Morowali Utara Selaraskan Program Pembangunan Daerah dengan Provinsi dan Nasional
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) memastikan program pembangunan daerahnya selaras dengan visi Provinsi Sulawesi Tengah dan program nasional untuk percepatan pembangunan. Bagaimana Morut mengintegrasikan ini?
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program pembangunan daerahnya. Penyelarasan ini dilakukan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta program strategis nasional. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Morowali Utara secara komprehensif dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Morowali Utara, Dhira, menyatakan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 akan disesuaikan. Penyesuaian ini tanpa mengurangi esensi program prioritas yang telah ditetapkan oleh daerah. Pernyataan ini disampaikan di Kolonodale pada hari Sabtu.
Saat ini, Pemkab Morut tengah giat menyinkronkan program kerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Sinkronisasi ini bertujuan untuk mencapai visi daerah, yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Proses ini memastikan setiap inisiatif program pembangunan Morut saling mendukung.
Sinkronisasi Program dan Visi Daerah
Penyusunan RAPBD 2026 oleh Pemkab Morut menjadi fondasi utama dalam memastikan keselarasan program pembangunan Morut. Wakil Bupati Dhira menegaskan, "Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 kami sesuaikan dengan program provinsi dan nasional tanpa mengurangi esensi program prioritas daerah." Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan kebutuhan lokal dengan arah kebijakan yang lebih luas.
Proses sinkronisasi program kerja antar-OPD juga menjadi fokus penting. Langkah ini dirancang untuk memastikan setiap unit kerja berkontribusi pada pencapaian visi daerah, yakni masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Penyesuaian ini melibatkan evaluasi mendalam terhadap sumber daya keuangan, sumber daya manusia, dan berbagai sumber daya lainnya.
Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan program pembangunan diharapkan tidak akan terkendala. Visi Morut Sehat, Cerdas, Sejahtera menjadi panduan utama dalam setiap keputusan dan alokasi anggaran. Ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pembangunan daerah.
Integrasi Program Provinsi dan Nasional
Program pembangunan Morut secara aktif diselaraskan dengan inisiatif dari tingkat provinsi dan nasional. Salah satunya adalah program "Sembilan Berani" yang dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Program-program ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Program "Sembilan Berani" Pemprov Sulteng meliputi:
- Berani cerdas
- Berani sehat
- Berani lancar
- Berani menyala
- Berani sejahtera
- Berani berkah
- Berani makmur
- Berani harmoni
- Berani berintegritas
Selain itu, Pemkab Morut juga mengintegrasikan program "Asta Cita" dari Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini berfokus pada peningkatan ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif dan ekonomi hijau. Integrasi ini menunjukkan upaya Morut untuk berkontribusi pada agenda pembangunan nasional.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian serius di daerah. Pengawasan ketat terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keberhasilan program ini. "Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian daerah, melalui pengawasan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG)," kata Dhira.
Prioritas Pembangunan dan Data Tunggal
Fokus utama program pembangunan Morut adalah mewujudkan visi Morut Sehat, Cerdas, Sejahtera melalui berbagai sektor. Peningkatan infrastruktur menjadi prioritas, termasuk pembangunan jalan dan jembatan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah. Ini krusial untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Di sektor kesehatan, program Morut Sehat dan inovasi Alisha (Ana Lipu Sehat/Morut Sehat) terus digalakkan. Sementara itu, untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerintah menyediakan beasiswa dan program pendidikan vokasi. Ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
Pemerintah juga memusatkan perhatian pada pemberdayaan ekonomi berbasis agroindustri, memanfaatkan potensi sumber daya alam daerah. Selain itu, peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah juga menjadi agenda penting untuk memastikan pelayanan publik yang prima. Terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai kepemilikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Pemkab Morut telah membentuk sekretariat bersama. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bertindak sebagai penyelenggara dan pengelola data tersebut, memastikan akurasi dan ketersediaan informasi untuk perencanaan pembangunan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews