Kantor Staf Presiden Tinjau Langsung Program Makan Bergizi Gratis di Bali
Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan lapangan ke Bali untuk memastikan implementasi program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan revitalisasi pendidikan, berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kantor Staf Presiden (KSP) melalui Kedeputian III baru-baru ini melaksanakan kunjungan langsung ke Provinsi Bali. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program-program prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah.
Salah satu fokus utama peninjauan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya revitalisasi di sektor pendidikan. Tenaga Ahli Utama KSP, Tri Santoso, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya pengendalian dan monitoring Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden.
Menurut Tri Santoso, "Kunjungan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh program prioritas berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat." Hal ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengawal efektivitas program di lapangan.
Monitoring Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Bali
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kantor Staf Presiden meninjau beberapa lokasi penerima manfaat program di Bali. Mereka mengunjungi Sentra Pelayanan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Abianbase Mengwi untuk melihat langsung implementasi program MBG.
Selain itu, KSP juga meninjau TK/RA Bakti V yang menjadi salah satu penerima manfaat dari program revitalisasi madrasah. Peninjauan ini mencakup evaluasi kesiapan sarana prasarana, mekanisme distribusi bantuan, hingga pemanfaatan fasilitas pendidikan oleh para peserta didik.
Data yang dihimpun Kantor Staf Presiden menunjukkan bahwa Provinsi Bali saat ini telah memiliki 149 SPPG. Jumlah ini melayani total 368.199 orang penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah memiliki target ambisius untuk memperluas cakupan program ini di Bali. "Pemerintah menargetkan perluasan menjadi 355 SPPG (di Bali) dengan total penerima manfaat mencapai 1.049.967 orang," ungkap Tri Santoso, menunjukkan komitmen terhadap peningkatan gizi masyarakat.
Revitalisasi Pendidikan dan Anggaran yang Dialokasikan
Selain program Makan Bergizi Gratis, KSP juga fokus pada program revitalisasi sekolah di Bali. Tri Santoso menjelaskan bahwa program ini tidak hanya mencakup TK/RA Bakti V, tetapi juga menjangkau 168 satuan pendidikan lainnya.
Satuan pendidikan yang direvitalisasi ini tersebar dari jenjang PAUD hingga SMA, menunjukkan cakupan yang luas. Total anggaran yang dialokasikan untuk program revitalisasi pendidikan di Bali mencapai Rp117,5 miliar.
Secara spesifik, revitalisasi madrasah menjadi perhatian khusus dalam program ini. "Khusus revitalisasi madrasah, program akan mencakup 21 satuan pendidikan melalui skema single years 2025 dan multi years 2025–2026," jelas Tri Santoso.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Efektivitas Program
Kantor Staf Presiden menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program-program prioritas. Pesan ini disampaikan langsung kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, selama kunjungan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh program prioritas presiden berjalan efektif, responsif terhadap kebutuhan daerah, dan memberikan manfaat nyata. Manfaat ini ditujukan bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat luas di Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas kunjungan perwakilan Kantor Staf Presiden. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam, kedua belah pihak membahas berbagai program prioritas presiden, termasuk tantangan dan langkah percepatan yang perlu diperkuat di tingkat daerah.
Sumber: AntaraNews