Budi Gunawan, Jenderal Polisi Intelijen era Jokowi Berlanjut ke Istana kini Kena Reshuffle Prabowo
Beredar kabar apakah pencopotan Budi Gunawan berkaitan dengan gelombang aksi unjuk berujung kericuhan di sejumlah daerah.
Presiden Prabowo Subianto mereshuffle kabinet Merah Putih, salah satunya Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan. Namun, pengganti Budi Gunawan belum ditunjuk oleh Prabowo.
Beredar kabar apakah pencopotan Budi Gunawan berkaitan dengan gelombang aksi unjuk berujung kericuhan di sejumlah daerah.
Begini jawaban Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. "Tidak ada karena sesuatu hal yang spesifik," kata Prasetyo saat ditanya apakah pencopotan Budi Gunawan terkait aksi demo, Senin (8/9).
Budi Gunawan sendiri sempat menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 5 November 2024.
Penunjukan ini sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan panjang kariernya, setelah sebelumnya dikenal sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) selama hampir delapan tahun di era Presiden Joko Widodo.
Tak hanya itu, pada hari pelantikan yang sama, Presiden Prabowo juga mengangkat Budi Gunawan sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Dengan jabatan rangkap ini, mantan Wakil Kepala Polri tersebut kini memegang peran strategis dalam mengawal arah kebijakan keamanan nasional.
Awal Perjalanan dan Prestasi Akademik
Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 11 Desember 1959, Budi Gunawan dikenal sebagai sosok yang konsisten menapaki dunia penegakan hukum. Lulus dari Akademi Kepolisian tahun 1983, ia segera menonjol berkat prestasi akademiknya.
Beberapa kali ia meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik, termasuk di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespimpol) pada 1988 dan Lemhannas pada 2005.
Tak hanya berkarier di lapangan, Budi juga memperkuat pijakan akademiknya. Ia menamatkan program doktor Ilmu Hukum di Universitas Trisakti dengan predikat Summa Cum Laude, sebuah pencapaian yang menjadi fondasi kuat dalam setiap kebijakan yang diambilnya, baik di kepolisian maupun pemerintahan.
Karier Panjang di Kepolisian
Selama berkarier di Polri, Budi Gunawan pernah memegang sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kapolda Jambi, Kapolda Bali, Kadiv Propam, hingga Kalemdiklat Polri. Reputasinya kian menguat ketika dipercaya sebagai Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada periode 2000–2004, sebuah posisi yang hanya dipegang oleh perwira terpilih.
Pada 2015, Budi sempat menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo. Namun, proses pencalonannya terhenti akibat polemik hukum.
Meski demikian, ia berhasil memenangkan praperadilan dan dinyatakan bebas dari tuduhan. Setahun berselang, pada 9 September 2016, Jokowi menunjuknya sebagai Kepala BIN, menjadikannya perwira Polri kedua yang menduduki jabatan tersebut setelah Jenderal (Purn) Sutanto.
Transformasi BIN dan Perhatian pada Pemuda
Selama memimpin BIN, Budi Gunawan dikenal progresif dan visioner. Ia mendorong modernisasi struktur intelijen, membentuk sejumlah divisi baru seperti Intelijen Siber dan Intelijen Medis Wangsa Avatara untuk menghadapi ancaman biologi dan teknologi.
Tak hanya fokus pada keamanan, Budi juga mendorong inisiatif Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) dan Papua Youth Creative Hub (PYCH). Kedua program ini dirancang untuk memupuk persatuan antarbudaya sekaligus memberdayakan pemuda, khususnya di wilayah Papua. Melalui berbagai fasilitas pelatihan, ia membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi.
Jejak di Dunia E-Sports dan Penghargaan
Pada 2020, Budi Gunawan dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PB ESI). Di bawah kepemimpinannya, industri e-sports Tanah Air berkembang pesat, melahirkan banyak talenta muda yang kini bersaing di level internasional.
Sepanjang kariernya, Budi telah menerima lebih dari 25 penghargaan nasional dari berbagai lembaga, termasuk Polri, Lemhannas, dan Presiden RI.