Megawati Tegaskan PDIP Tetap di Luar Pemerintahan Saat Bertemu Prabowo
Dukungan itu disampaikan Megawati saat bertemu Jokowi pada Senin (7/4) malam.
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengungkapkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu disampaikan Megawati saat bertemu Jokowi pada Senin (7/4) malam.
Muzani menyebut, PDIP siap membantu pemerintahan Prabowo saat ini. Namun, Megawati menegaskan PDIP tidak berada dalam pemerintahan.
"Ibu Mega mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo yang telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024 bisa efektif untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, jika dianggap perlu silakan menggunakan PDI sebagai instrumen yang juga bisa digunakan untuk memperkuat pemerintahan tetapi tidak dalam posisi dalam koalisi," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/4).
Megawati berharap agar pemerintahan Prabowo bisa efektif. Serta Prabowo diharapkan bisa menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat.
"Jadi pada prinsipnya Ibu Mega tetap berharap agar Ibu Mega juga berharap agar masa kepresidenan Pak Prabowo bisa efektif sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat dan bangsa," ujar Muzani.
Prabowo pun bersyukur mendapatkan dukungan Megawati dan PDIP. Hal ini akan memperkokoh posisi pemerintahan.
"Bersyukur Pak Prabowo mendapatkan support, dukungan dari Ibu Mega di dalam pemerintahan ini, dan tentu saja ini bagian dari upaya untuk memperkokoh posisi pemerintahan," imbuh Muzani.
Pertemuan Prabowo-Megawati Disambut Baik Koalisi Prabowo
Menurut Muzani, pertemuan di kediaman Megawati kemarin sudah cukup menghapus kerinduan dua sahabat yang sudah lama tak bersua.
“Saya kira pertemuan itu sudah cukup untuk mengobati kekangenan di antara dua pemimpin,” kata Muzani.
Menurut Muzani, tak hanya internal Gerindra dan PDIP yang senang dengan pertemuan dua tokoh tersebut, semua partai di koalisi pemerintah juga menyambut hangat pertemuan itu.
“Setiap pertemuan itu bukan hanya rakyat yang menganggap itu positif, semua partai koalisi kami juga menganggap itu sesuatu yang positif,” ujarnya.
“Pak Presiden mendapat kewenangan untuk bertemu dengan siapa saja, apalagi dengan mantan Presiden yang juga ketua umum partai politik pemenang pemilu sehingga Pak Prabowo merasa itu bagian dari upaya untuk menguatkan pemerintahan,” sambungnya.