Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Inkontinensia Urine Adalah Gangguan Buang Air Kecil, Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Inkontinensia Urine Adalah Gangguan Buang Air Kecil, Berikut Penyebab  dan Cara Mengatasinya

Inkontinensia Urine Adalah Gangguan Buang Air Kecil, Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Inkontinensia urine atau kebocoran urine adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat mengendalikan buang air kecil.

Inkontinensia urine atau kebocoran urine adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat mengendalikan buang air kecil.

Hal ini dapat membuat seseorang mengalami kebocoran urine secara tidak terduga, baik dalam jumlah yang sedikit maupun banyak.

Inkontinensia urine dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk melemahnya otot-otot dasar panggul, kerusakan saraf yang mengatur kandung kemih, infeksi saluran kemih, atau efek samping dari kondisi medis lainnya seperti diabetes atau penyakit Parkinson.

Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan, menyebabkan stres, malu, dan isolasi sosial karena kekhawatiran akan kebocoran yang tidak terduga.

Berikut beberapa penyebab inkontinensia urine dan cara mengatasinya yang merdeka.com lansir dari berbagai sumber:

merdeka.com

Penyebab Inkontinensia Urine

Penyebab Inkontinensia Urine

Penyebab inkontinensia urine dapat bervariasi, dan seringkali merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor, di antaranya:

1. Kelemahan Otot Panggul

Otak mengontrol otot-otot panggul, termasuk otot sfingter uretra yang mengontrol aliran urine.

Jika otot-otot ini melemah, maka kontrol atas buang air kecil menjadi terganggu, memungkinkan kebocoran urine terjadi.

Kelemahan otot panggul dapat terjadi karena penuaan, kehamilan, persalinan, operasi panggul, atau faktor genetik.

2. Obstruksi Saluran Kemih

Inkotinensia urine juga bisa disebabkan oleh nyeri atau hambatan dalam saluran kemih.

Obstruksi ini dapat terjadi akibat pembengkakan prostat pada pria, batu ginjal, atau infeksi saluran kemih yang menyebabkan penyempitan saluran kemih.

Ketika saluran kemih terhalang, tekanan dalam kandung kemih dapat meningkat dan menyebabkan kebocoran urine.

3. Gangguan Saraf

Saraf-saraf yang mengatur fungsi kandung kemih dan otot-otot yang terlibat dalam kendali buang air kecil dapat mengalami kerusakan atau gangguan.

Jika saraf-saraf ini tidak bekerja dengan baik, seseorang tidak dapat mengendalikan buang air kecil.

Gangguan saraf dapat terjadi akibat penyakit seperti diabetes, stroke, cedera tulang belakang, atau penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson's.

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih, terutama infeksi kandung kemih, dapat menyebabkan kebocoran urine.

Infeksi ini dapat mengiritasi kandung kemih dan menyebabkan keinginan yang mendesak untuk buang air kecil, bahkan ketika kandung kemih belum terisi penuh.

Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran urine pada beberapa kasus.

5. Kegemukan

Kegemukan atau obesitas juga dapat menjadi faktor penyebab inkontinensia urine.

Berat badan yang berlebih dapat menekan kandung kemih dan melemahkan otot-otot panggul serta sfingter uretra.

Hal ini mengakibatkan hilangnya kontrol atas buang air kecil dan menyebabkan kebocoran urine.

6. Konsumsi Kafein dan Alkohol

Kafein dan alkohol merupakan diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan merangsang kandung kemih untuk mengosongkan diri lebih sering.

Konsumsi berlebihan dari kedua zat ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkanontinensia urine.

Kedua zat tersebut juga dapat mengiritasi kandung kemih, menyebabkan keinginan yang lebih kuat untuk buang air kecil, dan meningkatkan risiko kebocoran urine.

7. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan inkontinensia urine sebagai efek sampingnya. Misalnya, obat diuretik yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan kebocoran.

Selain itu, beberapa jenis obat penenang, antidepresan, dan obat tidur juga dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih dan menyebabkan inkontinensia urine.

merdeka.com

Cara Mengatasi Inkontinensia Urine

Cara Mengatasi Inkontinensia Urine

Berikut cara mengatasi inkontinensia urine, antara lain:

1. Perubahan Gaya Hidup

Beberapa perubahan gaya hidup juga dapat membantu mengelola inkontinensia urine. Misalnya, menghindari minum terlalu banyak cairan sebelum tidur atau minuman yang mengiritasi kandung kemih, seperti alkohol atau kafein.

Selain itu, membersihkan kandung kemih secara teratur dan mengurangi konsumsi makanan pedas atau asam juga dapat membantu mengurangi gejala inkontinensia urine.

2. Pemasangan Kateter

Dalam beberapa kasus yang parah, pemasangan kateter dapat diperlukan. Kateter adalah tabung yang dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra untuk mengosongkan urine secara teratur.

Namun, penggunaan kateter harus diawasi secara ketat oleh tenaga medis dan hanya digunakan jika tidak ada metode lain yang efektif dalam mengelola inkontinensia urine.

3.  Pelatihan Kandung Kemih

Pelatihan kandung kemih melibatkan pembiasaan kandung kemih untuk menahan urine selama periode waktu yang lebih lama.

Dengan melatih kandung kemih untuk mengikuti jadwal buang air kecil yang ditentukan secara rutin, seseorang dapat mengurangi frekuensi buang air kecil yang tidak terkendali.

4. Terapi Perilaku

Terapi perilaku juga dapat membantu mengelola inkontinensia urine. Ini melibatkan mengidentifikasi kebiasaan buruk yang mungkin mempengaruhi kontrol kandung kemih, seperti sering menahan keinginan buang air kecil atau minum terlalu banyak cairan.

Dengan memodifikasi kebiasaan ini dan mengikuti rencana buang air kecil yang teratur, seseorang dapat meningkatkan kontrol kandung kemih dan mengurangi kejadian inkontinensia urine.

5. Penggunaan Alat Bantu

Beberapa alat bantu dapat digunakan untuk membantu mengelola inkontinensia urine. Misalnya, inkontinensia urine ringan dapat diatasi dengan menggunakan pembalut atau celana pelindung yang dirancang khusus untuk menyerap urine.

Alat bantu lainnya termasuk pakaian dalam penahan urine, alat bantu penguncian urin, dan alat bantu lainnya yang membantu mengurangi kehilangan urine.

6. Menghindari Makanan dan Minuman Pemicu

Beberapa makanan dan minuman seperti kafein, alkohol, makanan pedas, dan makanan asam dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih dan menyebabkan kelebihan produksi urine.

Menghindari makanan dan minuman ini atau mengurangi konsumsinya dapat membantu mengelola inkontinensia urine.

Penyebab Munculnya Permasalahan Buang Air Besar Tak Kunjung Keluar yang Kamu Alami
Penyebab Munculnya Permasalahan Buang Air Besar Tak Kunjung Keluar yang Kamu Alami

Tenesmus merupakan kondisi ketika muncul rasa ingin buang air besar namun tak kunjung kelaura.

Baca Selengkapnya
Cegah Dehidrasi dengan Mengecek Urine, Jaga Kesehatan Tubuhmu!
Cegah Dehidrasi dengan Mengecek Urine, Jaga Kesehatan Tubuhmu!

Kondisi dehidrasi bisa dicegah sebelum terjadi dengan sering mengecek urine.

Baca Selengkapnya
9 Kondisi yang Bisa Membuatmu Lebih Sering Buang Air Besar Dibanding Biasanya
9 Kondisi yang Bisa Membuatmu Lebih Sering Buang Air Besar Dibanding Biasanya

Buang air besar lebih sering dibanding biasanya bisa terjadi akibat sejumlah hal atau perubahan yang kita lakukan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mengapa Sakit Saat Kencing? Ternyata Ini Penyebabnya!
Mengapa Sakit Saat Kencing? Ternyata Ini Penyebabnya!

Nyeri saat buang air kecil bisa menjadi gejala dari berbagai infeksi .

Baca Selengkapnya
Cara Mengatasi Air Sumur yang Keruh, Bau dan Berminyak
Cara Mengatasi Air Sumur yang Keruh, Bau dan Berminyak

Sumur air memberikan keberlanjutan pasokan air, terutama saat terjadi gangguan pasokan air dari pihak ketiga.

Baca Selengkapnya
11 Gangguan Kesehatan yang Sebabkan Kantuk, Penting Diwaspadai
11 Gangguan Kesehatan yang Sebabkan Kantuk, Penting Diwaspadai

Kantuk bukan sekadar rasa lelah yang biasa, kondisi ini bisa menjadi sinyal dari tubuh kita bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Baca Selengkapnya
7 Penyebab Seseorang Sering Mengiler saat Tidur
7 Penyebab Seseorang Sering Mengiler saat Tidur

Meneteskan air liur atau biasa disebut mengiler saat tidur bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Baca Selengkapnya
Minum Kopi Bisa Munculkan Keinginan Buang Air Besar, Ini Penyebabnya
Minum Kopi Bisa Munculkan Keinginan Buang Air Besar, Ini Penyebabnya

Selain membuat mata melek, kopi juga bisa menjadi pelancar buang air besar terutama di pagi hari.

Baca Selengkapnya
Kulit Kering Bisa Disebabkan 10 Hal Ini, Berikut Cara Atasi dan Mencegahnya!
Kulit Kering Bisa Disebabkan 10 Hal Ini, Berikut Cara Atasi dan Mencegahnya!

Kulit kering kerap dialami oleh sebagian orang dan terkadang membuat estetika semakin berkurang.

Baca Selengkapnya