Legislator Jaring Puluhan Aspirasi Peningkatan Jalan Kotawaringin Timur di Baamang dan Seranau
Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Marudin, mengungkapkan hasil reses yang menjaring lebih dari 30 usulan peningkatan jalan di Kecamatan Baamang dan Seranau, menunjukkan kebutuhan mendasar masyarakat akan infrastruktur. Aspirasi Peningkatan Jalan Kotim menj
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Marudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjaring setidaknya 30 usulan terkait peningkatan jalan. Aspirasi ini merupakan hasil kunjungan kerja reses dari warga di Kecamatan Baamang dan Seranau. Kebutuhan akan infrastruktur jalan yang layak masih menjadi harapan mendasar bagi masyarakat di dua kecamatan tersebut.
Marudin, yang juga Juru Bicara Reses Daerah Pemilihan (Dapil) II DPRD Kotim, menyatakan bahwa peningkatan jalan, pengaspalan, hingga semenisasi gang-gang permukiman merupakan kebutuhan vital yang sangat diharapkan. "Hasil kunjungan kerja reses kami menunjukkan peningkatan jalan, pengaspalan hingga semenisasi gang-gang permukiman masih menjadi kebutuhan mendasar yang sangat diharapkan masyarakat," kata Marudin di Sampit, Minggu.
Secara keseluruhan, aspirasi masyarakat di Dapil II DPRD Kotim, yang meliputi Kecamatan Baamang dan Seranau, didominasi oleh usulan infrastruktur. Dari total 87 usulan yang terkumpul, sekitar 30 di antaranya berfokus pada peningkatan jalan.
Fokus Peningkatan Infrastruktur di Kecamatan Baamang
Kecamatan Baamang, yang terletak di wilayah perkotaan, menghadapi permasalahan infrastruktur yang cukup kompleks. Banyaknya usulan yang disampaikan mencerminkan kebutuhan mendesak di berbagai titik. Puluhan titik jalan diusulkan untuk peningkatan dan pengaspalan lanjutan.
Beberapa ruas jalan yang menjadi sorotan meliputi Jalan Tidar Raya, Metropolitan Ceria, serta belasan ruas jalan di Komplek Wengga Metropolitan. Selain itu, masalah drainase juga menjadi perhatian serius di Baamang, dengan warga mengeluhkan genangan air saat curah hujan tinggi dan pasang sungai.
Khususnya di Kelurahan Baamang Hulu, aspirasi masyarakat terfokus pada pembangunan siring timbun, penggantian box culvert, serta normalisasi parit. Peningkatan drainase di Jalan Muchran Ali dan Christopel Mihing juga dianggap penting untuk mencegah banjir.
Prioritas Pembangunan di Kecamatan Seranau
Sementara itu, di Kecamatan Seranau, masyarakat sangat mengharapkan kelanjutan peningkatan jalan poros Tjilik Riwut menuju Desa Terantang. Pembangunan infrastruktur di wilayah seberang ini dianggap krusial untuk membuka aksesibilitas warga.
Kecamatan Seranau juga menghadapi tantangan aksesibilitas darat karena belum adanya jembatan yang melintasi Sungai Mentaya menuju pusat kota. Akses jalan darat yang memungkinkan saat ini adalah melalui Kecamatan Cempaga, namun kondisi jalan Cempaga-Seranau masih berupa timbunan tanah merah yang sering rusak dan belum tuntas pengaspalannya.
Di Desa Terantang Hilir dan Desa Batuah, usulan didominasi oleh peningkatan jalan usaha tani, siring timbun, dan penerangan jalan umum (PJU). Pembangunan jalan dan siring di Desa Terantang Hilir bahkan sempat menjadi sorotan warga karena dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan pengerjaan yang belum rampung.
Detail Aspirasi Infrastruktur di Dapil II Kotim
- Peningkatan Jalan: Jalan Tidar Raya, Metropolitan Ceria, Komplek Wengga Metropolitan (Baamang), Jalan poros Tjilik Riwut menuju Desa Terantang (Seranau), Jalan usaha tani (Terantang Hilir, Batuah).
- Drainase dan Pengendalian Banjir: Pembangunan siring timbun, penggantian box culvert, normalisasi parit (Kelurahan Baamang Hulu), serta perbaikan drainase di Jalan Muchran Ali dan Christopel Mihing.
- Penerangan Jalan Umum (PJU): Usulan PJU di Desa Terantang Hilir dan Batuah.
- Aksesibilitas Wilayah Seberang: Kelanjutan pembangunan jalan Cempaga-Seranau untuk meningkatkan konektivitas.
Sumber: AntaraNews