Gubernur Sulsel Ajak Warga Kawal Pembangunan Irigasi Luwu untuk Ketahanan Pangan

Gubernur Sulawesi Selatan mengajak masyarakat mengawal pembangunan irigasi Luwu di Desa Sampeang. Proyek ini vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Sulsel Ajak Warga Kawal Pembangunan Irigasi Luwu untuk Ketahanan Pangan
Gubernur Sulawesi Selatan mengajak masyarakat mengawal pembangunan irigasi Luwu di Desa Sampeang. Proyek ini vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah. (AntaraNews)

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawal proses pembangunan daerah irigasi (DI) di Kabupaten Luwu. Ajakan ini disampaikan pada Minggu, 5 Juli, menekankan pentingnya partisipasi publik dalam proyek strategis.

Pembangunan irigasi ini berlokasi di Lengkong Pini dan Makawa, Desa Sampeang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah memastikan proyek berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang telah lama tidak optimal. Diharapkan, proyek ini dapat segera meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Pentingnya Pembangunan Irigasi untuk Petani

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman berharap pembangunan irigasi ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani di Luwu. Ia menekankan pentingnya kualitas hasil pekerjaan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Proyek ini merupakan bagian dari Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi yang mencakup delapan daerah irigasi. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai sekitar Rp120 miliar.

Selain Luwu, daerah irigasi yang termasuk dalam program ini tersebar di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pemerataan infrastruktur pertanian.

Dampak Positif Pembangunan Irigasi Luwu

Pembangunan daerah irigasi ini menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengatasi permasalahan irigasi yang sudah berlangsung lama. Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi di wilayah tersebut tidak lagi dialiri air secara optimal.

Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini diperkirakan akan mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara itu, Irigasi Makawa juga akan melayani luas sawah yang sama, sekitar 300 hektare.

Gubernur juga menyoroti potensi besar pengembangan kawasan irigasi ini di masa depan. Dengan sumber air yang memadai, cakupan layanan irigasi dapat diperluas hingga mencapai ribuan hektare lahan pertanian, membuka peluang ekonomi baru.

Peran Serta Masyarakat dalam Pengawasan Proyek

Ajakan Gubernur kepada masyarakat untuk mengawal pembangunan irigasi Luwu bukan tanpa alasan. Partisipasi aktif warga sangat krusial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proyek.

Pengawasan bersama ini diharapkan dapat mencegah penyimpangan dan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif. Dengan demikian, hasil pembangunan akan benar-benar berkualitas dan sesuai dengan harapan petani.

Pembangunan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan irigasi yang terbengkalai, tetapi juga membuka peluang peningkatan luas layanan irigasi. Potensi sumber air yang baik di Luwu menjadi modal utama untuk pengembangan lebih lanjut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi