Diet Telur Rebus Diklaim Turunkan Berat Badan, Benarkah Efektif? Ini Kata Ahli
Diet dengan telur rebus dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Namun, penting untuk memperhatikan risiko kekurangan nutrisi.
Bagi para penggemar telur yang ingin menurunkan berat badan, diet telur rebus sering dianggap sebagai solusi instan yang menjanjikan hasil cepat. Diet ini pernah menjadi tren yang dikenal sebagai fad diet, bahkan dikabarkan diikuti oleh sejumlah selebritas dunia.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa metode ini belum tentu aman dan efektif untuk kesehatan dalam jangka panjang. Telur rebus memang terkenal sebagai sumber makanan yang bergizi. Kandungan protein yang tinggi dalam telur dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Oleh karena itu, muncul pola makan yang merekomendasikan konsumsi telur rebus sebagai menu utama untuk menurunkan berat badan. Jadi, apakah diet ini benar-benar efektif?
Menurut Everyday Health pada Rabu, 14 Januari 2026, diet telur rebus mengharuskan konsumsi dua hingga tiga butir telur rebus setiap hari, baik sebagai makanan utama maupun camilan. Diet ini menjadi viral setelah dikaitkan dengan beberapa tokoh publik, seperti aktris Nicole Kidman dan kolektor seni Charles Saatchi, yang dikabarkan menjalani diet tersebut untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat.
Cara Kerja Diet Telur Rebus
Dalam buku The Boiled Egg Diet yang ditulis oleh Arielle Chandler, dijelaskan bahwa diet ini mengikuti prinsip yang mirip dengan diet rendah karbohidrat, seperti diet Atkins. Pola makannya cukup ketat. Menu harian biasanya terdiri dari sarapan dengan minimal dua butir telur rebus, disertai dengan buah atau sayuran yang rendah karbohidrat. Untuk makan siang dan malam, telur tetap menjadi makanan utama, atau dapat diganti dengan sumber protein tanpa lemak seperti ayam atau ikan, ditambah sayuran rendah karbohidrat. Meskipun terlihat sederhana, para ahli gizi menilai pola makan ini tidak ideal jika hanya bergantung pada satu jenis makanan.
Hindari hanya melakukan diet telur
Lisa Young, seorang ahli gizi terdaftar dan penulis buku Finally Full, Finally Slim, menjelaskan bahwa meskipun telur memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, telur tidak seharusnya dijadikan satu-satunya sumber makanan. Sebuah telur rebus besar mengandung sekitar 71 kalori dan 6 gram protein, serta mengandung vitamin D dan kolin yang penting bagi kesehatan. Kolin sendiri berperan penting dalam fungsi otak, termasuk dalam meningkatkan memori dan mengatur suasana hati.
Di sisi lain, Amy Shapiro, seorang pakar nutrisi, menekankan bahwa tidak ada makanan yang dapat dianggap sebagai solusi instan untuk menurunkan berat badan. Walaupun telur dapat memberikan rasa kenyang yang membantu mengendalikan nafsu makan, penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini sangat penting bagi individu yang memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi, karena konsumsi berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan mereka.
Bahaya dan dampak yang mungkin timbul
Salah satu kekurangan utama dari diet yang hanya mengandalkan telur rebus adalah minimnya asupan serat. Telur tidak mengandung serat sama sekali, sedangkan orang dewasa memerlukan sekitar 25 hingga 38 gram serat setiap harinya.
Hal ini membuat individu yang mengikuti diet ini berisiko mengalami masalah sembelit. Selain itu, pembatasan kelompok makanan lainnya dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi penting yang berfungsi untuk mencegah peradangan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Walaupun pandangan bahwa telur dapat meningkatkan kadar kolesterol mulai dipatahkan, Shapiro mengingatkan bahwa telur tetap mengandung lemak jenuh. Dalam satu butir telur rebus, terdapat sekitar 1,6 gram lemak jenuh. Meskipun konsumsi telur setiap hari dianggap aman, hal ini tetap berlaku asalkan telur tidak menjadi satu-satunya sumber energi dalam pola makan sehari-hari.
Untuk menjadikan diet telur lebih sehat
Diet yang terlalu ketat biasanya sulit untuk dijalankan dalam waktu lama. Apabila ingin menambahkan telur dalam program penurunan berat badan, para ahli merekomendasikan agar menu yang disajikan tetap bervariasi. Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oatmeal, dan beras merah tetap diperlukan dalam pola makan. Selain itu, konsumsi sayuran dan buah-buahan sebaiknya mencapai minimal lima porsi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan serat tubuh. Penting juga untuk memvariasikan sumber protein, seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe. Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, serta minyak zaitun juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Diet dengan telur rebus memang dapat membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat karena rendah kalori. Namun, jika dilakukan terlalu lama tanpa adanya variasi makanan, diet ini dapat berisiko menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai pola makan ekstrem, terutama bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Dengan pendekatan yang tepat, penurunan berat badan dapat dicapai tanpa mengorbankan kesehatan.