Viral Remaja Ejek Polisi Sambil Naik Motor, Nangis Histeris Saat Ditangkap
Di tengah patroli, seorang remaja tanpa helm mengendarai sepeda motor matic sambil berdiri dan menoleh ke arah polisi.
Sebuah video memperlihatkan seorang remaja laki-laki di Lumajang, Jawa Timur, yang mengendarai motor sambil mengejek polisi viral di media sosial. Namun, aksi berani tersebut berakhir dengan tangisan histeris saat ia ditangkap petugas.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @polisi_menyapa pada Selasa (11/3) dan langsung menjadi sorotan warganet.
Kronologi
Insiden ini bermula saat polisi melakukan patroli subuh di Jalur Lintas Selatan, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, untuk mencegah aksi balap liar, Minggu (9/3/2025). Saat itu, petugas membubarkan sekelompok remaja yang berkumpul di pinggir jalan.
Di tengah patroli, seorang remaja tanpa helm mengendarai sepeda motor matic sambil berdiri dan menoleh ke arah polisi dengan gerakan yang diduga mengejek. Tak lama kemudian, polisi menangkap remaja tersebut.
Namun, saat diamankan di dalam mobil polisi, remaja itu justru menangis histeris. Petugas kemudian membawanya ke kantor polisi, memanggil orang tuanya, dan meminta remaja itu untuk meminta maaf.
Ternyata Ingin Kabur, Bukan Mengejek Polisi
Saat dikonfirmasi, Aiptu Eko Budi Laksono, anggota Polsek Pasirian sekaligus pemilik akun @polisi_menyapa, menjelaskan bahwa remaja tersebut sebenarnya tidak bermaksud mengejek polisi, melainkan berusaha mempercepat laju motornya untuk kabur.
"Dari pengakuan remaja tersebut, aksi itu (membokongi polisi) bukan berniat untuk mengejek kami, namun ingin menggenjot motor supaya laju semakin cepat. Tapi karena memang tidak mengenakan kelengkapan berkendara akhirnya kami amankan dan kami bina," kata Eko, Rabu (12/3).
Selain tidak mengenakan helm, remaja itu juga masih di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Motor Sita Hingga Lebaran
Sebagai bagian dari tindakan disiplin, polisi menyita sepeda motor remaja tersebut hingga Lebaran, dengan syarat harus dikembalikan ke kondisi standar.
"Sepeda motor karena tidak standar, untuk sementara kami amankan sampai Lebaran. Baru bisa diambil setelah Lebaran dengan syarat mengembalikan kondisi ke setelan standar," ujar Eko.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih di bawah umur, agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya seperti balap liar.
"Kami juga mengingatkan para remaja untuk tidak melakukan aksi trek-trekan di jalan demi menjaga keamanan dan keselamatan selama bulan Ramadan," tutupnya.