Iran Gelar Shalat Jenazah Akbar untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Ratusan ribu pelayat memadati Teheran untuk shalat jenazah akbar Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menyusul gugurnya beliau dalam agresi militer AS-Israel.
Iran menggelar shalat jenazah akbar untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada Ahad di Teheran. Upacara ini berlangsung di Masjid Imam Khomeini Mosalla, dihadiri ratusan ribu pelayat. Mereka datang sejak dini hari membawa bendera Iran sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Shalat jenazah dipimpin oleh ulama senior Syiah, Ayatollah Jafar Sobhani, di kompleks shalat utama. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan sejumlah pejabat tinggi militer serta politikus senior turut hadir. Tokoh agama penting juga terlihat di antara para pelayat yang memadati lokasi.
Gugurnya Ali Khamenei terjadi dalam agresi militer AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Peristiwa ini memicu pembalasan dari Teheran, menambah ketegangan di kawasan. Upacara pemakaman telah dimulai sejak Jumat (3/7) dengan penghormatan dari pemimpin negara sahabat.
Prosesi Pemakaman Akbar Pemimpin Iran
Ratusan ribu pelayat memadati Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Banyak di antara mereka tiba di lokasi pada dini hari, membawa bendera Iran sebagai simbol duka dan solidaritas. Suasana haru menyelimuti Masjid Imam Khomeini Mosalla saat shalat jenazah akbar berlangsung.
Ulama senior Syiah, Ayatollah Jafar Sobhani, memimpin shalat di kompleks utama. Kehadiran Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pentingnya acara ini bagi negara. Para pejabat militer dan politikus senior, serta tokoh agama, juga turut serta dalam upacara tersebut.
Upacara pemakaman secara resmi telah dimulai pada Jumat (3/7). Para pemimpin negara sahabat dan delegasi resmi dari berbagai kawasan datang untuk memberikan penghormatan. Ini menunjukkan dampak global dari gugurnya pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Jadwal Pemakaman Berlangsung Selama Beberapa Hari
Menurut jadwal resmi, upacara perpisahan publik akan diikuti oleh prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin (6/7). Ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang telah direncanakan secara detail. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti prosesi ini dengan tertib.
Upacara pemakaman kemudian akan berlanjut ke Qom pada 7 Juli. Qom dikenal sebagai pusat keagamaan penting bagi Syiah di Iran. Kehadiran jenazah di sana akan menjadi momen penting bagi para ulama dan pengikut Syiah.
Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan di Irak, termasuk di Baghdad, Najaf, dan Karbala. Jenazah akan diterima oleh tokoh-tokoh agama dan politik sebelum dipindahkan ke tempat-tempat suci Syiah utama. Ini menunjukkan ikatan spiritual yang kuat antara Iran dan Irak.
Upacara pemakaman dan penguburan terakhir dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza. Lokasi ini berada di kota Mashhad, salah satu tempat paling suci bagi Islam Syiah. Prosesi panjang ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap Ali Khamenei.
Gugurnya Ali Khamenei Akibat Agresi Militer
Ali Khamenei gugur dalam agresi militer AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Peristiwa tragis ini menjadi pemicu utama serangkaian peristiwa selanjutnya. Insiden ini telah meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Agresi tersebut memicu pembalasan dari Teheran, yang memperburuk situasi keamanan regional. Iran telah berjanji untuk merespons tindakan tersebut dengan tegas. Dunia internasional memantau perkembangan ini dengan cermat.
Gugurnya seorang pemimpin tertinggi dalam konflik semacam ini memiliki implikasi besar. Hal ini tidak hanya memengaruhi politik domestik Iran, tetapi juga dinamika hubungan internasional di kawasan. Para analis memperkirakan adanya perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Iran ke depan.
Sumber: AntaraNews