Pertemuan Delegasi Hizbullah dengan Menlu Iran Perkuat Solidaritas Regional
Delegasi Hizbullah bertemu Menlu Iran di Teheran, membahas solidaritas regional dan dukungan berkelanjutan Iran terhadap kelompok perlawanan tersebut, memperkuat hubungan di tengah isu geopolitik dan peringatan gugurnya pemimpin penting.
Delegasi resmi kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, yang dipimpin oleh Muhammad Fneish, baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Teheran. Pertemuan ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juli, di sela-sela upacara penghormatan bagi Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Kunjungan delegasi Hizbullah ini bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa dan salam dari Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, kepada pemimpin, presiden, pemerintah, serta rakyat Iran. Muhammad Fneish secara khusus mengungkapkan duka cita atas gugurnya Ayatollah Khamenei, anggota keluarganya, para komandan militer, pejabat pemerintah, dan warga sipil.
Pihak Hizbullah menyatakan bahwa gugurnya para tokoh tersebut merupakan akibat dari serangan yang mereka klaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel. Pertemuan ini menggarisbawahi eratnya hubungan antara Hizbullah dan Iran, serta komitmen bersama mereka dalam menghadapi tantangan geopolitik di kawasan.
Apresiasi Hizbullah atas Keteguhan Iran
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Fneish menyampaikan apresiasi mendalam atas keteguhan rakyat Iran di tengah berbagai tekanan. Ia juga memuji kinerja Angkatan Bersenjata Iran yang dinilai tangguh serta upaya diplomatik negara itu di kancah internasional.
Lebih lanjut, Fneish secara khusus mengapresiasi dukungan berkelanjutan Iran terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional Lebanon. Dukungan ini dianggap krusial bagi stabilitas dan keamanan Lebanon di tengah dinamika regional yang kompleks.
Delegasi yang terdiri dari sejumlah pejabat senior Hizbullah ini menegaskan kembali solidaritas mereka dengan Iran. Mereka mewakili Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah yang baru menjabat sejak Oktober 2024, menggantikan mendiang Sayyed Hassan Nasrallah.
Komitmen Iran terhadap Perlawanan Regional
Menanggapi kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengucapkan terima kasih kepada delegasi Hizbullah atas kehadiran mereka dalam upacara peringatan dan penyampaian pesan. Araghchi menekankan pentingnya hubungan bilateral kedua pihak.
Diplomat senior Iran itu menyebut perlawanan Hizbullah terhadap Israel sebagai sumber kebanggaan besar bagi Lebanon dan seluruh dunia Islam. Ia menegaskan kembali komitmen Iran untuk terus memberikan dukungan berkelanjutan kepada kelompok perlawanan tersebut.
Araghchi juga memberikan penghormatan khusus kepada mendiang Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, yang gugur pada September 2024, serta anggota Hizbullah lainnya yang tewas dalam konflik. Ia menyatakan bahwa Iran akan terus berupaya mengakhiri perang di Lebanon dan menghentikan pendudukan sesuai nota kesepahaman gencatan senjata.
Memperkuat Poros Perlawanan di Timur Tengah
Pertemuan antara delegasi Hizbullah dan Menlu Iran ini menjadi indikasi kuat dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat poros perlawanan di Timur Tengah. Kedua pihak memiliki pandangan serupa mengenai isu-isu regional, terutama terkait dengan Israel dan pengaruh Barat.
Solidaritas yang ditunjukkan dalam pertemuan ini menegaskan kembali posisi Iran sebagai pendukung utama kelompok-kelompok perlawanan di kawasan. Hal ini juga menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan kepemimpinan, baik di Iran dengan gugurnya Ayatollah Khamenei maupun di Hizbullah dengan gugurnya Sayyed Hassan Nasrallah, komitmen terhadap tujuan bersama tetap kuat.
Dukungan diplomatik dan militer Iran kepada Hizbullah telah menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan kekuatan di Lebanon dan sekitarnya. Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat koordinasi strategis antara Teheran dan Beirut dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Sumber: AntaraNews