7 Makanan Penyebab Jerawat di Usia Dewasa yang Sering Tidak Disadari: Susu Oat Hingga Whey Protein!
Sering tidak sadar, inilah 7 makanan penyebab jerawat di usia dewasa yang harus dihindari, dari susu oat hingga whey protein. Simak penjelasan lengkapnya!
Siapa yang tidak ingin memiliki kulit wajah yang bersih dan bebas dari jerawat? Jerawat bukan hanya masalah bagi remaja, tetapi juga bisa menjadi masalah yang menjengkelkan bagi orang dewasa. Seringkali, kita sudah merasa menjaga kebersihan kulit dengan baik, namun jerawat tetap saja muncul. Salah satu faktor yang sering terlewatkan adalah makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Padahal, makanan tertentu dapat memicu peradangan dan mempengaruhi hormon, yang pada akhirnya menyebabkan masalah pada pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
Meskipun faktor genetik dan gaya hidup juga berperan penting dalam timbulnya jerawat, beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi atau dihindari untuk menjaga kulit tetap bersih dan sehat. Berikut adalah 7 makanan penyebab jerawat di usia dewasa yang sering tidak disadari, beserta penjelasannya:
Dilansir dari Eat This, Not That!, para dermatolog merekomendasikan untuk menghindari tujuh makanan berikut ini jika Anda ingin mencegah timbulnya jerawat dan menjaga kulit tetap bersih:
1. Susu Oat (Oat Milk)
Susu oat memang menjadi alternatif populer pengganti susu sapi, terutama bagi mereka yang intoleran laktosa atau vegan. Namun, tahukah Anda bahwa susu oat juga bisa menjadi penyebab jerawat pada sebagian orang? Karan Lal, Direktur dermatologi pediatrik dan bedah kosmetik di Scottsdale Arizona, menjelaskan bahwa susu oat memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan dapat berkontribusi pada timbulnya jerawat. "Saya sudah melihatnya sendiri!" ujarnya.
Hal ini disebabkan karena karbohidrat dalam susu oat dapat meningkatkan kadar gula darah, yang kemudian memicu peradangan dan produksi minyak berlebih pada kulit. Bagi Anda yang rentan terhadap jerawat, sebaiknya batasi konsumsi susu oat dan perhatikan bagaimana reaksi kulit Anda.
2. Whey Protein
Whey protein sering ditambahkan ke dalam smoothie dan shake sebagai sumber protein tambahan. Namun, konsumsi whey protein yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kulit, termasuk jerawat. Emily Wood, seorang dermatolog bersertifikat dari Marble Falls, TX, menjelaskan bahwa whey protein yang sangat terkonsentrasi setara dengan meminum 6-12 liter susu.
Alasan di balik ini terkait dengan efek whey protein pada insulin. Whey protein meningkatkan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), yang meningkatkan androgen, estrogen, dan proliferasi keratinosit. Androgen adalah hormon seperti testosteron yang meningkatkan jerawat, sedangkan proliferasi keratinosit menyebabkan peningkatan pembentukan komedo.
3. Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi
Makanan dengan indeks glikemik tinggi meliputi makanan ringan seperti kue, makanan manis, soda, nasi putih, roti putih, dan permen. Makanan-makanan ini telah dikaitkan dengan timbulnya jerawat. Dr. Wood menjelaskan bahwa makanan-makanan ini meningkatkan glukosa darah, yang kemudian meningkatkan peradangan dan produksi minyak di kulit.
Dr. Lal menambahkan bahwa gula secara umum memicu peradangan dan dapat menjadi makanan bagi bakteri dan jamur penyebab jerawat. Sebaiknya hindari gula rafinasi dan pilih sumber yang lebih sehat seperti buah-buahan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena jerawat.
4. Suplemen yang Mengandung Vitamin B6 atau B12
Mengonsumsi suplemen dengan Vitamin B6 atau B12 adalah praktik umum bagi banyak orang. Namun, Dr. Wood mengatakan bahwa suplemen ini dapat memperburuk jerawat. Salah satu teori mengapa hal ini bisa terjadi adalah karena vitamin B mengubah mikrobioma kulit, khususnya dalam hal mengubah perilaku Propionibacterium acnes (P.acnes). P. Acnes adalah salah satu pemain kunci dalam jerawat.
Meskipun vitamin B penting untuk kesehatan tubuh, konsumsi berlebihan melalui suplemen dapat mengganggu keseimbangan bakteri di kulit dan memicu peradangan.
5. Asupan Yodium Berlebihan
Menurut Dr. Wood, asupan yodium yang berlebihan dapat memperburuk jerawat. Yodium dalam jumlah tinggi umumnya ditemukan dalam rumput laut dan suplemen kelp. Suplemen rumput laut dan kelp juga dapat ditemukan dalam smoothie tertentu yang mengklaim dapat meningkatkan kesehatan kulit.
Dr. Wood menambahkan, berhati-hatilah dengan apa yang Anda minum, karena itu bisa memperburuk jerawat Anda. Agak tidak diketahui mengapa yodium memperburuk jerawat, tetapi tampaknya memperburuk peradangan dan meningkatkan produksi minyak.
6. Susu Rendah Lemak (Skim Milk)
Susu rendah lemak memang menjadi pilihan yang lebih sehat jika Anda sedang memperhatikan asupan lemak. Namun, susu rendah lemak justru dapat menyebabkan jerawat. Ada studi observasional yang menunjukkan peningkatan jerawat pada remaja yang minum susu rendah lemak. Ada beberapa teori mengapa hal ini terjadi:
- Hormon (seperti androgen dan insulin growth factor-1) ada dalam susu dan berkontribusi pada fluktuasi hormon dalam tubuh.
- Protein tertentu dalam susu rendah lemak dapat berkontribusi pada memburuknya jerawat.
- Susu rendah lemak meningkatkan kadar insulin lebih banyak daripada susu murni.
- Hipotesis lain mengaitkan keberadaan yodium dalam susu dengan memburuknya jerawat.
Dr. Lal menambahkan bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa susu rendah lemak terkait dengan jerawat dan diduga karena kandungan gula yang lebih tinggi! Sebagai gantinya, pilihlah susu almond atau susu murni.
7. Protein Berbasis Kedelai (Soy Based Protein)
Bagi vegan, vegetarian, dan lainnya yang memasukkan protein berbasis kedelai dalam makanan mereka, Dr. Lal mengatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan jerawat. Pada beberapa pasien, asupan kedelai yang berlebihan dapat memicu jerawat. Anda boleh makan kedelai, tetapi konsumsilah dalam jumlah sedang.
Meskipun kedelai memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memicu peradangan pada kulit.
Tips Tambahan untuk Mencegah Jerawat
Selain membatasi atau menghindari makanan-makanan di atas, ada beberapa tips tambahan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya jerawat:
- Pilih makeup non-komedogenik dan bebas minyak.
- Selalu bersihkan makeup sebelum tidur.
- Bersihkan kuas dan spons makeup secara teratur untuk menghindari akumulasi bakteri.
- Konsultasikan dengan dermatolog jika Anda memiliki jerawat persisten atau parah untuk mendapatkan rencana perawatan yang disesuaikan.
Ingatlah, pencegahan jerawat adalah proses berkelanjutan. Apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain, jadi penting untuk menemukan rutinitas yang cocok untuk jenis kulit dan gaya hidup Anda. Konsistensi adalah kunci dalam mencegah jerawat dan menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Mitos dan Fakta Seputar Jerawat
Banyak mitos beredar seputar jerawat yang dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman. Mari kita klarifikasi beberapa mitos umum dan fakta sebenarnya tentang jerawat:
- Mitos 1: Jerawat hanya menyerang remaja.
- Fakta: Meskipun jerawat memang lebih umum di kalangan remaja, orang dewasa juga dapat mengalami jerawat. Jerawat dewasa cukup umum, terutama pada wanita, dan dapat disebabkan oleh perubahan hormon, stres, atau faktor lingkungan.
- Mitos 2: Makanan berminyak dan cokelat selalu menyebabkan jerawat.
- Fakta: Hubungan antara diet dan jerawat masih diperdebatkan. Sementara beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi dan produk susu tertentu mungkin memperburuk jerawat pada beberapa orang, tidak ada bukti kuat bahwa makanan berminyak atau cokelat secara langsung menyebabkan jerawat pada semua orang.
- Mitos 3: Sering mencuci wajah akan menghilangkan jerawat.