Wamendagri: PLBN Sebatik Kunci Dongkrak Ekonomi Perbatasan, Mengapa Sinergitas Penting?
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya sinergitas dalam memaksimalkan peran PLBN Sebatik di Nunukan untuk menggerakkan ekonomi warga perbatasan. Apa saja tantangan yang disoroti?
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Sabtu (04/10).
Dalam kunjungannya, Bima Arya secara tegas menekankan pentingnya sinergitas yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Sinergitas ini bertujuan untuk memaksimalkan peran strategis PLBN Sebatik dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan, mengingat masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah.
Sinergitas Kunci Peningkatan Ekonomi Perbatasan
Bima Arya Sugiarto menyoroti bahwa pembangunan di wilayah perbatasan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Ia menekankan bahwa koordinasi antar instansi sangat krusial agar roda ekonomi di perbatasan dapat berjalan seimbang dan optimal.
Masyarakat di perbatasan membutuhkan langkah nyata dan terkoordinasi dari pemerintah daerah serta pusat untuk merasakan manfaat pembangunan. Oleh karena itu, sinergitas menjadi fondasi utama dalam mencapai tujuan tersebut.
“Pak Bupati, Provinsi Kaltara, Forkopimda, untuk memaksimalkan kondisi (pembangunan) di perbatasan, (karena langkah) ini juga bisa menyejahterakan warga,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Optimalisasi Potensi Lokal dan Tantangan Ekonomi
Wamendagri meminta agar potensi aset dan hasil laut yang melimpah di wilayah Sebatik dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat setempat. Ia khawatir jika keuntungan dari potensi ini justru lebih banyak mengalir ke negara tetangga, bukan untuk warga lokal.
Selain itu, Bima Arya juga menyoroti besarnya aktivitas dan transaksi ekonomi yang dilakukan masyarakat Sebatik di wilayah negara tetangga. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan perekonomian daerah setempat jika tidak ada upaya konkret untuk mengarahkannya.
“Karena tadi kan banyak sekali demand dari warga untuk beraktivitas ekonomi di sana, jadi koordinasi apa selama ini yang dilakukan agar kita tidak banyak kehilangan begitu,” ujarnya, menegaskan perlunya strategi untuk mempertahankan potensi ekonomi di dalam negeri.
Dukungan Berbagai Pihak untuk Kemudahan Aktivitas Ekonomi
Bima Arya berpesan agar seluruh pihak terkait memberikan dukungan penuh untuk mempermudah kegiatan ekonomi di wilayah perbatasan. Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan manfaat dari pembangunan dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, di mana warga perbatasan dapat berpartisipasi aktif dan merasakan dampak positifnya. “Sehingga mempermudah aktivitas ekonomi yang justru terasa manfaatnya oleh warga,” tuturnya.
Dalam kunjungan penting ini, turut hadir sejumlah anggota Komisi II DPR RI, termasuk Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Giri Ramanda N. Kiemas, dan Ahmad Heryawan. Selain itu, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Makhruzi Rahman dan Bupati Nunukan Irwan Sabri juga turut mendampingi Wamendagri.
Sumber: AntaraNews