Zarqa Yaftali dan Perjanjian Azerbaijan-Armenia Raih Zayed Award for Human Fraternity 2026
Tokoh advokasi pendidikan Afghanistan, Zarqa Yaftali, dan Perjanjian Perdamaian Bersejarah Azerbaijan-Armenia dianugerahi Zayed Award for Human Fraternity 2026, menyoroti upaya kemanusiaan dan rekonsiliasi global.
Tokoh advokasi pendidikan anak dan perempuan dari Afghanistan, Zarqa Yaftali, serta Perjanjian Perdamaian Bersejarah antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia telah ditetapkan sebagai penerima Zayed Award for Human Fraternity tahun 2026. Penghargaan bergengsi ini diberikan untuk mengapresiasi dedikasi luar biasa dalam memajukan persaudaraan manusia dan perdamaian global. Pengumuman ini disampaikan di Jakarta, menyoroti pentingnya upaya kemanusiaan di tengah berbagai tantangan dunia.
Zarqa Yaftali diakui atas kiprahnya yang tak kenal lelah dalam menyediakan sumber daya pendidikan dan dukungan psikososial bagi lebih dari 100.000 orang di Afghanistan. Sementara itu, perjanjian damai antara Azerbaijan dan Armenia dihargai sebagai simbol dialog dan normalisasi hubungan pasca-konflik. Kedua penerima ini menunjukkan spektrum luas dari upaya kemanusiaan yang layak mendapatkan pengakuan internasional.
Penetapan penerima Zayed Award for Human Fraternity ini dilakukan oleh dewan juri global independen yang terdiri dari para pakar terkemuka di bidang dialog dan koeksistensi. Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak individu dan negara untuk berkontribusi pada pembangunan dunia yang lebih harmonis dan damai. Ini merupakan pesan kuat bagi kemajuan persaudaraan manusia di seluruh penjuru dunia.
Dedikasi Zarqa Yaftali untuk Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Zarqa Yaftali, seorang advokat pendidikan anak dan perempuan asal Afghanistan, menerima Zayed Award for Human Fraternity berkat kontribusinya yang signifikan. Ia telah berhasil menyediakan akses pendidikan, dukungan psikososial, serta layanan berbasis komunitas kepada lebih dari 100.000 individu di Afghanistan dan sekitarnya. Upaya ini sangat krusial di tengah kondisi Afghanistan yang penuh tantangan.
Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, secara khusus memuji kepemimpinan Zarqa Yaftali dalam melindungi hak pendidikan anak-anak perempuan Afghanistan. Beliau juga menyoroti peran Zarqa dalam memajukan pemberdayaan perempuan, meskipun menghadapi rintangan yang sangat besar. Pengabdian Zarqa menjadi inspirasi bagi banyak pihak di seluruh dunia.
Menanggapi penghargaan ini, Zarqa Yaftali mengungkapkan sukacita dan keharuan yang mendalam. Ia menyampaikan terima kasih kepada dewan juri Zayed Award for Human Fraternity, menyebut penghargaan ini sebagai pesan yang kuat dan bermakna. Pesan tersebut ditujukan kepada semua perempuan di Afghanistan, memberikan harapan dan pengakuan atas perjuangan mereka, terutama bagi para siswa di sekolah daring dan perempuan muda yang mengikuti kursus perdamaian, keamanan, dan kepemimpinan.
Perjanjian Perdamaian Azerbaijan-Armenia: Simbol Rekonsiliasi
Selain Zarqa Yaftali, Zayed Award for Human Fraternity juga menganugerahkan penghargaan kepada Perjanjian Perdamaian Bersejarah antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia. Penetapan ini mengapresiasi proses perdamaian, dialog, dan normalisasi hubungan yang telah terjalin antara kedua negara. Ini merupakan langkah maju yang penting dalam penyelesaian konflik berkepanjangan di Kaukasus.
Perjanjian ini menegaskan bahwa rekonsiliasi bukanlah peristiwa tunggal, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen. Konselor Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, menyatakan bahwa dewan juri memilih perjanjian ini karena mencerminkan misi penghargaan. Misi tersebut adalah mempromosikan dan menumbuhkan budaya dialog serta koeksistensi.
Abdelsalam menambahkan bahwa perjanjian ini menandai tonggak penting dalam memajukan perdamaian global. Ia juga menyebutnya sebagai pencapaian diplomatik besar yang membuka lembaran baru setelah ketegangan dan konflik hampir empat dekade di wilayah Kaukasus. Pengakuan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak upaya perdamaian di kawasan-kawasan konflik lainnya.
Dewan Juri Global dan Visi Penghargaan
Para penerima Zayed Award for Human Fraternity tahun 2026 dipilih oleh tim dewan juri global independen. Dewan ini terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka dan para pakar di bidang dialog dan koeksistensi. Keberadaan juri independen ini menjamin objektivitas dan kredibilitas penghargaan.
Anggota dewan juri mencakup nama-nama besar seperti mantan Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan mantan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat. Turut serta pula Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell, Kepala Administrasi Presiden Republik Uzbekistan Saida Mirziyoyeva, dan Kardinal José Tolentino de Mendonça dari Takhta Suci. Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, Konselor Mohamed Abdelsalam, juga menjadi bagian dari dewan juri.
Penghargaan ini, yang berlandaskan pada Dokumen Persaudaraan Manusia, bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan koeksistensi. Melalui pengakuan terhadap individu dan inisiatif seperti Zarqa Yaftali dan perjanjian damai Azerbaijan-Armenia, Zayed Award for Human Fraternity terus menginspirasi upaya global menuju dunia yang lebih damai dan harmonis.
Sumber: AntaraNews