek samping, misalnya:
- Kortikosteroid
- Beberapa obat antihipertensi
- Obat imunosupresan
- Pil kontrasepsi
Faktor Risiko Kolesterol Tinggi
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi. Adapun faktor-faktor risiko kolesterol tinggi yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Usia di atas 45 tahun untuk pria dan 55 tahun untuk wanita
- Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung dini
- Gaya hidup tidak sehat (merokok, kurang olahraga, pola makan buruk)
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Penyakit tertentu seperti diabetes dan hipotiroidisme
- Ras tertentu (orang Asia Selatan memiliki risiko lebih tinggi)
Pengobatan Kolesterol Tinggi
Penanganan kolesterol tinggi melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan medis jika diperlukan.
1. Perubahan Gaya Hidup
- Menerapkan pola makan sehat rendah lemak jenuh dan tinggi serat
- Berolahraga secara teratur (minimal 30 menit per hari, 5 kali seminggu)
- Menurunkan berat badan jika kelebihan
- Berhenti merokok
- Membatasi konsumsi alkohol
2. Pengobatan Medis
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup efektif, dokter mungkin meresepkan obat-obatan seperti:
- Statin: Menurunkan produksi kolesterol di hati
- Ezetimibe: Mengurangi penyerapan kolesterol di usus
- Bile acid sequestrants: Membantu tubuh membuang kolesterol
- PCSK9 inhibitors: Obat suntik untuk kasus kolesterol tinggi yang sulit diobati
- Fibrat: Terutama untuk menurunkan trigliserida
Pemilihan obat akan disesuaikan dengan kondisi individu pasien, termasuk faktor risiko dan riwayat kesehatan lainnya.