Dampak Kekurangan Protein, Bagaimana Kekurangan Protein Dapat Mempengaruhi Gula Darah dan Tekanan Darah
Kekurangan protein dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, memengaruhi kadar gula darah, tekanan darah, serta sistem kekebalan tubuh.
Dokter Gizi Marya Haryono mengingatkan bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan pada berbagai sistem tubuh. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kinerja mental seseorang.
Dalam jangka pendek, kekurangan salah satu mikronutrien penting ini dapat menyebabkan rasa lapar, kesulitan dalam berpikir, dan bahkan dapat mengganggu gula darah. "Tensi juga bisa naik turun, yang dengan cepat benar-benar bisa mengubah kondisi kesehatan seseorang," ungkap Marya dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.
Kekurangan protein juga dapat memiliki dampak negatif dalam jangka panjang, terutama bagi anak-anak dan orang dewasa. Marya menjelaskan bahwa pada anak-anak, kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Sedangkan bagi orang dewasa, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif seiring bertambahnya usia, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Jum'at(28/3/2025).
Apa Ciri-Ciri Kekurangan Protein
Selain disebabkan oleh konsumsi protein yang tidak mencukupi, kekurangan protein juga dapat terjadi akibat malnutrisi atau defisiensi nutrisi tertentu. Gejala yang muncul bisa terlihat dari perubahan pada rambut, kuku, atau bahkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
"Kalau secara total biasanya kelihatan tuh badannya mengurus," jelasnya. Oleh karena itu, Marya menekankan pentingnya asupan protein untuk menjaga sistem imun tubuh yang sehat, karena tanpa asupan protein yang cukup, tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit.
Mengandung Protein, Karbohidrat, serta Lemak yang Sehat
Penting untuk diingat bahwa meskipun asupan protein memiliki peranan yang sangat signifikan, konsumsi protein harus tetap diimbangi dengan karbohidrat dan lemak sehat. Ketiga makronutrien ini sangat diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dengan optimal. "Kalau kita hanya makan protein tapi lupa memenuhi karbohidrat, lemak yang baik, serta vitamin dan mineral yang cukup, protein akan dipaksa untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh yang lain," ujar Marya. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan prinsip gizi seimbang dalam pola makan sehari-hari.
Protein bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti tahu, tempe, putih telur, ayam, ikan, dan daging merah. Kamu dapat memilih sumber protein yang sesuai dengan selera dan kebutuhan tubuhmu, seperti ikan yang dimasak dengan bumbu pedas, tahu yang dicampur sayuran, atau menu lain yang kaya akan protein. Dengan variasi tersebut, kamu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara seimbang dan menyenangkan.
Menu Gizi Seimbang sangat Penting untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
Penting untuk tidak terjebak pada satu jenis menu yang kaku, seperti nasi putih yang disajikan dengan sayur terpisah dan lauk rebus. Anda dapat menerapkan prinsip gizi seimbang dengan cara yang lebih kreatif, misalnya dengan membuat sayur sop yang mengandung berbagai macam sayuran dan menambahkan potongan ayam ke dalamnya.
Makanan yang sehat tidak harus selalu disajikan dalam tampilan piring yang terstruktur rapi. Yang terpenting adalah memastikan bahwa asupan gizi yang diterima adalah lengkap dan seimbang. "Ini pun sudah menjadi pilihan makanan yang bernilai gizi seimbang," pungkasnya. Dengan menjaga keseimbangan asupan protein, karbohidrat, dan lemak, tubuh akan tetap sehat serta mampu mendukung kinerja sistem imun dan menjaga kestabilan kadar gula darah.