Sekda DIY Dorong ASN DIY Kontribusi Strategis, Tinggalkan Sekadar Rutinitas
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta ASN DIY kontribusi strategis dalam menyelesaikan isu-isu daerah, tidak hanya berkutat pada rutinitas birokrasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ni Made Dwipanti Indrayanti, baru-baru ini menyerukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya. Ia meminta agar para ASN tidak hanya terpaku pada pekerjaan rutin. Seruan ini disampaikan pada pelantikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.
Ni Made menekankan pentingnya kontribusi langsung ASN terhadap penyelesaian isu-isu strategis daerah. Hal ini bertujuan agar jabatan fungsional tidak sekadar menghasilkan angka penilaian kinerja. Namun, dapat memberikan dampak nyata yang terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi perubahan paradigma dalam birokrasi. Pendekatan kini tidak lagi berorientasi pada prosedur semata. Sebaliknya, harus diarahkan pada kontribusi relevan sesuai kebutuhan masyarakat serta agenda pembangunan daerah.
Transformasi Peran ASN dan Reformasi Birokrasi
Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan bahwa pelaksanaan tugas ASN dalam jabatan fungsional kini terhubung langsung dengan kualitas pembangunan. Oleh karena itu, setiap ASN DIY diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan. Mereka harus memastikan bahwa setiap upaya birokrasi berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga menyinggung Reformasi Birokrasi Tematik yang dicanangkan oleh Kementerian PANRB. Reformasi ini menekankan percepatan penyelesaian isu-isu strategis nasional. Isu-isu tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, serta perluasan penggunaan produk dalam negeri.
Selain itu, pengendalian inflasi juga menjadi fokus utama dalam reformasi birokrasi ini. Digitalisasi administrasi pemerintahan menjadi prioritas penting. Tujuannya adalah agar layanan publik dapat berjalan lebih efisien, adaptif, dan terintegrasi.
Dengan demikian, ASN DIY diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan. Mereka juga harus menjadi agen perubahan yang proaktif dalam menghadapi tantangan zaman.
Pentingnya Adab, Etika, dan Pengembangan Diri ASN
Selain kompetensi teknis, Ni Made menambahkan bahwa adab dan etika kerja merupakan aspek krusial bagi setiap ASN. Falsafah Jawa "empan papan" menjadi panduan penting. Falsafah ini mengajarkan ASN DIY untuk menjaga tutur kata, memahami konteks, dan bersikap tepat sesuai situasi yang dihadapi.
Birokrasi saat ini bergerak dalam dunia yang serba cepat dan digital. Oleh karena itu, pelatihan formal saja tidak cukup untuk mengikuti laju perubahan tersebut. Ni Made mengingatkan bahwa pengembangan diri secara mandiri sangatlah vital.
Ni Made mendorong para ASN untuk mengembangkan literasi digital dan meningkatkan kemampuan teknis. "Kembangkan literasi digital, tingkatkan kemampuan teknis, ambil sertifikasi profesi, eksplorasi kompetensi baru, dan perluas wawasan sesuai kebutuhan tugas," ujar dia.
ASN yang mampu mengembangkan diri secara mandiri akan menjadi talenta adaptif. Mereka akan menjaga organisasi tetap relevan dan cekatan dalam menghadapi tantangan baru. "Dengan kata lain, kita tidak hanya bekerja di masa depan, tetapi membentuk masa depan itu sendiri," pungkas Ni Made. Ini menunjukkan bahwa ASN DIY memiliki peran sentral dalam merancang masa depan daerah.
Sumber: AntaraNews