Apa Itu Diet Bebas Gluten? Perlukah Diterapkan di Kehidupan Sehari-hari?
Protein merupakan nutrisi penting bagi tubuh. Namun, beberapa orang menghindari gluten, yang juga merupakan jenis protein.
Gluten merupakan jenis protein yang terdapat dalam biji-bijian seperti gandum dan jelai. Protein ini memberikan sifat elastis pada makanan, sehingga membuatnya menjadi lebih kenyal dan nikmat. Makanan yang mengandung gluten umumnya adalah produk olahan seperti roti, kue, mi, pasta, dan pizza. Belakangan ini, banyak sekali pernyataan dan kampanye yang bertujuan untuk mempromosikan makanan bebas gluten. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa gluten dianggap berbahaya dan perlu dihindari, mirip dengan upaya kita dalam mengurangi konsumsi gula?
Manfaat Gluten
Seperti yang sudah kita ketahui, protein adalah salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Gluten, yang merupakan jenis protein, memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko terpapar logam berat beracun. Ikan, sebagai salah satu sumber makanan, sering kali berisiko terkontaminasi logam berat berbahaya seperti arsenik, merkuri, kadmium, dan timbal. Namun, senyawa protein gluten dapat membantu menetralisir racun yang dihasilkan oleh logam-logam tersebut. Selain itu, gluten juga memberikan manfaat yang signifikan bagi sistem pencernaan. Di dalam tubuh, gluten berfungsi sebagai prebiotik yang telah terbukti mampu merangsang aktivitas bifidobacterium di usus besar. Gandum yang kaya akan gluten mengandung prebiotik yang dikenal sebagai Arabinoxylan oligosaccharide.
Apa Itu Diet Gluten Free?
Diet bebas gluten, atau yang lebih dikenal dengan istilah gluten free, adalah pengurangan asupan gluten bagi individu yang memiliki kondisi medis tertentu. Kondisi-kondisi ini termasuk penyakit celiac, sensitivitas terhadap gluten, dan alergi gandum. Penyakit celiac merupakan suatu keadaan di mana sistem imun bereaksi negatif terhadap gluten, yang dapat dikategorikan sebagai gangguan autoimun. Reaksi tersebut dapat mengakibatkan peradangan dalam tubuh dan mengganggu proses penyerapan nutrisi. Namun, tidak hanya pengidap penyakit celiac yang merasakan dampak gluten; mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut juga bisa mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi gluten. Hal ini dikenal sebagai intoleransi gluten non-celiac.
Gejala yang sering muncul akibat intoleransi ini meliputi kembung, diare, nyeri perut, dan gangguan pencernaan lainnya. Selain itu, individu yang mengalami alergi terhadap gandum juga termasuk dalam kelompok yang perlu menerapkan diet gluten free. Meskipun jumlah orang dengan alergi ini relatif kecil, gejalanya bisa cukup serius. Beberapa reaksi yang mungkin terjadi jika seseorang mengalami alergi gandum antara lain gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, sakit perut, hingga kesulitan bernapas. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.