Wabup Temanggung Tekankan SOP: Program Makan Bergizi Gratis Harus 'Zero Eksiden' untuk Kualitas Terbaik
Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna, menegaskan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kualitas dan mencegah insiden. Apa saja penekanannya?
Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna, menyerukan penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Penekanan ini disampaikan pada Sabtu, 04 Oktober, setelah membuka seminar Hari Kesehatan Nasional Ke-61 di Graha Bhumi Phala Temanggung.
Menurut Nadia, meskipun prosedur MBG sedang dalam tahap adaptasi, aturan dan SOP harus ditegakkan dengan benar. Hal ini bertujuan untuk memastikan program berjalan lancar dan mencapai target 'zero eksiden', yaitu tanpa insiden atau kejadian yang tidak diinginkan.
Sebagai perwakilan pemerintah kabupaten yang ditugaskan langsung oleh Presiden, Nadia Muna memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal program ini. Ia berharap langkah awal yang solid ini dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan MBG yang lebih baik di masa mendatang, demi kesejahteraan penerima manfaat.
Penegakan SOP untuk Kualitas dan Keamanan MBG
Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna, secara tegas menyatakan bahwa kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah kunci utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegakan SOP ini krusial untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan serta mencegah potensi masalah yang dapat merugikan penerima manfaat.
Nadia menekankan pentingnya adaptasi yang berjalan seiring dengan penegakan aturan yang sudah ditetapkan. "Memang prosedur MBG sedang berjalan perlu butuh adaptasi, tetapi tentu ada penekanan aturan, tentang SOP harus benar ditegakkan," ujarnya.
Komitmen pemerintah daerah dalam mengawal program ini sangat tinggi, dengan tujuan utama mencapai 'zero eksiden' atau tidak ada insiden selama pelaksanaannya. Ini merupakan indikator penting untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang disalurkan aman dan sesuai standar gizi yang ditetapkan.
Evaluasi Menyeluruh dan Tata Kelola Anggaran Program
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Temanggung memerlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, terutama pada 16 dapur Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi. Wakil Bupati Nadia Muna menyoroti beberapa aspek krusial yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas program.
Aspek kualitas yang dimaksud mencakup tata ruang dapur yang higienis dan efisien, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat. Peningkatan SDM ini penting agar mereka dapat menjalankan tugas sesuai standar dan memahami pentingnya kebersihan serta gizi.
Selain itu, Nadia juga menyoroti pentingnya tata kelola penganggaran yang transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pemotongan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan. "Hal ini agar hasil yang lebih baik untuk menu yang disajikan," katanya, memastikan setiap anggaran dimanfaatkan maksimal untuk kualitas menu. Penyesuaian jenis menu yang disajikan juga harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan spesifik penerima manfaat, demi efektivitas program gizi ini.
Sumber: AntaraNews