Usai Budi Gunawan Dicopot, Pengamat Sebut Hubungan Prabowo-Megawati Tak Bakal Terganggu
BG panggilan akrabnya diketahui memiliki kedekatan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mencopot Budi Gunawan dari jabatan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
BG panggilan akrabnya diketahui memiliki kedekatan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Lalu, apakah pencopotan mantan Jenderal Polisi itu akan memengaruhi hubungan antara Prabowo dengan Megawati?
Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS), Rino Ardhian Nugroho, menilai langkah tersebut tidak akan memengaruhi hubungan baik antara Prabowo dan Megawati.
“Beberapa saat yang lalu Ibu Megawati hadir ke istana untuk membersamai Pak Prabowo saat bicara tentang situasi dalam negeri. Ini menunjukkan ‘kemesraan’ di antara keduanya,” ujar Rino yang juga dosen FISIP UNS kepada Merdeka.com, Selasa (9/9).
Kabinet Profesional
Rino melihat pencopotan Budi Gunawan perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.
Menurutnya, reshuffle tidak hanya menyasar menteri yang dekat dengan Megawati, tetapi juga menteri yang diasosiasikan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo.
“Ini bisa saja mengindikasikan bahwa Pak Prabowo sedang mengarah pada kabinet yang profesional. Ini bagus bagi kebutuhan masyarakat luas ke depan,” kata Rino.
Namun, ia menilai menarik untuk menunggu siapa pengganti definitif Budi Gunawan, karena sejauh ini posisinya masih kosong.
“Perlu kita cermati lebih jauh, siapakah yang menjadi pengganti dari Pak BG, karena sejauh ini belum ada pejabat definitif,” tambahnya.
Hubungan Masih Harmonis
Terkait hubungan Prabowo dan Megawati, Rino meyakini tidak ada masalah serius.
“Sejauh ini dengan pertanda kemarin Bu Mega membersamai Pak Prabowo, itu menunjukkan hubungan masih tetap baik. Bisa saja belum ditunjuknya pengganti Pak BG ini menjadi bahasa isyarat, untuk menunggu masukan dari Bu Mega,” ucapnya.
Saat ditanya apakah pencopotan Budi Gunawan sudah melalui pertimbangan atau sepengetahuan Megawati, Rino tidak memastikan.
“Dari informasi yang beredar di tengah masyarakat, belum ada bukti yang mengarah ke sana. Karena berita reshuffle kemarin juga terkesan mendadak,” jelasnya.
Menurut Rino, respons PDIP melalui Aria Bima yang terkesan normatif menunjukkan masih adanya ruang komunikasi antara kedua pihak.
“Jawaban dari PDIP lebih pada menghormati presiden. Jadi saya melihat masih ada upaya untuk berkomunikasi terkait pengganti Pak BG,” pungkasnya.