Gairah Seksual Hilang Setelah Melahirkan? Begini Cara Mengembalikannya Menurut Ahli
Gairah seksual bisa menurun setelah melahirkan. Kenali penyebabnya dan temukan cara efektif meningkatkan libido serta mengembalikan gairah seksual Anda.
Setelah menjalani proses kehamilan dan persalinan yang luar biasa, tak sedikit ibu baru yang merasakan perubahan besar dalam kehidupan seksualnya. Sentuhan yang dulu terasa menggoda kini mungkin terasa seperti tugas tambahan, dan pikiran tentang bercinta bisa saja terdorong jauh ke belakang oleh tangisan bayi, cucian menumpuk, dan kurang tidur. Tapi tenang—Anda tidak akan selamanya kehilangan gairah seksual. Menurut para ahli, ada banyak cara sehat dan realistis untuk mengembalikan hasrat Anda secara perlahan.
Dalam artikel ini, kami merangkum tips dari dokter kandungan dan terapis seks untuk membantu Anda memahami bahwa masa kehilangan gairah ini normal dan bisa diatasi dengan langkah yang tepat.
1. Pulihlah Secara Penuh, Secara Fisik dan Emosional
Banyak orang mengira bahwa setelah enam minggu pasca melahirkan, tubuh sudah “siap” kembali berhubungan seks. Padahal, menurut Dr. Sherry Ross, ob-gyn sekaligus penulis She-ology, masa pemulihan tiap ibu berbeda-beda.
“Enam minggu hanyalah batas minimum. Banyak pasien saya yang butuh enam hingga sembilan bulan untuk merasa benar-benar pulih secara fisik dan hormonal,” jelasnya.
Perubahan hormon setelah melahirkan—penurunan estrogen dan progesteron—dapat menyebabkan baby blues, bahkan depresi postpartum. Semua ini tentu memengaruhi gairah seksual.
Oleh karena itu, penting untuk tidak terburu-buru. Dengarkan tubuh Anda, konsultasikan secara berkala dengan dokter, dan jangan merasa bersalah jika belum merasa siap. Fokuslah pada pemulihan secara menyeluruh sebelum mulai memikirkan keintiman kembali.
2. Rawat Diri dengan Cinta, Bukan Hanya Bayi
Ketika Anda baru saja menjadi ibu, kebutuhan dasar seperti tidur, makan, dan waktu untuk diri sendiri seringkali tersingkir. Padahal, menurut Dr. Lee Phillips, terapis seks bersertifikat dari New York, merawat diri adalah fondasi kembalinya gairah.
“Banyak ibu baru lebih menginginkan tidur nyenyak daripada seks,” ujar Dr. Ross. Maka, minta bantuan pasangan atau keluarga untuk bergiliran menjaga bayi, bantu menyelesaikan pekerjaan rumah, atau berikan Anda waktu jeda sejenak. Bahkan, tindakan kecil seperti dipijit ringan atau diizinkan tidur siang bisa jadi langkah awal yang menenangkan dan membuka ruang bagi intimasi.
Semakin Anda merasa dipedulikan dan tidak sendirian dalam beban perawatan bayi, semakin mudah juga untuk merasa rileks dan perlahan kembali merasa "hidup" secara seksual.
3. Komunikasi Terbuka dengan Pasangan Adalah Kunci
Masih belum merasa bergairah? Mulailah dari percakapan. “Pasangan perlu ikut ambil peran untuk membangkitkan kembali hasrat Anda. Ini bukan hanya tanggung jawab Anda,” kata Dr. Kelly Culwell, mantan petugas medis WHO.
Bicarakan apa yang Anda rasakan, apa yang membuat Anda nyaman atau justru canggung, dan hal-hal yang mungkin bisa membantu Anda merasa santai. Ceritakan juga memori indah soal hubungan seksual sebelum punya anak, atau mungkin fantasi baru yang ingin dicoba nanti.
Kadang, percakapan penuh kejujuran ini bisa membangkitkan gairah dengan sendirinya. Tapi kalaupun tidak, setidaknya Anda dan pasangan membangun kembali koneksi emosional yang penting untuk keintiman di masa mendatang.
4. Mulai dengan Sentuhan yang Lembut dan Perlahan
Mungkin dulu Anda bisa langsung masuk ke sesi panas bersama pasangan. Tapi setelah melahirkan, transisi dari “mode ibu” ke “mode sensual” tidak bisa secepat itu.
Menurut Dr. Christie Cobb, ob-gyn dari Arkansas, memulai dengan pelukan, pijatan lembut, atau bahkan ciuman ringan bisa menjadi jembatan menuju keintiman. Ia menyarankan untuk mengeksplorasi zona-zona sensitif lain seperti leher, punggung, atau telapak kaki, tanpa tekanan untuk langsung ke aktivitas seksual penuh.
Konsep “hasrat responsif” sangat relevan di masa ini—di mana gairah muncul setelah ada stimulasi, bukan sebelumnya. Jadi, beri diri Anda waktu untuk memulai dengan lambat dan nikmati prosesnya.
5. Jangan Lupa Lube!
Salah satu masalah paling umum dalam seks pascapersalinan adalah kekeringan vagina. Tapi tenang, ini mudah diatasi—cukup dengan pelumas. “Kurangnya pelumasan bisa mengurangi kenikmatan bagi kedua pihak, padahal ini salah satu masalah yang paling mudah diatasi,” ujar Dr. Cobb.
Pilih pelumas berbahan dasar air yang bebas aroma dan bebas zat aditif, karena area vagina mungkin lebih sensitif setelah melahirkan. Hindari juga pelumas “beraroma” atau “menghangatkan” yang bisa menyebabkan iritasi. Dan jika Anda menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi, hindari pelumas berbahan dasar minyak seperti minyak kelapa karena bisa merusak lateks.
6. Hormati Proses dan Jangan Terburu-Buru
Penting untuk diingat bahwa kembalinya gairah seksual bukanlah kompetisi. Tidak ada “waktu ideal” yang sama untuk setiap ibu. Anda bisa mulai lagi enam minggu, enam bulan, atau bahkan lebih lama—dan semuanya tetap valid.
Yang terpenting adalah Anda tidak merasa terpaksa, malu, atau bersalah. Tubuh Anda telah melewati pengalaman luar biasa: menciptakan, melahirkan, dan merawat manusia kecil. Hormati proses ini.
“Pada akhirnya, bayi akan tumbuh dan keluar dari rumah,” ujar Dr. Cobb. “Tapi hubungan Anda dengan pasangan bisa tetap hangat dan kuat jika kalian terus belajar berkomunikasi dan beradaptasi.” Intimasi bukan hanya soal seks, tapi tentang koneksi yang dibangun bersama—perlahan tapi pasti.
Seks Bukan Sekadar Aktivitas, Tapi Perjalanan
Mengembalikan gairah seksual setelah melahirkan bukan soal kembali ke “diri Anda yang lama”, tapi tentang menemukan versi baru dari diri Anda yang tetap bisa menikmati kedekatan fisik—dengan cara yang lebih sadar, lembut, dan penuh kasih.
Ingat, Anda tidak sendirian. Banyak ibu juga mengalami hal yang sama. Dan yang paling penting, gairah itu tidak benar-benar hilang—hanya tertidur sejenak, menunggu Anda bangunkan kembali, perlahan dan dengan penuh cinta.