Waspada! Batuk Lama dan Berat Badan Turun Bisa Jadi Gejala Awal TBC
Dokter spesialis anak mengingatkan batuk berkepanjangan dan penurunan berat badan merupakan Gejala Awal TBC pada anak maupun dewasa yang memerlukan perhatian serius.
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan serius yang memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Penyakit ini seringkali menunjukkan gejala awal yang samar, sehingga penting untuk mengenali tanda-tandanya.
Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A, Subsp.Resp., seorang dokter spesialis anak subspesialis respirologi, menekankan pentingnya mewaspadai gejala seperti batuk lama dan penurunan berat badan. Gejala ini bisa menjadi indikasi awal TBC pada anak maupun dewasa.
Menurut dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo ini, deteksi dini sangat krusial untuk penanganan yang efektif. Mengabaikan gejala tersebut dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko penularan.
Mengenali Gejala Batuk TBC pada Dewasa dan Anak
Pada orang dewasa, gejala awal TBC yang paling menonjol adalah batuk yang berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih. Batuk ini bersifat persisten dan tidak kunjung membaik meskipun telah diberikan pengobatan batuk biasa. Batuk TBC juga seringkali muncul tanpa mengenal waktu, berbeda dengan batuk biasa yang umumnya terkait flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang bisa sembuh sendiri.
Selain batuk berkepanjangan, TBC juga sering disertai demam yang berlangsung lama, sekitar dua minggu atau lebih, meskipun demamnya tidak terlalu tinggi namun menetap. Gejala lain yang patut diwaspadai adalah nafsu makan yang berkurang, serta perasaan lemas atau kurang aktif.
Gejala serupa juga dapat diamati pada anak-anak penderita TBC, namun dengan penekanan khusus pada pertumbuhan. Anak-anak yang sulit mengalami penambahan berat badan atau justru mengalami penurunan berat badan perlu diwaspadai karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Anak-anak penderita TBC juga cenderung tampak kurang aktif, tidak bergairah, atau terlihat lelah secara terus-menerus, berbeda dengan anak sehat yang biasanya aktif dan ceria.
Penyebab dan Penularan Tuberkulosis
Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya. Penyakit ini hanya terjadi apabila seseorang tertular kuman penyebab TBC tersebut.
Penularan TBC dapat terjadi dari orang dewasa yang terinfeksi kepada orang dewasa lain, atau bahkan kepada anak-anak yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap penyakit ini. Lingkungan yang padat dan kurang ventilasi dapat meningkatkan risiko penularan.
Penting untuk diketahui bahwa anak yang menderita TBC juga berpotensi menularkan penyakit ini, terutama jika infeksinya telah terkonfirmasi disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
Sumber: AntaraNews