Terbongkar, Isi Penting Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Megawati di Teuku Umar
Pertemuan Prabowo dan Megawati juga mendapat dukungan dari partai-partai koalisi di Pemerintahaan saat ini.
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri, di kediaman Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (7/4) malam. Pertemuan itu, dilakukan empat mata selama 1,5 jam.
Pertemuan Prabowo dan Megawati juga mendapat dukungan dari partai-partai koalisi di Pemerintahaan saat ini. Hal itu, diungkapkan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
"Setiap pertemuan itu bukan hanya rakyat yang menganggap itu positif, semua partai koalisi kami juga menganggap itu sesuatu yang positif," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/4).
Berikut Merdeka.com merangkum poin-poin penting dari pertemuan Prabowo dan Megawati:
1. PDIP Siap Dukung Pemerintahan dari Luar Kabinet
Muzani mengatakan, jika PDIP siap mendukung pemerintahan Prabowo. Namun, posisi partai berlambang kepala banteng itu tak bergabung dalam kabinet Merah-Putih.
"Ibu Mega mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo yang telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024 bisa efektif untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat karena itu jika dianggap perlu silakan menggunakan PDI sebagai instrumen yang juga bisa digunakan untuk memperkuat pemerintahan tetapi tidak dalam posisi dalam koalisi," ujarnya.
"Jadi pada prinsipnya Ibu Mega tetap berharap agar Ibu Mega juga berharap agar masa kepresidenan Pak Prabowo bisa efektif sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat dan bangsa," sambung Muzani.
2. Dukungan PDIP Kuatkan Posisi Pemerintahan
Muzani mengungkapkan, jika Prabowo bersyukur mendapatkan dukungan Megawati dan PDIP. Hal ini akan memperkokoh posisi pemerintahan.
"Bersyukur Pak Prabowo mendapatkan support, dukungan dari Ibu Mega di dalam pemerintahan ini, dan tentu saja ini bagian dari upaya untuk memperkokoh posisi pemerintahan," ujar Muzani.
Pertemuan ini juga menjadi hal yang positif bagi Prabowo. Karena memberikan dukungan yang positif kepada pemerintahan.
"Pak Prabowo merasa bahwa pertemuan ini adalah suatu yang positif bagi kehidupan bangsa dan negara termasuk bagi pemerintahan yang beliau pimpin," tutur dia.
3. Komitmen Tetap Bahas Masalah Nasional
Dalam pertemuan itu juga menghasilkan komitmen antara Prabowo dengan Megawati. Hal itu diungkapkan, Politikus PDIP Guntur Romli.
Komitmen tersebut diantaranya, akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi menyangkut kepentingan masyarakat baik nasional maupun internasional.
"Megawati berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi, terutama jika menyangkut kepentingan-kepentingan strategis nasional dan internasional yang akan berdampak kepada nasib rakyat dan masa depan bangsa serta negara Indonesia," kata Guntur.
Selain itu, Prabowo dan Megawati juga mendiskusikan berbagai persoalan global seperti Perang Dagang AS dan Tiongkok, konflik Israel dengan negara-negara Arab, hingga Perang Rusia-Ukraina.
"Sebagai dua orang tokoh bangsa, pembicaraan lain antara dua orang yang juga sama-sama memimpin partai politik besar di Indonesia tersebut, tentu juga membahas masalah-masalah strategis nasional terutama hal-hal yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan rakyat dalam bingkai negara hukum Pancasila," ujarnya.
4. Sosok Dibalik Pertemuan Prabowo dan Megawati
Salah satu tokoh yang menjadi jembatan pertemuan antara Prabowo dan Megawati yakni Menko Polkam Budi Gunawan (BG). Informasi tersebut diungkap oleh BG kepada awak media pada Kamis (10/4).
Bahkan, BG turut hadir dalam pertemuan antara Prabowo dengan Megawati. Namun, hadir pula sejumlah tokoh saat pertemuan tersebut berlangsung diantaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.
Menurut BG, pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebangsaan. Dia melihat pertemuan dua tokoh bangsa itu sebagai momen khusus.
”Menandai upaya bersama untuk terus menjaga stabilitas politik nasional,” imbuhnya.