Viral Pria Diduga Prajurit Cekcok dengan Pengendara Lain Dekat TMII, Jenderal TNI Buka Suara
Video viral memperlihatkan perselisihan antara seseorang diduga anggota TNI dengan pengendara mobil lain di sekitar Taman Mini Indonesia Indah.
Video viral memperlihatkan perselisihan antara seseorang diduga anggota TNI dengan pengendara mobil lain di sekitar Taman Mini Indonesia Indah. Mobil yang digunakan terduga anggota TNI tersebut yakni merek Toyota Rush berwarna hitam dengan pelat nomor 5519-03.
Berdasarkan camera dashcam mobil, video itu terlihat terjadi pada Rabu, 22 Januari 2025, sekira pukul 07.44 Wib.
"Kronologi saya baru keluar dari arah Tol Jagorawi menuju arah Taman Mini setelah saya lewat lampu merah ada mobil anggota, dari arah hek yang menurut saya tidak mau diambil jalurnya dan se anggota tidak terima dan langsung memaki-maki saya dan meminta saya untuk berhenti," tulis akun @dashcamindonesia seperti dikutip merdeka.com, Kamis (23/1).
"Dia turun dari mobil masih memaki-maki saya lalu tanpa disangka seanggota memukul saya sekali walau pas mukul tidak terlihat kamera..selebihnya bisa liat di video (kejadian tanggal 22/1/ 25, sekitar jam 07:45) Yang saya bingung orang-orang yang begini kalau di jalan selalu arogan," sambungnya.
Jenderal TNI Bilang Begini
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Hariyanto mengatakan pihaknya saat ini tengah menelusuri kejadian tersebut.
"Tentang berita viral tersebut dan saat ini TNI sedang melakukan penelusuran untuk memastikan fakta yang terjadi," kata Hariyanto.
Hariyanto menegaskan, pihaknya bakal menindak tegas dengan aturan yang berlaku apabila anggotanya itu terbukti melakukan kesalahan.
"TNI memiliki komitmen dalam menjaga profesionalisme dan integritas setiap anggotanya. Apabila nanti ditemukan adanya pelanggaran, kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.
Oleh karenanya, dia meminta untuk semua pihak bersabar penelusuran terhadap terduga anggota TNI itu masih berlangsung.
"Kami meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil penelusuran resmi dari TNI," pungkasnya.