Bercinta Hingga Terkencing-kencing, Apakah Normal atau Tanda Infeksi?
Keluarnya air kencing pada saat bercinta bisa terjadi akibat sejumlah hal berikut ini:
Pernahkah Anda merasa ingin buang air kecil atau bahkan mengalaminya saat bercinta? Meski tampaknya memalukan, kondisi ini ternyata lebih umum terjadi daripada yang Anda kira. Banyak wanita melaporkan kebiasaan ini, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari otot panggul yang lemah hingga tanda-tanda infeksi saluran kemih (ISK). Dilansir dari Healthshots, ketahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.
Apa Penyebab Terkencing-kencing saat Bercinta?
1. Otot Panggul yang Lemah
Otot panggul memiliki peran penting dalam menopang kandung kemih, rahim, dan organ panggul lainnya. “Kelemahan pada otot-otot ini, yang sering disebabkan oleh kehamilan, persalinan, penuaan, atau kurangnya latihan, dapat menyebabkan kesulitan mengontrol kandung kemih, terutama selama aktivitas seksual,” ujar Dr. Chetna Jain, seorang spesialis obstetri dan ginekologi.
Kelemahan ini membuat kandung kemih lebih rentan terhadap tekanan fisik selama bercinta, sehingga memicu kebocoran urin.
2. Kandung Kemih yang Overaktif
Kandung kemih overaktif (overactive bladder) ditandai dengan dorongan mendadak dan tak terkendali untuk buang air kecil. Menurut Dr. Jain, stimulasi fisik selama hubungan seksual dapat memicu respons ini, yang sering terjadi terutama saat mencapai orgasme.
National Health Service (NHS) Inggris menyebutkan bahwa kondisi ini, dikenal sebagai urge incontinence, sering menjadi bagian dari sindrom kandung kemih overaktif. Hal ini terjadi ketika otot kandung kemih menjadi terlalu aktif, menyebabkan kebutuhan mendesak untuk buang air kecil.
3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyebab umum kebocoran urin selama bercinta. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam BMC Infectious Diseases pada tahun 2023, ISK memengaruhi lebih dari 150 juta orang setiap tahun di seluruh dunia. “Tekanan fisik selama bercinta dapat memicu dorongan untuk buang air kecil akibat iritasi pada kandung kemih,” tambah Dr. Jain.
4. Masalah Anatomi
Kondisi anatomi tertentu, seperti prolaps organ panggul, juga dapat berkontribusi. “Prolaps organ panggul, di mana kandung kemih atau rahim turun dan menekan uretra, dapat menyebabkan kebocoran urin saat bercinta,” jelas Dr. Jain. Kondisi ini sering terjadi setelah melahirkan.
5. Inkontinensia Urin
Inkontinensia urin adalah ketidakmampuan kandung kemih untuk menahan urin dengan baik. Penelitian dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2018 menemukan bahwa sekitar 25 persen wanita dengan keluhan inkontinensia urin bulanan melaporkan kebocoran saat bercinta.
6. Rangsangan Seksual
Terkadang, rangsangan seksual dapat memicu refleks yang menyerupai dorongan untuk buang air kecil. “Aliran darah yang meningkat dan sensitivitas yang tinggi di area panggul dapat memicu refleks ini, yang menyebabkan kebocoran urin selama aktivitas seksual,” kata Dr. Jain.
Urin atau Ejakulasi Perempuan?
Banyak yang sulit membedakan antara kebocoran urin dan ejakulasi perempuan. Berikut adalah perbedaannya:
Sumber Cairan: Urin berasal dari kandung kemih, sedangkan ejakulasi perempuan berasal dari kelenjar Skene yang terletak di dekat uretra.
Penampilan Cairan: Urin biasanya berwarna kuning pucat, sedangkan ejakulasi perempuan biasanya jernih atau sedikit keruh.
Jumlah Cairan: Kebocoran urin biasanya dalam jumlah kecil hingga sedang, sedangkan ejakulasi perempuan dapat bervariasi, mulai dari beberapa tetes hingga semburan yang signifikan.
Cara Mengatasi Kebocoran Urin saat Bercinta
Jika Anda mengalami kebocoran urin selama bercinta, jangan khawatir. Ada beberapa cara untuk mengatasinya:
1. Latihan Otot Panggul
Latihan otot panggul, seperti senam Kegel, sangat efektif untuk memperkuat otot yang mengontrol kandung kemih. “Latihan ini membantu meningkatkan kekuatan otot, mengurangi risiko kebocoran, dan meningkatkan kontrol fungsi urin,” jelas Dr. Jain.
2. Pelatihan Kandung Kemih
Pelatihan kandung kemih melibatkan peningkatan bertahap waktu antara kunjungan ke kamar mandi. Dengan cara ini, Anda dapat melatih kandung kemih untuk menahan lebih banyak urin dan mengurangi dorongan mendadak.
3. Penggunaan Pessary
Jika prolaps organ panggul adalah penyebabnya, penggunaan pessary dapat membantu. “Pessary adalah alat medis yang dimasukkan ke dalam vagina oleh dokter untuk menopang organ panggul,” jelas Dr. Jain.
4. Pengobatan Medis
Obat-obatan tertentu, seperti antikolinergik dan agonis beta-3, dapat membantu mengontrol gejala kandung kemih overaktif. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.
5. Mengatasi Konstipasi
Konstipasi kronis dapat memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih dan otot panggul. Konsumsi makanan kaya serat, buah-buahan, sayuran, dan gandum utuh, serta minum banyak air, dapat membantu mengurangi tekanan ini.
6. Perawatan Infeksi
Jika ISK adalah penyebabnya, antibiotik yang diresepkan oleh dokter dapat membantu mengatasi infeksi. Selain itu, menjaga kebersihan dan minum banyak air juga penting untuk mencegah infeksi berulang.
7. Operasi
Pada kasus yang parah, seperti prolaps kandung kemih atau kerusakan otot panggul, intervensi bedah mungkin diperlukan. Operasi seperti pemasangan bladder sling dapat membantu mencegah kebocoran urin selama bercinta.
Jangan Abaikan Gejala
Kebocoran urin saat bercinta bisa terasa memalukan, tetapi hal ini tidak perlu membuat Anda malu untuk mencari bantuan medis. Kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala ini secara berulang.
Seperti yang disampaikan Dr. Jain, “Terkencing-kencing saat bercinta tidak selalu berkaitan dengan rangsangan seksual. Ini mungkin menjadi tanda inkontinensia urin atau infeksi yang memerlukan perhatian medis.” Dengan langkah yang tepat, Anda dapat menikmati hubungan intim yang nyaman tanpa khawatir.