5 Latihan Efektif Atasi Vaginismus Agar Hubungan Intim Tak Menyakitkan
Vaginismus bisa menjadi penghalang dalam hubungan intim. Kenali 5 latihan sederhana yang efektif mengatasi vaginismus dan meningkatkan kualitas hidup seksual.
Vaginismus adalah kondisi medis yang ditandai dengan kontraksi otot-otot di sekitar vagina secara tidak sadar. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit saat penetrasi atau bahkan membuatnya tidak mungkin terjadi. Vaginismus dapat memengaruhi kehidupan seksual dan emosional banyak wanita. Lalu, apa saja latihan yang bisa membantu mengatasi vaginismus?
Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor psikologis, fisik, atau kombinasi keduanya. Faktor psikologis meliputi kecemasan, trauma masa lalu, atau pandangan negatif terhadap seks. Sementara itu, penyebab fisik bisa berupa ketidakseimbangan hormon atau infeksi. Lalu, apa saja gejala yang muncul saat seseorang mengalami vaginismus?
Gejala vaginismus bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga nyeri hebat saat berhubungan seksual. Wanita dengan vaginismus juga mungkin mengalami kecemasan, rasa malu, bersalah, dan frustrasi. Kabar baiknya, ada beberapa latihan yang bisa membantu mengatasi kondisi ini.
Latihan Kegel
Latihan Kegel bertujuan memperkuat otot dasar panggul dan meningkatkan aliran darah ke area vagina. Sebuah studi dalam International Journal of Impotence Research menemukan bahwa latihan otot dasar panggul, termasuk Kegel, meningkatkan fungsi seksual pada wanita dengan disfungsi seksual, termasuk vaginismus.
Cara melakukan latihan Kegel cukup mudah. Anda hanya perlu mengencangkan dan melemaskan otot yang digunakan untuk menahan aliran urine. Mulailah dengan beberapa repetisi selama 10 detik, lalu tingkatkan durasi dan frekuensi kontraksi secara bertahap. Latihan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh American Academy of Family Physicians, latihan kegel dapat membantu wanita yang mengalami kesulitan mengontrol buang air kecil atau mengalami inkontinensia urin. Latihan ini pun dapat membantu wanita dengan vaginismus untuk mengontrol otot-otot vagina.
Pelvic Floor Drops
Pelvic floor drops melibatkan relaksasi dan pelepasan otot-otot dasar panggul. Latihan ini membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit di area tersebut. Sebuah studi dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa pelvic floor drops efektif mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi seksual pada wanita dengan vaginismus.
Untuk melakukan pelvic floor drops, duduk atau berbaringlah dalam posisi yang nyaman. Tarik napas dalam-dalam dan embuskan perlahan, biarkan otot-otot dasar panggul Anda rileks. Bayangkan otot-otot dasar panggul Anda turun dan menjauh dari tubuh Anda. Tahan relaksasi selama beberapa detik, lalu tarik napas dan ulangi latihan.
Latihan ini membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot dasar panggul. Ketegangan pada otot-otot dasar panggul dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual. Dengan melakukan latihan ini secara rutin, rasa sakit saat berhubungan seksual dapat berkurang.
Child's Pose
Child's pose adalah posisi yoga yang melibatkan duduk di atas tumit dengan lutut terpisah dan dahi bertumpu di lantai. Posisi ini membantu meregangkan dan melepaskan ketegangan di area panggul. Sebuah studi dalam Journal of Sex & Marital Therapy menemukan bahwa yoga, termasuk child's pose, dapat mengurangi gejala vaginismus.
Untuk melakukan posisi ini, berlututlah di lantai dengan lutut selebar pinggul. Kemudian, duduklah di atas tumit dan bungkukkan tubuh ke depan hingga dahi menyentuh lantai. Rentangkan tangan ke depan atau letakkan di samping tubuh. Tahan posisi ini selama beberapa napas dalam.
Posisi ini membantu meregangkan otot-otot di sekitar panggul dan mengurangi ketegangan. Selain itu, posisi ini juga dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Stres dan ketegangan dapat memperburuk gejala vaginismus.
Latihan Pernapasan
Latihan pernapasan membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan relaksasi selama aktivitas seksual. Praktikkan latihan pernapasan dalam, tarik napas perlahan dan dalam melalui hidung dan embuskan perlahan melalui mulut. Anda juga dapat mencoba menghitung napas atau memvisualisasikan pemandangan yang menenangkan untuk membantu merilekskan pikiran dan tubuh Anda.
Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Anxiety & Depression Association of America, latihan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan stres. Kecemasan dan stres dapat memperburuk gejala vaginismus. Dengan melakukan latihan pernapasan dalam, Anda dapat mengurangi kecemasan dan stres, sehingga gejala vaginismus dapat berkurang.
Latihan pernapasan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Anda bisa melakukannya saat merasa cemas atau tegang. Latihan ini juga bisa dilakukan sebelum berhubungan seksual untuk membantu merilekskan tubuh dan pikiran Anda.
Yoga
Yoga membantu meningkatkan fleksibilitas, sirkulasi, dan relaksasi di area panggul. Praktikkan pose yoga yang fokus pada peregangan dan pembukaan pinggul dan area panggul, seperti butterfly pose, pigeon pose, atau child's pose. Pastikan untuk mendengarkan tubuh Anda dan hindari pose yang terasa tidak nyaman atau menyakitkan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa yoga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi seksual pada wanita dengan vaginismus. Yoga membantu meregangkan otot-otot di sekitar panggul dan meningkatkan aliran darah ke area tersebut.
Selain itu, yoga juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala vaginismus. Dengan melakukan yoga secara rutin, Anda dapat mengurangi stres dan kecemasan, sehingga gejala vaginismus dapat berkurang.
Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa latihan-latihan ini efektif mengobati vaginismus. Penting untuk dicatat bahwa efektivitas latihan ini dapat bervariasi dari orang ke orang. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai program latihan baru.