Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Sekretariat Negara, sedang serius memperkuat ekonomi dan konektivitas lintas batas. Upaya ini difokuskan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi kawasan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.
Penguatan tersebut dilakukan melalui forum monitoring dan evaluasi (monev) yang melibatkan Staf Sekretariat Dukungan Kabinet (Setdukab) Kemensetneg. Kunjungan pada Kamis (30/10) ini merupakan bagian dari mandat Presiden untuk memastikan efektivitas proyek strategis nasional. Tujuannya adalah agar pembangunan di perbatasan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Monev ini secara spesifik mengevaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021. Inpres tersebut berfokus pada percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan Aruk, Motaain, dan Skouw. Forum ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengakselerasi ekonomi lintas batas dan memperkuat arah pembangunan.
Advertisement
Advertisement
Staf Sekretariat Dukungan Kabinet (Setdukab) Kemensetneg, Pramaartha Sese Lanti Pode, menyatakan bahwa monev merupakan bagian integral dari mandat Presiden. Hal ini untuk memastikan proyek strategis nasional di kawasan perbatasan berjalan efektif. Pramaartha menegaskan pentingnya manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya sekadar pembangunan fisik.
“Kami hadir di Motaain untuk mendengar langsung kendala di lapangan. Pembangunan kawasan perbatasan harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar proyek fisik,” kata Pramaartha dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, turut menegaskan urgensi forum evaluasi ini. Forum tersebut krusial untuk memperkuat sinergi antarpihak dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang produktif dan berdaya saing. PLBN Motaain memiliki peran vital sebagai penghubung dua negara.
Advertisement
“PLBN Motaain bukan sekadar pintu lintas negara, tetapi gerbang ekonomi yang menghubungkan masyarakat dua bangsa. Kami berkomitmen agar pelayanan dan aktivitas ekonomi lintas batas terus meningkat dengan dukungan seluruh pihak,” ujar Maria Fatima Rika.
Advertisement
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu mencatat beberapa proyek strategis di kawasan PLBN Motaain telah menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek-proyek ini dirancang untuk meningkatkan perekonomian lokal dan konektivitas antarnegara. Kemajuan ini menjadi indikator positif dari upaya percepatan pembangunan ekonomi.
Beberapa proyek yang mengalami kemajuan signifikan meliputi:
- Pembangunan kawasan peternakan terpadu Sonis Laloran.
- Pembangunan pasar rakyat untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
- Pembangunan SPBU Lakafehan untuk memenuhi kebutuhan energi.
- Pengembangan wisata religi Patung Bunda Maria Motaain yang menarik lebih dari 120.000 wisatawan sepanjang tahun 2025.
Advertisement
Meskipun demikian, tidak semua proyek berjalan mulus. Beberapa inisiatif masih menghadapi kendala teknis yang perlu segera diatasi. Kendala ini menjadi fokus perhatian dalam forum monev untuk mencari solusi terbaik.
Proyek yang tercatat masih menghadapi kendala teknis antara lain pembangunan rumah potong hewan (RPH) ekspor dan embung air baku di wilayah Lamaknen dan Lookeu. Pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi guna mempercepat penyelesaian proyek-proyek ini.
Advertisement
Langkah penguatan koordinasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan PLBN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. PLBN diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pos pemeriksaan lintas batas, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian regional. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan.
Tim Setdukab Kemensetneg bersama jajaran OPD Kabupaten Belu melakukan peninjauan lapangan. Kunjungan ini dilakukan ke sejumlah proyek strategis di Silawan dan Atapupu. Peninjauan ini untuk melihat langsung progres dan kendala yang ada di lapangan.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang maju. Tujuannya adalah menciptakan wilayah yang berdaya saing dan menjadi etalase kemajuan Indonesia di beranda timur negeri. Dengan demikian, PLBN Motaain dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan di perbatasan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews