Wagub NTT Pastikan SPPG Manggarai Penuhi Target Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meninjau dua SPPG di Manggarai untuk memastikan target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpenuhi, sekaligus mendorong partisipasi warga lokal.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja penting ke Kabupaten Manggarai. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Ia secara spesifik meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan target penerima manfaat dapat terpenuhi secara optimal.
Dalam kunjungannya, Wagub Johni Asadoma menekankan pentingnya pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Ia juga memeriksa berbagai sarana pendukung serta kesiapan tenaga di SPPG yang dikunjungi. Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran distribusi makanan bergizi kepada ribuan anak sekolah di Manggarai.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan gizi. Dengan memastikan program ini berjalan efektif di Manggarai, pemerintah daerah berupaya mengatasi masalah gizi buruk, stunting, dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan di NTT.
Wagub NTT Tinjau Kesiapan SPPG di Manggarai
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma secara langsung mengunjungi SPPG Compang Dalo dan SPPG Lawir di Kabupaten Manggarai. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai rencana. Wagub ingin melihat secara langsung bagaimana fasilitas dan sumber daya manusia di lapangan siap melayani penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni Asadoma memberikan arahan penting kepada para petugas di SPPG. Ia berpesan agar "Layanilah dengan tulus" kepada seluruh penerima manfaat program. Pesan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik dalam upaya peningkatan gizi anak-anak di NTT.
Peninjauan ini mencakup pemeriksaan sarana pendukung seperti dapur, ruang penyimpanan, dan peralatan yang digunakan. Selain itu, kesiapan tenaga pelaksana, baik staf Badan Gizi Nasional maupun relawan, turut menjadi perhatian. Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan dedikasi sumber daya manusia di setiap SPPG.
Ribuan Penerima Manfaat Terlayani di Dua SPPG
Dua SPPG yang dikunjungi Wagub Johni Asadoma, yaitu SPPG Compang Dalo dan SPPG Lawir, menunjukkan kapasitas pelayanan yang signifikan. SPPG Compang Dalo melayani total 2.331 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan. Penerima manfaat ini tersebar mulai dari tingkat PAUD hingga SMA di wilayah sekitarnya.
Secara rinci, SPPG Compang Dalo melayani 515 penerima manfaat di SMPN 7 Cumbi, 251 di SDK Wae Mbeleng, dan 409 di SDI Sama. Selain itu, 279 penerima di SDK Benteng Wake, 53 di SPS Salidin, 37 di PAUD Immaculata, 388 di SMP St. Claus, 305 di SMA St. Claus, 50 di KB Flamboyan, 28 di KB Compang Lait, serta 16 penerima di TPA Fransiskus juga menjadi bagian dari program ini.
Sementara itu, SPPG Lawir yang berlokasi di Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong, juga melayani ribuan penerima manfaat. SPPG yang dikelola oleh Yayasan Prima Karya Mandiri ini mencakup wilayah Kota Ruteng. Staf SPPG Lawir, Riki Suhardi, menjelaskan bahwa mereka melayani sekitar 250 siswa TK, 800 siswa SD, dan 1.581 siswa SMA Negeri 1 Ruteng. Total penerima manfaat dari SPPG Lawir mencapai 2.673 orang.
Setiap SPPG mempekerjakan 50 individu, terdiri dari tiga staf Badan Gizi Nasional dan 47 relawan. Dedikasi tim ini sangat vital dalam memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis berjalan lancar dan tepat sasaran.
Program MBG Dorong Peningkatan SDM dan Ekonomi Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif prioritas nasional yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk, stunting, dan malnutrisi. Fokus utama program ini adalah pada anak-anak serta ibu hamil dan menyusui, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang lebih sehat dan cerdas.
Selain aspek kesehatan, program MBG juga memiliki dimensi ekonomi yang kuat. Program ini berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, dan nelayan. Dengan memanfaatkan produk lokal, MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi tetapi juga menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan dan menguntungkan masyarakat setempat.
Wagub Johni Asadoma juga mendorong partisipasi aktif warga dalam mendukung program ini. Dalam kunjungan sebelumnya di Kampung Redong, ia mengajak warga untuk memanfaatkan lahan kosong guna mengembangkan pertanian dan peternakan. "Inilah kesempatan kita untuk memanfaatkan tanah-tanah kosong kita," ujarnya, menekankan potensi lahan untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Sumber: AntaraNews