Analisis Pertemuan Megawati dan Prabowo: PDIP Sudah Beri Dukungan Total ke Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selama 1,5 jam, apa isi kesepakatannya?
Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selama 1,5 jam di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, pada Senin (7/4) malam.
Pertemuan tersebut langsung menjadi sorotan politik nasional. Sejumlah partai koalisi pemerintahan memberikan tanggapan terkait momen langka ini yang dianggap membawa pesan kebersamaan antar-elite politik.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, PDIP sudah berkoalisi dengan Gerindra secara praktik subtantif meski tak ada pernyataan resmi.
Menurutnya, tanpa kader PDIP jadi menteri, program dan kebijakan pemerintah kerap didukung oleh partai moncong putih itu.
"Saya kira itu yang disebut dengan luarnya oposisi, luarnya di luar kekuasaan tapi secara prinsip PDIP sudah memberikan dukungan total kepada Pak Prabowo," kata Adi saat dihubungi, Kamis (10/4).
Adi menilai, posisi politik seperti itu ideal bagi PDIP. Adi mengatakan, PDIP memang terasa berat untuk berkoalisi dengan Prabowo dan menjadikan kader sebagai menteri. Sebab, dalam sejarahnya PDIP adalah partai yang memilih di luar kekuasaan jika kalah Pilpres.
"Karena bagi PDIP sangat kelihatan gestur mereka itu tidak mau bergabung dengan pemerintahan, ukurannya tak ada kader PDIP yang jadi menteri, tapi pada saat bersamaan kerja sama politik sudah dilakukan oleh PDIP sekali pun tak ada kadernya jadi menteri," tuturnya.
Bentuk Dukungan
Adi mengambil contoh dukungan PDIP terhadap kebijakan dan program pemerintah Prabowo seperti 12 persen, program makan bergizi gratis, hingga revisi UU TNI yang telah disahkan.
"Ketika ada revisi UU TNI yang disahkan jadi UU TNI PDIP juga jadi corong utama terkait UU ini, artinya koalisi antara Megawati dan Prabowo PDIP dengan Gerindra itu bukan koalisi formalis seperti yang dibayangkan orang ada kader PDIP jadi menteri," katanya.
"Tapi ini adalah koalisi praktik subtantif, praktik subtantif gimana PDIP kerja sama dan mendukung secara total program-program Prabowo Subianto," sambung Adi.
Adi mengistilahkan bahwa dari luar PDIP bergambar Banteng, tetapi dalamannya adalah lambang Garuda.
"Itu cara untuk menjelaskan posisi PDIP luarnya merah yang artinya PDIP tetap berada di luar pemerintahan, tapi dalamannya mendukung penuh program Prabowo Subianto itulah disebut dalamannya praktik politik PDIP itu ya lambang partai Gerindra," pungkasnya.