Wamendagri Ribka Haluk Harap Penyelesaian Konflik Papua Pegunungan Libatkan Tokoh Adat dan Gereja
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Papua Pegunungan secara damai. Ia berharap tokoh adat dan gereja berperan aktif dalam meredakan perselisihan demi pembangunan daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengharapkan setiap permasalahan di Papua Pegunungan (Papeg) diselesaikan dengan baik. Permintaan ini disampaikan di Wamena, Minggu, saat ia menghadiri prosesi adat perdamaian konflik suku. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga stabilitas wilayah.
Wamendagri menyarankan agar penyelesaian masalah tidak perlu dibawa ke pemerintah. "Penyelesaiannya dapat melibatkan tokoh gereja dan adat," katanya dalam keterangan di Wamena, Minggu. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat resolusi konflik yang kerap terjadi.
Menurut Ribka Haluk, penyelesaian masalah harus dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari keluarga, lalu kampung, dan jika perlu dilanjutkan ke kelurahan. "Supaya penanganannya dapat terarah dengan baik," ujarnya. Ini adalah upaya mencegah eskalasi konflik di daerah.
Peran Tokoh Adat dan Agama dalam Resolusi Konflik
Wamendagri Ribka Haluk menegaskan bahwa tokoh agama dan adat memiliki peran krusial dalam meredakan perselisihan di Papua Pegunungan. Mereka adalah pilar masyarakat yang dihormati dan memiliki pengaruh besar dalam menjaga keharmonisan. Keterlibatan mereka diharapkan dapat membawa solusi damai dan berkelanjutan.
Ribka Haluk menjelaskan bahwa masyarakat di Papeg sudah menerima Injil. Injil dianggap sebagai pintu kebenaran. Dengan landasan spiritual ini, ia berharap perselisihan keluarga hingga berbuntut konflik perang suku dapat dihentikan. Ini adalah seruan untuk kembali pada nilai-nilai perdamaian yang diajarkan agama.
Proses penyelesaian masalah yang melibatkan tokoh adat dan gereja ini dipandang sebagai cara yang paling sesuai dengan kearifan lokal. Metode ini memungkinkan penyelesaian konflik yang lebih humanis dan mengakomodasi kepentingan semua pihak. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan.
Pentingnya Persatuan Intelektual untuk Pembangunan Daerah
Wamendagri Ribka Haluk juga menyerukan kepada seluruh tokoh intelektual di Papua Pegunungan agar bersatu. Mereka tidak boleh terpecah belah satu dengan lainnya. Persatuan ini sangat penting agar mereka dapat bersama-sama membangun daerah menjadi lebih baik.
Ia berharap para intelektual dapat mendukung kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papeg, John Tabo-Ones Pahabol. Dengan bersatunya seluruh masyarakat asli Papeg sebagai keluarga besar, persatuan dan kesatuan akan terjaga dengan baik. Ini akan menjadi modal utama untuk percepatan pembangunan di daerah ini.
Keterlibatan aktif dari tokoh intelektual dalam pembangunan akan memberikan dampak positif yang signifikan. Mereka dapat berkontribusi dengan ide-ide inovatif dan solusi-solusi konstruktif. Hal ini akan membantu pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan.
Kehadiran Wamendagri dalam Prosesi Perdamaian
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menghadiri perdamaian konflik suku di Wamena. Prosesi ini dilakukan dengan adat yang dilaksanakan di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kehadiran ini menjadi simbol dukungan pemerintah pusat terhadap upaya perdamaian lokal.
Partisipasi Wamendagri dalam acara tersebut menegaskan bahwa pemerintah memandang serius setiap konflik yang terjadi di daerah. Dukungan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat dan tokoh adat. Tujuannya adalah terus berupaya menciptakan perdamaian abadi.
Prosesi adat perdamaian ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dengan upaya penegakan hukum. Dengan demikian, diharapkan konflik-konflik di masa depan dapat dicegah. Atau, konflik dapat diselesaikan dengan cara yang lebih efektif dan damai.
Sumber: AntaraNews