Ahli Gizi Ungkap Risiko Kesehatan Diet Fibermaxxing Viral di Media Sosial
Para ahli gizi memperingatkan bahwa konsumsi serat yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan pencernaan dan keseimbangan nutrisi tubuh.
Tren diet fibermaxxing, yaitu pola makan yang menekankan peningkatan asupan serat, saat ini sedang menjadi topik hangat di media sosial. Banyak orang meyakini bahwa mengonsumsi serat dalam jumlah besar dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, membantu menurunkan berat badan, serta mencegah berbagai penyakit kronis. Namun, Luciana B. Sutanto, seorang ahli gizi klinis, mengingatkan bahwa konsumsi serat yang berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan jika tidak dilakukan dengan benar. Ia menyatakan, prinsip gizi seimbang harus tetap menjadi pedoman utama dalam pola makan.
Menurutnya, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan memiliki potensi untuk menimbulkan efek negatif, termasuk serat.
"Segala sesuatu yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Konsumsi serat berlebihan dapat mengurangi asupan makanan dari kelompok lain, seperti karbohidrat dan protein," ungkap Luciana dikutip dari Antara pada Minggu (1/2).
Dia juga menjelaskan bahwa kebutuhan serat harian bagi masyarakat Indonesia berkisar antara 30 hingga 37 gram. Jika asupan serat melebihi batas tersebut, keseimbangan nutrisi dalam tubuh bisa terganggu, padahal tubuh tetap memerlukan zat gizi lain seperti protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup.
Selain itu, konsumsi serat yang tinggi tanpa diimbangi dengan asupan cairan yang memadai juga dapat berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Salah satu masalah yang sering muncul akibat hal ini adalah sembelit.
"Konsumsi serat berlebihan, jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, dapat menyebabkan sembelit," tambah Luciana.
Meskipun begitu, Luciana menegaskan bahwa serat tetap memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Dengan demikian, penting untuk mengatur asupan serat secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.
Pahami Fungsi Serat Sebelum Mencoba Diet Fibermaxxing
Serat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk membantu melancarkan proses pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit. Selain itu, serat juga berfungsi untuk mengontrol berat badan dengan memberikan rasa kenyang yang lebih lama, serta menjaga kestabilan kadar gula darah. Di samping itu, serat berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, dan mengurangi risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar. Namun, untuk mendapatkan manfaat tersebut, penting bagi kita untuk mengonsumsi serat sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Oleh karena itu, Luciana mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh tren diet yang sedang populer di media sosial tanpa adanya dasar ilmiah yang jelas. Ia menekankan pentingnya mengikuti pedoman gizi yang dikeluarkan oleh lembaga resmi. "Sebaiknya mengikuti pedoman yang dianjurkan institusi yang bertanggung jawab. Anjuran konsumsi sayur dan buah, yang keduanya merupakan sumber serat, adalah setengah dari piring makan kita," ujarnya. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa asupan serat yang kita konsumsi benar-benar bermanfaat bagi kesehatan kita.
Pola Makan Sehat
Dia juga mengingatkan bahwa pola makan sehat tidak hanya berkaitan dengan satu jenis zat gizi, tetapi lebih kepada keseimbangan secara keseluruhan. Mengombinasikan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serta serat dalam porsi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Di tengah maraknya tren fibermaxxing, masyarakat diharapkan untuk lebih bijak dalam memilih pola makan. Alih-alih mengikuti tren, menerapkan gizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dianggap jauh lebih aman dan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan.